Budidaya Bandeng di Air Tawar

Senin, 06 Agustus 2018, 22:08 WIB

Beternak ikan bandeng air tawar membuat pemeliharaannya menjadi lebih mudah. | Sumber Foto:WWR.co.id

AGRONET – Siapa yang tak suka dengan bandeng presto, oleh-oleh khas Semarang ? Atau, bandeng asap khas Surabaya dan Sidoarjo ? Tidak perlu disangkal lagi, bandeng memang lauk yang sungguh enak menjadi teman nasi. Apalagi lagi jika ditambah dengan sambal khusus. Semakin lezat.

Ikan bandeng hidup di air payau yang merupakan habitat aslinya. Habitat bandeng yang khusus ini membuat sedikit repot para peternak bandeng yang tinggal jauh dari pantai. Namun, kehadiran bandeng air tawar membuat pemeliharaan dan perawatannya menjadi lebih mudah. Paling tidak cara memelihara ikan bandeng air tawar mirip dengan memelihara ikan tawar jenis lain seperti; ikan gurame, ikan nila, dan lainnya.

Kemudahan pemeliharaan ini tentunya sangat menggembirakan para peternak bandeng. Apalagi mengingat permintaan bandeng relatif tinggi dan harga jual di pasaran juga relatif stabil.

Untuk persiapan memelihara ikan bandeng di air tawar, perlu beberapa persiapan agar hasilnya tidak mengecewakan.

1. Kolam Ikan
Seperti halnya memelihara ikan jenis lain, persiapan pertama adalah menyiapkan beberapa hal :
- Pilih lokasi terbaik untuk pembuatan kolam.
- Kedalaman kolam tidak perlu terlalu dalam.
- Air yang digunakan dapat air tanah atau air sungai yang tidak tercemar.
- Luas kolam harus sesuai dengan jumlah ikan bandeng yang akan dipelihara. Ingat, jika ukuran kolam terlalu kecil dengan jumlah ikan, maka pertumbuhan ikan tidak akan optimal.
- Sebelum ikan dimasukkan ke dalam kolam, sebaiknya tanah di kolam digaru dahulu agar plankton alami dapat tumbuh sebagai makanan ikan.

2. Benih Ikan
Pemilihan benih ikan bandeng harus dilakukan dengan cermat. Benih yang tidak berkualitas akan sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Tentu saja ini akan mengewakan.

Untuk memilih benih ikan, perhatikan beberapa hal di bawah ini.
- Pastikan benih yang dibeli adalah benih ikan bandeng air tawar.
- Pastikan benih tidak cacat. Periksa tubuh benih. Paling tidak belilah benih pada penjual yang sudah dikenal memiliki reputasi yang baik.
- Perhatikan gerakan benih. Benih berkualitas memiliki bergerak dengan aktif
- Benih harus sehat. Benih harus bebas penyakit.
- Ukuran ideal benih 2,5 hingga 5 cm.

3. Penebaran Benih di Kolam
Sama halnya dengan penebaran benih ikan jenis lain, sebelum dimasukkan ke dalam kolam, sebaiknya benih transit dahulu. Tempatkan benih pada bak atau wadah plastik. Pastikan kondisi kolam telah siap menampung benih.
Jika benih telah siap dipindahkan ke kolam, segera pindahkan dan perhatikan kondisi benih di dalam kolam. Penting untuk diamati, apakah benih stres ketika berada di dalam kolam.

4. Perawatan dan Pemeliharaan
Tahapan ini sangat menentukan keberhasilan budidaya. Oleh sebab itu beberapa hal perlu diperhatikan, yaitu ;

- Pemberian Pakan
Jumlah pakan yang diberikan harus sesuai dengan jumlah ikan dan ukuran tubuhnya. Jumlah pakan yang terlampau sedikit akan membuat pertumbuhan ikan tidak optimal. Namun, sebaliknya jika pakan diberikan terlampau banyak, maka terjadi pemborosan dan dapat menimbulkan penyakit, karena sisa makan akan membusuk di dalam air kolam.

Pemberian pakan sebaiknya dilakukan dengan cara sebagai berikut :
- Ketika benih baru dimasukkan, biarkan benih ikan memakan plankton yang ada di kolam.
- Pelet halus baru diberikan ketika usia benih di dalam kolam telah 7 hari.
- Pakan diberikan 2 kali/hari, setiap pagi dan sore hari.
- Jika ukuran benih telah mencapai 7,5 sampai 10 cm, pelet atau pur dapat diberikan tanpat perlu dihaluskan.
- Dosis pakan, pada tahap awal adalah 5?ri bobot ikan. Selanjutnya bertahap hingga mencapai 15% bobot ikan, ketika ikan telah dewasa.

- Air Kolam 
Kualitas air kolam sangat berpengaruh terhadap kesehatan ikan. Lebih lanjut berpengaruh pada pertumbuhan ikan. Air kolam yang baik adalah yang cukup mengandung oksigen dan tidak kotor.

Air kolam yang berkualitas buruk dapat mengakibatkan ikan menjadi sakit dan berujung kematian. Ini akan membuat pekerjaan yang telah dipersiapkan cukup lama menjadi sia-sia. Kegagalan beternak ikan bandeng sama artinya dengan harus menanggung kerugian materi.

Oleh sebab itu perhatikan juga :
- Periksa setiap hari saluran air masuk dan air keluar. Pastikan saluran lancar.
- Jika diperlukan, buat kincir air di kolam supaya kadar oksigen lebih terjamin.
- Perhatikan ketinggian air. Jangan sampai kurang atau berlebih. Khususnya pada musim hujan, jangan sampai air meluap melewati dinding kolam. Sedangkan pada musim kemarau, jaga jangan sampai air kurang dari semestinya.

5. Panen 
Biasanya setelah 4 bulan dipelihara, ikan bandeng telah dapat dipanen. Namun, sebelum dipanen, pastikan ukuran tubuh ikan telah mencukupi. Untuk memanen ikan, sebelumnya kurangi jumlah air kolam dan tangkap dengan menggunakan jaring. (555)

 

BERITA TERKAIT