Budidaya Kura-Kura Brazil Bagi Pemula

Jumat, 06 September 2019, 10:39 WIB

Kura-kura Brazil menjadi salah satu jenis reptil yang paling difavoritkan untuk dipelihara, terutama bagi kalangan pecinta hewan reptile. | Sumber Foto:DOk AGRONET

AGRONET --  Kura-kura Brazil menjadi salah satu jenis reptil yang paling difavoritkan untuk dipelihara, terutama bagi kalangan pecinta hewan reptile. Hal ini dikarenakan pemeliharaan kura-kura brazil relatif mudah. Warna tempurungnya sangat cantik, bentuknya juga sangat unik apalagi saat masih anakan.

Dengan melihat peluang dan potensinya maka budidaya kura-kura Brazil bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan.

Budidaya kura-kura brazil tentu saja tidak mudah dan cepat. Dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran untuk memulainya. Terdapat beberapa langkah pemeliharaan yang wajib dilaksanakan dengan benar dan seksama.

  1. Memilih Indukan

 Langkah awal dalam budidaya kura-kura brazil adalah memilih indukan. Indukan yang dipilih haruslah merupakan indukan yang berkualitas, sebab dengan indukan yang berkualitas akan menghasilkan anakan yang berkualitas pula.

Ada beberapa kriteria yang pastinya harus dipenuhi dari indukan yang berkualitas. Kriteria tersebut antara lain:

  • Indukan haruslah berumur lebih dari dua tahun
  • Ukuran kura-kura  yang ideal dan siap kawin biasanya sebesar piring.
  • Indukan harus dalam keadaan sehat dan tidak terpapar virus atau penyakit.
  • Indukan kura-kura juga tidak mengalami cacat, dalam hal ini tidak terdapat kerusakan pada semua bagian organ tubuh terutama tempurung.
  • Tubuh indukan juga harus berukuran gemuk atau besar, ini juga menandakan bahwa indukan sudah siap kawin.
  • Kondisi tempurung kura-kura haruslah bersih.
  • Kura-kura memiliki gerakan yang aktif.
  • Jika semua kriteria ini terpenuhi maka secara fisik kura-kura akan mampu bertelur dalam jumlah yang banyak sehingga budidaya yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia. 
  1. Siapkan Kolam Budidaya

Untuk lokasi budidaya sebaiknya dilakukan di dalam kolam. Sebab cara ini akan lebih efisien dan sesuai dengan habitat alami dari kura-kura Brazil. Kolam pemijahan harus dibuat berbeda dengan kolam tempat hidup kura-kura Brazil sehari-hari.

Pembuatan kolam dapat mengikuti cara berikut:

  • Ukuran ideal kolam dibuat setidaknya dengan panjang 2 meter dan lebar 3 meter.
  • Kemudian dibuat sekat atau dibagi dua di antara kandang.
  • Satu sekatan untuk daerah yang diisi air.
  • Kemudiak satunya lagi diisi dengan pasir.
  • Pembuatan sekat harus benar-benar rapat, sebab pasir tidak boleh tercampur dengan air.
  • Dengan kata lain pasir harus dalam keadaan kering.
  • Saat indukan betina akan bertelur maka ia dapat meletakkan telurnya di atas pasir.
  • Buat saluran air pada kolam sekatan yang berisi air, untuk menjaga agar air kolam tetap bersih dan pertukaran air berjalan dengan lancar.
  • Jangan lupa menambahkan lampu bohlam dengan daya 10 watt. Letakkan lampu pada jarak kurang lebih 10 cm di atas kolam berpasir.
  • Setelah semua siap maka tahapan selanjutnya dilanjutkan dengan proses mengawinkan indukan.  
  1. Mengawinkan Indukan

 Setelah kolam siap, berikut langkah untuk membuat indukan kawin dan bertelur:

  • Masukkan indukan ke dalam kolam berair, proporsi indukan adalah 1 ekor jantan dan 2 ekor betina.
  • Biarkan indukan saling berinteraksi dan beradaptasi dengan sendirinya.
  • Saat keduanya sudah menunjukkan ketertarikan maka dalam waktu 2-5 hari indukan akan melakukan perkawinan.
  • Hasilnya akan kita lihat telur-telur yang terletak di kolam pasir.
  • Untuk makanan dan nutrisi, berikan sayuran dan serangga misalnya Jangkrik.
  • Usahakan untuk memberikan pakan dalam porsi yang cukup dan tidak berlebihan.
  • Setelah indukan bertelur maka tahapan selanjutnya melakukan penetasan telur.
  1. Menetaskan Telur

 Penetasan dapat dilakukan secara alami ataupun buatan. Keduanya memiliki resiko masing-masing. Menetaskan telur kura-kura brazil secara buatan dianggap lebih efektif sebab dapat mengurangi resiko kematian anakan dan juga resiko kegagalan telur menetas.  

Berikut cara menetaskan telur kura-kura brazil :

  • Siapkan alat dan bahan untuk membantu penetasan buatan.
  • Siapkan wadah transparan seperti akuarium atau wadah yang lainnya.
  • Siapkan juga media substrat seperti tanah, pasir atau Vermikulit, aspen bedding dan pet moss.
  • Siapkan juga termometer untuk mengukur kelembaban.
  • Setelah semua bahan dan alat siap kemudian masukkan substrat kedalam akuarium atau wadah yang akan digunakan sebagai tempat menetaskan telur.
  • Isikan substrat ke dalam wadah setinggi setengah tinggi media.
  • Ukur suhu ideal pada substrat yakni 27-30 derajat celcius.
  • Apabila sudah sesuai maka pindahkan telur tadi ke dalam wadah.
  • Buat lubang dengan kedalaman 10-20 cm, hal ini dilakukan sebagai tempat meletakkan gelur supaya telur tidak goyang.
  • Sisakan bagian pucuk telur agar tetap nampak dipermukaan substrat, untuk mengecek apakah telur busuk atau tidak.
  • Jika terdapat telur yang keriput dan peyot, sebaiknya dikeluarkan. Sebab telur tersebut tidak akan bisa menetas. Jika tidak segera dikeluarkan dikhawatirkan justru akan mengganggu telur lainnya.
  • Biasanya waktu yang dibutuhkan bagi telur kura-kura Brazil untuk menetas adalah 2-3 minggu.  
  1. Memelihara Anakan

Dengan pemeliharaan yang benar, anakan akan dapat tumbuh optimal sehingga kemudian bisa dipanen, dijual dan memberikan keuntungan.

Berikut cara merawat anakan kura-kura brazil yang baru menetas :

  • Setelah menetas, sebaiknya anakan kura-kura dibiarkam selama satu hari.
  • Jangan diberi makan  apapun selama 1-2 hari. Sebab anakan kura-kura sudah memiliki cadangan makanannya sendiri yang terkandung di dalam telurnya.
  • Setelah 1-2 hari berikan makanan khusus untuk si bayi kura-kura. Berupa ikan-ikan kecil yang banyak dijual di toko ikan. Atau bisa juga berikan makanan berupa serangga kecil dan potongan sayuran.
  • Lakukan perawatan dan pemeliharaan secara intensif seperti pengecekan air kolam. Jaga kondisi kolam dan airnya agar selalu bersih.
  • Amati perkembangan bayi kura-kura setiap saatnya. Jika ada anakan yang mengalami sakit sebaiknya dipisahkan. (Dari berbagai sumber/ 234)

BERITA TERKAIT