Lele Sangkuriang Berkualitas Tinggi

Kamis, 12 April 2018, 21:07 WIB

Kolam terpal untuk budidaya lele sangkuriang.

AGRONET – Kolam terpal menjadi pilihan terbaik bagi para pembudidaya pemula. Mereka bisa menggunakan kolam terpal namun, penanaman jangan langsung banyak. Lakukan saja secukupnya dan yang terpenting, tentukan budidaya jenis seperti apa yang diinginkan.

Bisnis budidaya lele sangkuriang ada beberapa cara yaitu, melalui pembibitan atau pembesaran dan ada juga yang keduanya. Untuk jenis bisnis pembibitan adalah dengan menjodohkan lele jantan dan betina maka akan menghasilkan anakan. Butuh pengetahuan yang baik untuk bisnis ini, biasanya ada beberapa teknik agar angka kematian benih lele sangkuriang berkurang.

Untuk pemula sebaiknya jangan dulu pada tahap ini, butuh contoh dan percobaan dahulu dan jangan takut untuk membuat contoh. Ada 2 cara pembibitan yaitu perangsangan betina dengan menggunakan beberapa cairan kimia yang disuntikan dan dengan perkawinan alami.

Untuk bisnis pembesaran, kita hanya membeli bibit lele sangkuriang kemudian kita besarkan. Usaha budidaya ini sangat umum dilakukan. Kebanyakan peternak ikan lele memilih jenis usaha ini, di samping mengurangi angka kematian lele, jenis usaha ini juga tergolong mudah.

Lele Sangkuriang (Clarias Sp) dari sejarahnya memiliki peran yang sangat diunggulkan pada masa dulu dan sampai saat ini masih digemari oleh konsumen. Membutuhkan waktu panen kisaran 3 bulan untuk ukuran yang umum. Memang tergolong singkat dibandingkan dengan jenis ikan dumbo.

Tahapan budidaya ikan lele sangkuriang di kolam terpal adalah pertama, buat terlebih dahulu kolam terpal. Ukuran kolam tergantung kebutuhan. Jangun lupa harus mencuci terpal dan disikat dengan bersih.

Setelah dipastikan bersih, terpal dikeringkan selama 1 hari, kemudian isi dengan air. Pengisian air hanya dibutuhkan setengah dari tinggi kolam. Jika bingung, ukur dengan penggaris sedalam 30 cm dan biarkan hingga 1 minggu.

Kedua, siapkan bibit. Untuk penyediaan bibit bisa memesannya atau mengunjungi peternak ikan lele sangkuriang. Sesuaikan jumlah bibit dengan kebutuhan dan, umumnya, bibit yang digunakan berjumlah 2.000 ekor dengan ukuran 3 sampai 5 cm, dengan ukuran kolam 3 x 4 x 1 m.

Ketiga, bibit jangan langsung dimasukkan ke dalam kolam. Masukkan terlebih dahulu ke dalam ember besar agar lele tidak stres atau pusing. Setelah lele berada di ember, tambahkan air kolam sedikit demi sedikit, lakukan hal tersebut sampai 3 kali dengan tujuan lele bisa beradaptasi dengan lingkungan baru seperti suhu air, pH air yang baru dan kemudian lele bisa masuk ke kolam baru.

Keempat, perawatan dalam kolam terpal sangat mudah karena cakupanya sedikit dan mudah untuk mengontrolnya. Perawatan mencakup pada beberapa tahapan seperti penambahan air dan pergantian air, pemberian pakan, dan pencegahan serangan hama dan penyakit.

Diperlukan penambahan air pada kolam dengan 15 sampai 20 cm, kontrol kondisi air pada kolam biasanya air akan berubah warna. Jika air tercium bau yang tidak sedap maka harus diganti dengan air yang baru.

Pergantian air dapat dilakukan dengan membuka saluran pembuangan air dan jangan lupa pastikan penyaring sudah terpasang dengan benar. Jika air sudah keluar, sisakan pada kolam hingga kolam hampir kering. Dari sini, kita bisa mendapati ukuran lele menjadi berbeda-beda karena, lele termasuk ikan kanibal yang saling bersaing dan membunuh.

Dibutuhkan penyortiran untuk memilah ukuran lele. Penyortiran biasanya dilakukan 1 kali dalam sebulan hingga lele berumur 2 bulan dan, umur 3 bulan air diganti lagi setiap 1 minggu sekali.
Setelah disortir, lele dipisahkan ke dalam kolam terpal yang telah dicuci dan bersih dari lumut yang menempel lalu, tutup saluran pembuangan.

Kemudian, masukan air ke dalam kolam hingga 40 sampai 50 cm. Buatkan sirkulasi air untuk mencegah bau anyir dan mencegah tumbuhnya lumut. Jika air sering berbau maka bisa menambahkan air baru ke dalam kolam.

Berikan pakan yang tinggi vitamin, protein untuk pertumbuhannya. Pemberian pakan alternatif yang terlalu sering, apalagi dalam jumlah banyak, bisa berakibat buruk pada lele.

Lele yang mulai tumbuh besar membutuhkan pengawasan dan perhatian untuk mencegah datangnya hama dan penyakit. Hama dan penyakit dapat timbul dari pemberian pakan secara berlebihan. Beberapa pembudidaya yang ingin membuat lelenya cepat gemuk dan besar kerap memberi pakan secara berlebihan.

Akibatnya, kolam tercemar oleh pakan dan mengundang hama penyakit jika pakan tidak habis.
Butuh perhitungan yang teliti pada modal pengeluaran, jangan asal sehat dan gemuk saja. Masalah yang paling umum terjadi pada lele sangkuriang kolam terpal adalah pakan.

Ada beragam cara perhitungan dalam berbudidaya lele sangkuriang. Yaitu, hitung tenaga yang sudah dikeluarkan dengan jumlah rupiah, hitung berapa angka kematian lele sangkuriang, hitung penyewaan kolam (walaupun itu kolam pribadi anggap saja kita menyewanya), hitung biaya tambahan seperti listrik sarana alat-alat dan lain-lain, hitung pakan lele, jika lele 1 ekor berbobot 1 kg maka kemungkinan besar menghabiskan pakan 1 kg juga.

Kolam terpal lebih mudah dan lebih gampang dibandingkan menggunakan kolam tembok, kolam beton, kolam tanah dan jenis lainnya. Keunggulan budidaya lele sangkuriang di kolam terpal adalah terhindarnya dari pemangsa air, lebih fokus dalam memberi perawatan sehingga mencapai hasil maksimal, kebutuhan air kolam mudah sekali diatur mulai dari mudah mengganti air dan mudah panen, lele sangkuriang berpotensi menghasilkan kualitas tinggi dan, tidak ribet dalam penanganan hama dan penyakit yang menyerang. (Berbagai sumber/111)

BERITA TERKAIT

Komunitas