Berdompet Tebal dari Ikan Patin Kolam Terpal

Rabu, 05 September 2018, 08:20 WIB

Bibit ikan patin | Sumber Foto:nabilafarm.com

AGRONET—Ikan patin merupakan ikan konsumsi air tawar yang sangat populer bagi masyarakat Indonesia. Biasanya ikan patin diolah menjadi pindang, pepes, gulai, atau sup. Di balik rasa gurih dan dagingnya yang lembut, ikan patin mengandung gizi yang cukup tinggi.

Berdasarkan penelitian, ikan patin memiliki dua asam lemak esensial DHA dan EPA. Asam lemak esensial ini dikenal dengan Omega-3, yang sangat baik untuk kesehatan tubuh dan otak. Omega-3 dipercaya mendukung kecerdasan anak dan memperkuat system kekebalan tubuh. Kadar DHa di dalam ikan patin mencapai 5,45 % sedang kadar EPA mencapai 0,78 %.

Sementara itu, ikan patin kaya akan lemak tak jenuh yang berada diatas 50 %. Dari jumlah tersebut, asam oleat banyak terdapat di dalam daging patin mencapai 7,43 %. Lemak tak jenuh ini sangat baik sebagai cara pencegahan penyakit kardiovaskular.

Tidak hanya itu, asam lemak sangat bermanfaat menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga bisa mencegah resiko penyakit jantung koroner. Kandungan protein pada ikan patin juga cukup besar, yaitu sekitar 159 gr. Protein sangat penting bagi pertumbuhan sel-sel dalam tubuh dan menjaga tubuh tetap sehat.

Karena kaya manfaat dan salah satu menu favorit keluarga Indonesia. Maka tak heran apabila banyak orang yang mengembangbiakkan ikan patin.

Budi daya ikan patin termasuk mudah. Tak jauh berbeda dengan ikan air tawar lainnya, seperti lele, mujair, nila, dan gurame. Di Indonesia ada dua jenis ikan patin, yakni ikan patin siam dan ikan patin jambal. Namun, ikan yang dibudidayakan petani biasanya ikan patin siam. Jenis ikan patin siam bahkan bisa dibudidayakan dengan kolam terpal.

Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mencapai hasil optimal. Pertama adalah pemilihan tipe dari kolam terpal. Ada 4 tipe kolam yang masing-masing bisa dipilih sesuai anggaran dan pertimbangan lokasi. Keempat tipe tersebut antara lain adalah: kolam keseluruhan, kolam tembok dilapisi terpal, kolam tanah dilapisi terpal, kolam terpal instan.

Kedua adalah kesiapan alat-alat pendukung untuk kolam patin terpal. Anda harus menyiapkan beberapa perlengkapan seperti pompa air, blower, paralon (bisa diganti dengan selang), ember, penjaring untuk memanen benih (krakat/waring).

Berikutnya, kita akan membahas perihal teknik pembesaran dan pembibitan. Sebelum Anda akan menyebarkan benih, isilah kolam terpal dengan air pada ketinggian maksimal 20 cm. Hingga hari ke 5, tambahkan volume air secara bertahap. Setelah itu, sebarkan bibit sesuai dengan ukuran kolam. Sebagai contoh, sebarkan kira-kira 20 ribu pada kolam berukuran 2x1x0,5 meter untuk pembenihan awal. Namun, perlu diingat, sebaiknya Anda tidak menyebar benih pada pergantian musim hujan atau kemarau. Karena bibit patin sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan cuaca dan mudah mati jika ada perubahan suhu mendadak.

Selama kira-kira hingga sebulan, benih-benih tersebut harus diberi pakan cacing sutra atau kutu air yang telah dibersihkan dalam air disinfektan. Sebenarnya, memelihara ikan patin sangatlah mudah, asalkan Anda rajin melakukan pengecekan dan pengontrolan di masa-masal awal pemeliharaan. Untuk memanen pun Anda tinggal menggunakan kantong plastik sebagai krakat.

Hal yang perlu Anda ketahui adalah ikan ini bisa menyesuaikan setiap kandungan oksigen di dalam air tempat mereka hidup. Jadi, Anda tak perlu repot mengganti atau mengalirkan dalam waktu berdekatan. Meski demikian, Anda masih perlu menguras dan mengisinya dengan air baru. Untuk penyesuaian suhu, ikan ini memang agak kesulitan untuk beradaptasi. Namun Anda bisa memastikan suhu sekitar 28 hingga 30 derajat celcius untuk masing-masing kolam. Oleh sebab itu, kadang-kadang cara teraman ialah dengan membangun kolam terpal di dalam ruangan. Selamat mencoba. Semoga dompet Anda ikut tebal dari budi daya ikan patin di kolam terpal Anda. (Berbagai sumber/222).