Menghasilkan Ikan Cupang yang Berkualitas

Kamis, 03 Mei 2018, 19:11 WIB

Ikan cupang hias. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Salah satu ikan hias yang paling mudah dipelihara adalah ikan cupang. Budidaya ikan cupang tidak perlu tempat yang luas, sehingga tak perlu menggunakan modal yang besar. Budidaya ikan cupang bisa dicoba di rumah.

Ikan cupang memiliki nama latin Betta sp yang merupakan ikan air tawar yang dapat hidup di daerah tropis, di perairan Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Ikan cupang sangat mudah untuk dibudidaya karena memiliki daya tahan hidup di dalam air yang minim oksigen. Untuk memulai budidaya, harus mengetahui bahwa ikan cupang memiliki dua jenis yaitu ikan cupang hias dan cupang adu.

Cupang hias dapat dinikmati keindahan bentuk, warna, dan gerak tubuhnya di dalam air. Cupang adu dipelihara untuk diadu dengan cupang aduan lainnya. Untuk membedakan dua jenis ini adalah dengan melihat bentuk dan gerakannya.

Pilihlah induk ikan cupang yang berkualitas. Usahakan memilih induk ikan cupang yang berasal dari keturunan unggul dengan kondisi badan yang bugar, bebas penyakit, dan tidak cacat bawaan pada tubuh.
Pelihara di dalam toples, gelas air mineral bekas, atau lainnya.

Pisahkan antara betina dan jantan. Ciri-ciri jantan adalah gerakannya lincah, sirip dan ekornya melebar dan mengembang, tubuhnya lebih besar dari betina, dan warna tubuhnya cerah.

Ciri-ciri betina adalah gerakannya lebih lamban, sirip dan ekornya lebih pendek, tubuhnya lebih kecil dari jantan, dan warnanya sedikit gelap. Saat melakukan pemijahan, pastikan indukan ikan cupang sudah masuk ke dalam fase matang gonad atau fase ikan yang sudah siap untuk dikawinkan.

Ikan yang siap dikawinkan atau dipijah butuh wadah atau tempat, bisa menggunakan baskom kecil sekitar 20 x 20 x 20 cm. Selain itu, juga perlu menyiapkan gelas plastik kecil untuk ikan cupang betina nantinya.
Dalam sekali pemijahan, bisa menghasilkan sampai 1000 butir telur.

Nantinya, telur-telur tersebut akan menetas selama 24 jam setelah pembuahan induk. Tingkat kematian benih ikan cupang ini sangat tinggi.
Kalau sudah dikawinkan, ikan jantan masih memiliki kesempatan untuk kawin lagi, berbeda dengan cupang betina yang hanya sekali saja bisa dikawinkan.

Saat pemijahan, hindari air dalam kemasan atau air PAM yang berbau kaporit. Ini akan mengakibatkan gagalnya proses pemijahan dan hancurnya telur-telur. Satu hari kemudian, telur-telur akan menetas dan menjadi burayak.

Burayak-burayak mampu bertahan sampai 3 hari tidak diberi pakan, karena burayak-burayak tersebut masih menyimpan nutrisi ketika masih di dalam telur. Tiga hari kemudian, setelah telur menetas, berikan kutu air yaitu moina atau daphnia sebagai pakan burayak-burayak.

Setelah 1,5 bulan, burayak-burayak itu akan tumbuh dewasa, dan saatnya memisahkan antara yang jantan dan betina. Ikan cupang sangat gemar dengan kutu air, cacing sutera, dan larva nyamuk. Berikan pakan 3 sampai 4 kali dalam sehari, agar proses pertumbuhan semakin cepat.

Dalam pemberian pakan jangan terlalu banyak, sedikit demi sedikit saja, karena bisa mengotori air dan mengganggu kesehatan ikan cupang. Untuk perawatan, perlu menjaga kondisi kualitas dari air. Berikan filter pembersih pada akuarium ikan cupang agar kondisi air tetap terjaga kebersihannya. (Berbagai sumber/111)