Louhan, si “Jenong”

Jumat, 28 Desember 2018, 17:10 WIB

Louhan, si “Jenong” | Sumber Foto:Wikipedia

AGRONET – Untuk mereka penggemar ikan hias, sudah pasti mengenal betul ikan Louhan. Ikan dengan ciri khas dahi yang menonjol atau ”Jenong”, sempat menjadi primadona dikalangan penggemar ikan hias di Indonesia.

Ikan Louhan atau Flowerhorn, memiliki sisik yang berwarna-warni. Kadang pada tubuhnya muncul tanda yang dapat menyerupai huruf kanji, arab, atau latin.

Diduga, asal ikan Louhan dari Thailand dan Malaysia. Asal-usul yang pasti hingga kini belum diketahui. Menilik namanya, ”Hua Louhan” yang berarti “dewi pelindung”, membuat ikan ini kadang dianggap sebagai pembawa keberuntungan bagi yang memeliharanya. Semakin unik ikan ini, seperti “jenong”-nya dan sisik yang indah atau terdapat tanda yang menyerupai huruf tertentu pada badannya, maka harganya pun semakin mahal.

Sebenarnya ikan Louhan adalah spesies hybrid. Ini berarti ikan Louhan bukan spesies murni dari alam, namun hasil perkawinan silang oleh manusia. Oleh sebab itu di pasaran dapat ditemui bermacam-macam jenis ikan Louhan hasil perkawinan silang, antara lain :

Louhan Cencu (Zhen Zhu) : dikenal juga dengan Louhan Mutiara. Dari perkawinan silang jenis ini dihasilkan lagi beberapa varian baru seperti : Ikan Louhan SRD (Super Red Dragon), Blue Dragon Louhan, ikan louhan SRM (Super Red Magma) dan masih banyak jenis varian lagi.

Louhan Kamfa (Chinghwa) : jenis ini lahir sekitar tahun 2000 dan merupakan hasil perkawinan jenis flowerhorn dengan spesies Vieja atau Parrot Cichlid.

Louhan Golden Base atau Faders : Louhan jenis ini tidak memiliki tanda di tubuhnya. Diduga jenis ini hasil perkawinan silang Louhan Red Devil Chichlid  atau Midas Chichlid.

Louhan Kamalau atau Golden Monkey : jenis ini berasal dari Malaysia dan mulai masuk ke pasaran tahun 2001. Wajahnya yang mirip monyet (monkey) membuat ikan jenis ini diberi nama Golden Monkey.

Louhan Red Texas : merupakan hasil perkawinan silang Louhan Kingkong Parrots dengan Louhan Green Texas Chichlid.

Louhan Thai Silk : ciri Louhan jenis ini adalah seluruh tubuhnya ditutupi mutiara. Semakin penuh mutiara di sekujur tubuhnya, semakin tinggi nilai jualnya.

Louhan Bonsai : disebut demikian karena tubuhnya yang cenderung bulat dan pendek.

Untuk membudidayakan ikan Louhan, sebenarnya tidaklah sulit. Asalkan setiap langkah pekerjaan dilakukan dengan benar. Berikut sekilas cara budidaya ikan Louhan di akuarium.

  1. Pilihlah akuarium yang cukup besar. Agar aman, paling tidak ukuran akuarium 60x120 cm.
  2. Untuk indukan, dianjurkan usianya minimum satu tahun agar diperoleh kualitas telur yang bagus. Indukan harus memiliki badan yang bagus dan tidak cacat. Bedakan antara Louhan jantan dan betina. Louhan jantan kelaminnya lancip dan mengarah ke belakang. Sedangkan Louhan kelaminnya membulat dan mengarah ke depan. Jika ragu, dapat bertanya pada orang yang lebih ahli.
  3. Perhatikan kualitas air dalam akuarium terutama PH dan suhu. Budidaya Louhan membutuhkan PH normal (sekitar 7). Sedangkan suhu air ideal sekitar 26 sampai 30 derajat Celcius. Ganti air akuarium paling tidak seminggu sekali. Disarankan menggunakan air sumur yang telah didiamkan selama 48 jam.
  4. Perhatikan jika indukan telah siap dipijah. Biasanya Louhan jantan menjadi lebih afresif dan selalu dekat dengan Louhan betina. Lebih baik jika jantan dan betina dipisah dengan menggunakan sekat kaca. Jika betina telah menunjukkan akan bertelur, lepaskan penyekat.
  5. Setelah pemijahan berhasil, keluarkan indukan jantan dari akuarium, agar telur tidak dimakan.
  6. Dua hari setelah indukan betina bertelur, telur akan menetas. Jaga suhu dan PH agar tetap stabil.
  7. Pada hari keempat menetas, berilah kutu air untuk makanan larva.
  8. Untuk menjaga kebersihan air, filter dapat dihidupkan. Namun disarankan ujung pipa penyedot ditutup dengan kain agar larva tidak ikut tersedot.
  9. Selanjutnya, untuk menjaga agar pertumbuhan anakan Louhan berjalan baik, perhatian pemberian makanannya. Makanan dapat berupa pelet khusus untuk Louhan, cacing sutra, cacing tanah, cacing darah, kutu air, artemia, dan jentik nyamuk. Selamat mencoba. (555)