Budi Daya Belut di Kolam Tanpa Lumpur

Senin, 03 September 2018, 16:09 WIB

Beternak belut di kolam tanpa lumpur lebih mudah dibadingkan dengan pemakaian lumpur. | Sumber Foto:Pixabay

AGRONET – Pernah menikmati keripik belut di Pasar Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ? Telah sejak lama pasar Godean terkenal dengan keripik belut yang gurih. Bahkan saat ini Kecamatan Godean telah dibuat sebagai sentra kuliner masakan belut.

Di sana tidak hanya keripik belut yang dapat kita jumpai. Berbagai jenis makanan dari belut, dapat dinikmati, seperti gulai belut, rica-rica belut, belut goreng, bothok belut, belut geprek, rendang belut, tongseng belut, balado belut, opor belut, oseng belut, mangut belut, dan jenis masakan belut lainnya. Selain rasanya yang gurih, belut memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk manusia, seperti fosfor, zat besi, vitamin A dan B, protein, dan Arginin.

Di Jepang, makanan dari belut –khususnya belut panggang- sangat digemari. Di sana disebut dengan unagi. Hanya saja, belut yang dijadikan makanan di Jepang bukan belut biasa, melainkan jenis sidat. Belut berbeda dengan sidat, walaupun sepintas terlihat mirip. Jika Anda pernah menikmati unagi di Jepang, bisa jadi sidat yang Anda makan berasal dari Indonesia. Indonesia –seperti daerah Banyuwangi- telah banyak mengekspor sidat ke Jepang.

Melihat peluang bisnis belut yang cukup menjanjikan, tidak heran jika banyak orang yang mencoba untuk melakukan budi daya belut. Ada beberapa cara untuk melakukan budi daya belut. Dapat menggunakan kolam atau drum. Budi daya dengan kolam pun dapat dibedakan menjadi 2; dengan menggunakan lumpur dan tanpa lumpur.

Untuk tahap awal, ada baiknya dicoba budi daya belut di kolam tanpa lumpur. Lebih sederhana, karena hanya menggunakan air saja, tanpa tanah. Walaupun demikian, cara ini mempunyai kelemahan. Harus dipastikan makanan untuk belut cukup, karena belut hanya mengandalkan suplai makanan dari kita. Sedangkan keuntungannya, kita dapat lebih mudah mengontrol belut jika terserang penyakit dan lebih mudah pada saat panen. Cara budidaya ini juga dapat menurunkan kasus kanibalisme. Perlu diketahui belut dapat memakan sesamanya terutama pada saat belut telah berusia di atas enam bulan.

Persiapan Kolam
Untuk tempat budi daya belut, dapat menggunakan kolam atau sungai. Jika memilih kolam, maka usahakan dinding dan lantai dasar kolam disemen, karenan belut suka menggali. Namun, jika memilih sungai, gunakan jaring yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan.

Air untuk mengisi kolam sebaiknya dipilih air yang bersih dan sehat, bebas dari zat kimia dan kaporit. Kualitas air sangat penting, khususnya untuk bibit belut yang masih kecil.

Memilih Bibit
Kualitas bibit sangat menentukan kualitas belut pada saat panen. Pilihlah bibit yang baik, tidak cacat dan memiliki ukuran 10-12 cm. Gerakan bibit harus lincah. Karena tidak menggunakan lumpur, jumlah bibit yang ditebar dapat lebih banyak sekitar tiga kali lipat dibandingkan jika menggunakan lumpur atau sekitar 30 kg untuk kolam dengan ukuran 1x1 meter persegi. Jika bibit belut betina dan jantan dimasukkan bersamaan, maka sebaiknya perbandingannya dua banding satu, dengan jumlah bibit belut betina lebih banyak.

Pemberian Pakan
Berilah pakan yang disukai belut. Frekuensi dan jumlah pakan yang diberikan, akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan belut. Jangan beri pakan kurang dari yang dibutuhkan, karena pertumbuhan belut menjadi tersendat dan sifat kanibalisme belut akan muncul. Namun jika pakan diberikan berlebih, air kolam akan kotor dan belut menjadi mudah sakit. Belut yang terkena penyakit biasanya bergerak terus pada siang hari, saling serang sesamanya, dan selalu naik ke permukaan air.

Jangan terlalu sering mengganti jenis pakan. Selama belut masih suka, pakan jangan diganti. Biasanya pakan yang disukai belut adalah anakan ikan mas, keong sawah, ikan cere, cacing merah, dan jenis lainnya.

Perawatan
Jagalah kenetralan derajat keasaman (pH) air kolam. Derajat keasaman air kolam dapat berubah karena pengaruh lendir pada tubuh belut dan pengaruh jenis makanan yang diberikan. Sebaiknya, air kolam secara rutin disirkulasi. Jika secara rutin ganti air atau tambahkan air baru ke dalam kolam agar air tetap netral.

Panen
Cara memanen sangat mudah. Gunakan jaring untuk mengangkat belut ke luar kolam dan tempatkan pada ember atau drum. Jangan lupa, air kolam sebaiknya dikuras dan ganti dengan air baru.

Jika ingin meneruskan budi daya belut, pilihlah beberapa pasang belut dewasa yang berkualitas baik untuk dijadikan indukan. Anda dapat melanjutkan melakukan budi daya jika belut dewasa telah beranak. (555)