Belajar Budidaya Lobster Air Tawar

Selasa, 22 Mei 2018, 17:40 WIB

Lobster air tawar di dalam akuariaum. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Lobster Air Tawar (LAT) atau Freshwater Crayfish merupakan binatang air yang cukup mudah untuk dibudidayakan. Harganya yang cukup tinggi, sekitar Rp 150-250 ribu/kg, membuat budidaya lobster air tawar menjanjikan keuntungan yang besar bila dilakukan dengan teknik yang benar. Habitat asli lobster air tawar adalah di sungai dan di rawa-rawa serta danau.

Media budidaya lobster air tawar ini sangat bervariasi. Pada umumnya lobster air tawar dibudidayakan secara ekstensif pada kolam tanah. Pada budidaya secara ekstensif petani hanya menaruh indukan pada kolam tersebut pada masa berkala kolam tersebut dikeringkan dan lobster yang sudah memenuhi ukuran komersial akan dijual dan sisanya akan dikembalikan ke kolam tanah tersebut.

Pada budidaya secara intensif petani mulai memberi pakan ke dalam kolam dengan berbagai macam makan sayur-sayuran termasuk pakan komersil. Budidaya secara intensif memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan secara extensive. Media lain yang sering digunakan adalah kolam semen atau kolam fiber (tank).

Kolam semen dan kolam fiber ini banyak digunakan untuk membesarkan burayak sampai berat sekitar 5 cm. Di Indonesia budidaya lobster air tawar banyak dilakukan dalam skala perumahan terutama pada pembenihan. Lobster air tawar yang umumnya bertelur 4–5 kali dalam setahun dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Tahap pertama, gunakan indukan berukuran fisik besar (dapat menghasilkan +/-500 s/d +/-900 per ekor 1 kali bertelur) sebagai produksi bibit dan untuk mempercepat pertumbuhan bibit ukuran 2 cm beri makanan ekstra berupa cacing sutra, dan berikan cacing tanah untuk mempercepat proses bertelur untuk yang dikawainkan, kemudian perlu diketahui juga pada proses pergantian kulit berarti proses pertumbuhan (bertambah besar). Pada proses pembesaran di aquarium, guna merangsang pergantian kulit sesering mungkin melakukan pergantian air pada aquarium (tiap 3 hari atau seminggu sekali) tergantung tingkat kekeruhan air.

Lakukan pengawasan sesering mungkin, untuk menghidari serangan sekelompok lobster lain terhadap lobster yang sedang mengalami proses ganti kulit (moulting). Berikan juga pengaman pada tempat (kolam atau aquarium) agar lobster tidak kabur karena sifat pengembaraanya yang tinggi, dan dapat bertahan hidup hingga 8 sampai dengan 12 jam di luar aquarium.

Berikan makanan tambahan, terutama pada malam hari, sekitar secukupnya, periksa dan berikan makan berupa pelet, bila sudah tidak terdapat sisa makanan yang diberikan pada waktu sore hari. Ini dilakukan guna menghinadri saling menyerang di antara sesama lobster, karena hewan ini mempuyai sifat kanibalisme yang sangat tinggi di samping itu aktivitas kelompok hewan ini meningkat pada malam hari termasuk untuk mencari mangsa.

Tentukan pilihan sebelum terjun ke dunia bisnis lobster air tawar karena cara pengelolaannya terdiri dari beberapa segmen, apakah sebagai pedagang; ternak pembesaran; ternak pembibitan; ternak hobi/koleksi. Ini perlu dilakukan agar langkah usaha yang dijalankan bisa lebih terfokus. Baca juga buku sebagai referensi yang mudah didapat.

Bila pilihan budidaya pembesaran, siapkan kolam untuk pembesaran mulailah dengan skala kecil dengan tujuan untuk mendapatkan pengetahuan tetang sifat-sifat yang spesifik. Agar skala resiko penyusutan pupulasi yang diakibatkan kematian dan kekurangterampilan dapat ditekan sekecil mungkin jika kelak memasuki usaha skala besar. Bila pengetahuan tersebut sudah didapat, mulailah dengan perencanaan produksi untuk target panen setiap bulan, untuk melihat ilustrasi perencanaan.

Pilihan budidaya ternak pembibitan sama dengan halnya dengan langkah budidaya pembesaran, hanya pembibitan lebih sensitif lagi, sebaiknya biarkan sampai usia +/-1.5 bulan baru pindahkan ke kolam pembesaran. Hewan ini memang hidup lebih sesuai di iklim tropis dengan suhu udara 24 sampai dengan 30 derajat celcius demikian juga kondisi air, khusus untuk anak yang baru dipisahkan dari induknya (burayak) pergunakan alat atau cairan pengukur pH air, kemudian apa bila pH air tidak ideal (pH air ideal untuk LAT = 7 s/d 9 ) dapat diatasi dengan cara memberikan additive pH up ataupun pH Down, guna mempetahankan pH ideal. Semua perlengkapan untuk mengontrol keadaan pH air bisa didapat di tempat penjualan asesoris ikan hias terdekat.

Pilihan tempat dan rencanakan lokasi penempatan akuarium maupun kolam pemeliharaan di tempat yang tidak bising karena hewan ini mudah stres, terutama saat proses perkawinan dan kehamilan kemungkinan telur yang dikandungan akan mudah rontok, sehingga akan menghambat proses pengembangbiakan yang diinginkan. Hindari lingkungan hama pemangsa, tikus, kucing, dan sejenis nya, dengan memasang pelindung tutup kawat ayam dan sejenisnya. Ketinggian permukaan air 15 sampai /d 20 cm dan suplai oksigen yang cukup dengan memasang aerotor/air stone (gelembug udara) dan filter pump, agar selalu terjadi sirkulasi air yang bersih. (Berbagai sumber/111)