Pakan Alami Anak Ikan

Budi Daya Kutu Air, Modal Nol dengan Kol

Minggu, 18 November 2018, 14:01 WIB

Kutu Air, Pakan Alami Anak Ikan | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Kutu air adalah salah satu hewan yang terdapat di air. Walaupun dikenal dengan nama ‘kutu’ sebenarnya kutu air bukanlah sejenis kutu yang ada di darat yang merupakan biang parasit. Karena bentuk hewannya saja yang kecil sehingga disebut kutu. Bagi banyak orang, kutu air merupakan hewan yang sangat sangat mengganggu karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Namun ternyata, banyak juga yang membudidayakan kutu air untuk dimanfaatkan sebagai pakan alami ikan. Terutama anak ikan atau yang biasa dikenal dengan nama Burayak. Khususnya ikan air tawar, Ikan Cupang, Guppy, Ikan Molly, benih Ikan Lele, Gurame, Nila dan sebagainya.

Bagi Burayak dan beberapa jenis ikan lainnya, kutu air merupakan makanan pokok setelah makanan bawaan mereka saat lahir sudah habis. Pergerakan yang melayang-layang dari kutu air mampu menarik perhatian Burayak, disamping bentuknya yang kecil sesuai untuk ukuran mulut Burayak. Kutu air menjadi makanan alami anak ikan yang terbaik bagi Burayak karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi (kurang lebih 66%) namun rendah kandungan lemak (6%) sehingga sangat bagus untuk pertumbuhan. Oleh karena itulah, kutu air memiliki nilai ekonomi sendiri terutama bagi para peternak ikan hias. Khusus pada ikan Cupang, pemberian kutu air bahkan dapat lebih cepat mematangkan telur sang induk.

Jika Anda berminat, kutu air termasuk hewan yang sangat mudah dibudidayakan. Menguntungkan, nyaris tanpa modal karena semua bahan dan alat yang dibutuhkan bisa didapatkan secara gratis dan dengan memanfaatkan barang yang ada.

Jenis-jenis Kutu Air

Kutu air merupakan jenis udang renik yang masuk dalam keluarga Arthopoda, kelas Crustacea dan ordo Caldocera. Terdapat dua jenis kutu air yang populer di kalangan para pembudidaya yakni kutu air Moina sp. dan kutu air Daphnia sp. Kutu air Dhapnia sp memiliki ciri-ciri berwarna putih transparan, habitatnya di perairan air tawar seperti danau, kolam, dan tempat-tempat tergenang lainnya dengan suhu 21 derajat celcius dan PH 6,5-9. Daphnia umurnya lebih lama, ukuran lebih besar sangat cocok untuk anakan ikan konsumsi, seperti ikan lele, Nila, Gabus, dan sebagainya.

Sementara kutu air Moina sp memiliki ciri tubuh berwarna kemerahan dengan habitatnya di perairan rawa yang banyak mengandung bahan organik seperti rumput dan kayu-kayu mati. Moina akan tumbuh dengan baik pada perairan yang mempunyai kisaran suhu antara 14-30 ° C dan PH antara 6,5 – 9. Tubuh Moina yang berukuran kecil sangat cocok untuk makanan ikan hias seperti Cupang, Gappy, Ikan Cardina dan ikan-ikan hias kecil yang lain. Moina umurnya lebih  pendek dan lebih kuat terhadap oksigen.

Budi Daya Kutu Air Tanpa Bibit

Untuk melakukan budi daya kutu air khususnya jenis daphnia sp, Anda bisa menggunakan banyak cara dan media seperti kotoran ayam, ampas kelapa, ampas kedelai, susu bubuk, sayuran layu, dan lain lain. Sayuran layu adalah salah satu bahan yang cukup cepat dalam mendatangkan kutu air. Terlebih anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkannya. Anda hanya perlu ke pasar untuk mencari sayuran yang terjatuh, layu, atau mulai membusuk yang telah dibuang oleh pedagangnya.

Berdasar pengalaman, kol merupakan salah satu media paling efektif untuk melakukan budi daya kutu air. Selain bahannya yang murah, caranya pun sangat mudah karena hanya dengan memasukkan kol ke dalam wadah budi daya sudah dapat mendatangkan kutu air yang artinya anda tidak perlu susah-susah untuk mencari atau membeli bibit.

Langkah Mudah Budi Daya Kutu Air Menggunakan Kol

1.      Siapkan Kol

Untuk membudidayakan kutu air menggunakan kol, gunakan saja kol yang hampir membusuk yang dengan mudah didapatkan di pasar. Dengan kol yang sudah membusuk, akan lebih mudah mendatangkan kutu air dibanding menggunakan kol yang masih segar.

2.      Siapkan Wadah

Wadah yang akan digunakan untuk melakukan budi daya kutu air disesuaikan dengan skala atau banyaknya budi daya yang akan dilakukan. Apakah sekedar untuk menyediakan makanan ikan kita sendiri atau juga direncanakan untuk dijual. Sebagai wadah budi daya, bisa digunakan drum, baskom atau membuat kolam dari terpal. Syarat yang lebih wajib dipenuhi adalah wadah yang memiliki lebar dan panjang. Bukan wadah yang memiliki tinggi.

3.      Mengisi Air

Masukan air yang sudah diendapkan terlebih dahulu ke dalam wadah. Pengisian air tidak bisa dilakukan sembarangan. Lakukan pengisian air secukupnya, jangan terlalu tinggi atau penuh karena akan tidak bagus untuk kutu air.

4.      Masukkan Kol

Sebagai langkah awal, kol yang sudah didapatkan dicuci terlebih dahulu sampai bersih dari kotoran yang menempel. Masukkan kol yang sudah dicuci ke dalam wadah. 

5.      Proses Budi Daya Kutu Air

Diamkan kol yang sudah dimasukkan dalam wadah tersebut selama kurang lebih satu minggu. Dalam masa itu, kol akan membusuk dan air akan berubah menjadi hijau kehitaman karena kotoran dari kol. Namun jika dibiarkan, lama-lama air akan menjadi jernih kembali karena terjadi proses pengendapan. Kotoran dari kol akan turun dan penampakan air akan kembali bening. Inilah saatnya bisa dilihat ribuan kutu air berenang.

Perlu dipastikan, intensitas sinar matahari yang didapatkan. Wadah budi daya kutu air harus terhindar dari sinar matahari langsung karena akan mengacaukan proses perkembangan dan pertumbuhan bibit kutu air. Tutup wadah budi daya. Resiko yang mungkin terjadi jika wadah dibiarkan terbuka akan menjadi sarang nyamuk dan berisi larva nyamuk. Meskipun ada sisi lain yang menguntungkan bahwa selain kutu air, larva nyamuk adalah tambahan makanan juga untuk Burayak.

6.      Pemanenan Kutu Air

Pemanen kutu air dapat dilakukan setiap hari dengan menggunakan saringan halus. Sebaiknya pengkulturan kutu air dilakukan secara kontinyu agar Burayak selalu kenyang dan cepat besar.

Jika budi daya kutu air dilakukan sebagai pendukung pemijahan ikan, maka sebaiknya budi daya kutu air dilakukan sebelum melakukan pemijahan sehingga ketika anak ikan sudah menetas dari telurnya, pakan alami sudah tersedia. (Berbagai Sumber -234)

BERITA TERKAIT