Pesona Manggis, Si Hitam Manis

Selasa, 06 Maret 2018, 22:21 WIB

Buah manggis.

Hitam, kulitnya hitam, tetapi putih isinya, itulah manggis namanya.

AGRONET-Penggalan lirik lagu di atas pernah populer tahun 80-an dan didendangkan oleh penyanyi dangdut Rita Sugiarto. Saat itu pun buah manggis sudah cukup populer namun terkesan mewah dan agak sulit didapat.

Jarang terlihat rakyat kecil yang mengonsumsi buah itu. Beda dengan sekarang, buah manggis lebih memasyarakat. Buah ini pun dijual berjajar dengan duku, jeruk, maupun rambutan di pinggir-pinggir jalan. Semua kalangan sekarang telah terbiasa membeli manggis.

Dengan nama latin Garcinia mangostana, manggis berasal dari Semenanjung Malaya. Manggis biasa tumbuh di dataran rendah yang memiliki ketinggian 600 m di atas permukaan air laut (dpl).

Menanam manggis

Tanaman manggis bisa dibiakkan dari bijinya, bisa juga dengan cara okulasi/stek atau mencangkok/vegetatif. Pembiakan dengan biji memang akan menghasilkan bentuk buah yang saa seperti induknya. Namun, tanaman manggis dari pembiakan melalui biji akan memakan waktu lama untuk berbuah. Biasanya memerlukan waktu delapan tahun atau bahkan lebih saat pertama kali berbuah.

Adapun ketika pembiakan dilakukan dengan cara mencangkok, buah manggis sudah bisa berbuah pertama kali pada usia sekitar lima tahun. Pembiakan dengan model kultur jaringan juga akan menghasilkan bibit yang baik.

Manggis cocok ditanam di daerah yang lembab maupun yang agak kering. Suhu yang cocok untuk manggis adalah sekitar 20 hingga 30 derajat Celcius. Sedangkan untuk lahan, manggis cocok di lingkungan tanah dengan derajat keasaman (ph) lima sampai tujuh.

Daun tanaman manggis sangat peka terhadap pancaran sinar matahari langsung. Manggis tidak cocok untuk lingkungan yang terlalu panas. Tanaman ini bisa hidup di ligkungan air tanah yang agak dangkal atau dalam daerah beriklim basah. Untuk bibit baru manggis seyogianya diberi sebuah naungan yang akan berfungsi untuk membuat pertumbuhannya semakin baik. Jika tidak ada perlindungan, perkembangan buah ini akan semakin sulit dan daun-daunnya akan terbakar akibat terkena sinar matahari langsung.

Sebaiknya manggis  ditanam menjelang musim hujan. Tempat tanaman manggis perlu dibuatkan lubang yang idealnya berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm (panjang x lebar x tinggi)..

Jarak tanam juga harus mendapat perhatian. Normalnya, jarak antartanaman manggis adalah 10 x 10 m. Di sela-sela dua tanaman manggis sebaiknya diberi pohon pelindung, yakni pisang. Jarak antartanaman pisang dan pisang dengan manggis sekitar 2,5 m.

Pemupukan

Akan lebih baik untuk lubang galian tempat menanam manggis diberi pupuk kandang. Masing-masing galian ditaburi pupuk kandang sekitar 20 kg. Jangan sampai ada bibit manggis yang tumbuhnya miring atau condong. Jika sampai terjadi seperti itu, maka perlu dipasang tonggak yang mengembalikan agar tanaman manggis kembali tegak.

Penyiraman tanaman manggis dilakukan seperlunya. Jika tanah di sekitar tanaman manggis mengering, maka penyiraman sangat dibutuhkan.

Pada proses pembibitan  manggis sebaiknya dilakukan pada musim produktif bagi tanaman ini.  Supaya tumbuh lebih sempurna, tanaman manggis tetap memerlukan pupuk kimia. Agar tumbuh dan buahnya optimal, komposisi pupuk buatan adalah 60 gram urea + 50 gram TSP + 25 gram KCl untuk setiap pohonnya. Pemupukan dilakukan 4 kali, dengan selang 3 bulan sekali pada tahun pertama pertumbuhan tanaman manggis ini.

Dalam memanen, petiklah buah manggis yang warnanya sudah merah kehitaman. Perhatikan pula umur buah manggis. Jangan petik buah manggis sebelum umurnya minimal 120 hari, terhitung sejak bunga dari pohon manggis ini mekar. Cara memanen buahnya pun dipetik satu per satu. Harus hati-hati pula saat Anda memetik manggis. Jika buah manggis terjatuh, maka bisa menimbulkan memar dan bisa muncul warna cokelat pada daging buah tersebut. (berbagai sumber/442)

BERITA TERKAIT