Budi Daya Cupang, Mudah dan Menguntungkan

Selasa, 30 Oktober 2018, 22:42 WIB

Ikan cupang adalah salah satu ikan hias air tawar yang banyak digemari orang. | Sumber Foto:Wikimedia

 AGRONET – Siapa yang tidak kenal ikan cupang ? Ikan ini banyak dijual oleh pedagang ikan dan menjadi salah satu jenis ikan hias yang paling banyak dipelihara orang. Harga jualnya bervariasi, dari yang murah hingga sangat mahal. Di luar negeri ikan cupang biasanya disebut dengan betta sp (betta splendens).

Memelihara ikan cupang sangat mudah. Tidak harus menggunakan akuarium dan aerator (alat sirkulasi udara). Cukup menggunakan stoples kecil. Ikan cupang termasuk ikan yang memiliki daya tahan hidup hebat walaupun dipelihara hanya dalam wadah kecil tanpa aerator.

Pakannya pun tidak sulit. Biasanya ikan cupang diberi pakan kutu air, cacing sutera, dan larva nyamuk. Pakan ikan cupang dapat dibeli dipedagang ikan.

Ikan cupang adalah ikan air tawar. Habitat asalnya terdapat di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand. Ikan ini memiliki karakter agresif mempertahankan wilayahnya. Umumnya ikan cupang di kalangan penggemar dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu; ikan cupang hias, ikan cupang aduan, dan ikan cupang liar.

Di Indonesia, dapat dijumpai beberapa jenis ikan cupang, di antaranya;

1. Cupang plakat; ini adalah jenis cupang aduan. Cupang plakat memiliki beberapa varian seperti full black, plakat dragon, dan lainnya.
2. Cupang Halfmoon; ikan cupang jenis ini dipelihara karena warnanya yang indah. Cupang jenis ini memiliki banyak variasi warna pada siripnya. Jika dilihat dari samping, warna pada pada sirip dan ekornya tampak seperti setengah bulan (setengah lingkaran).
3. Serit (Crown Tail); cupang jenis ini berasal dari Indonesia.
4. Double Tail; sepintas cupang jenis ini mirip dengan jenis halfmoon. Perbedaan yang nyata terletak pada ekornya yang terbelah dua.
5. Giant (Cupang Raksasa); ini adalah jenis cupang terbesar. Ukurannya dapat mencapai 12 cm. Ikan cupang jenis ini merupakan hasil persilangan cupang jenis plakat dengan jenis lain.
6. Cupang Alam; jenis ini adalah cupang yang masih asli dari alam. Belum tersentuh persilangan oleh manusia. Cupang alam dapat ditemukan di rawa dan sungai.

Budi daya ikan cupang telah banyak dilakukan di Indonesia, karena pasar ikan cupang memang sangat menjanjikan. Tidak hanya pasar dalam negeri, tapi juga pasar luar negeri (ekspor).

Jika Anda pecinta ikan hias dan ingin melakukan budi daya ikan cupang, di bawah ini sedikit tips bagaimana budi daya cupang.

- Sebelum memijah ikan cupang, tentukan dulu jenis ikan cupang yang akan di budi daya. Jangan mencampur cupang yang jenisnya berbeda.
- Agar budi daya menghasilkan turunan yang berkualitas, maka pemilihan induk harus dilakukan selektif. Pilihlah indukan yang bebas penyakit dan memiliki warna yang indah.
- Jangan sampai keliru memilih jenis indukan. Cupang jantan biasanya lebih tubuhnya lebih besar dari betina dan pergerakannya lebih lincah. Sirip ekor belakangnya juga lebih lebar. Usia indukan jantan yang baik antara 4-8 bulan.
- Sedangkan cupang betina badannya lebih kecil dan pergerakannya lebih lambat. Biasanya warna tubuhnya tidak secerah cupang jantan. Usia indukan betina yang baik antara 4-6 bulan.
- Selanjutnya siapkan tempat untuk memijah. Dapat digunakan ember kecil, akuarium, atau baskom.
- Isi wadah yang sudah disiapkan dengan air setinggi 15 cm. Gunakan air sumur yang sudah diendapkan semalaman. Hindari air pam, karena telah tercemar kaporit. Siapkan juga gelas kecil.
- Masukkan tanaman air secukupnya. Tanaman ini berguna untuk tempat berlindung anak cupang.
- Masukkan indukan jantan ke dalam wadah. Kemudian indukan betina masukkan ke dalam gelas dan letakkan di tengah wadah.
- Beri waktu agar indukan jantan akrab dengan indukan betina. Jika indukan jantan telah mengeluarkan gelembung, masukkan indukan betina ke dalam baskom.
- Waktu pemijahan umumnya terjadi pada pagi atau sore hari. Sebaiknya tutup wadah dengan kertas koran atau karton. Wadah sebaiknya diletakkan di tempat yang bebas berisik dan lalu lalang orang, karena ikan cupang sensitif ketika akan kawin.
- Jika telah terjadi pembuahan, segera angkat indukan betina. Jika terlambat diangkat, indukan betina dapat memangsa telurnya sendiri.
- Selanjutnya, indukan jantan yang akan merawat telur yang telah dibuahi. Selama tiga hari ke depan, cupang dan anaknya yang telah menetas tidak perlu diberi makan.
- Beri kutu air setelah empat hari usia menetas. Sedikit saja agar tidak mengotor air.
- Setelah anak cupang berumur dua minggu, angkat indukan jantan dari wadah.
- Pindahkan anak cupang ke tempat yang lebih besar. Jangan lupa beri makan kutu air.
- Jika anak cupang telah berusia satu setengah bulan, ikan telah dapat dipilah berdasarkan jenis kelamin.
- Letakan masing-masing cupang hasil budi daya jika telah berusia tiga bulan pada wadah botol berukuran 500 ml. Jika terlambat dipisahkan, mereka akan saling menyerang.
- Untuk sekali perkawinan, dapat dihasilkan seribu telur. Telur akan menetas setelah 24 jam setelah pembuahan. Namun, tingkat kematian benih cupang cukup tinggi, sehingga hanya dapat dipanen kurang dari 10%.

Selamat mencoba. (555)

BERITA TERKAIT