Anggur Hijau yang Penuh Gizi

Selasa, 20 Maret 2018, 16:07 WIB

Perkebunan anggur hijau.

AGRONET-Keberadaan anggur hijau kini jarang terlihat. Di pasar-pasar atau pertokoan, nyaris tak ada pedagang yang menjual anggur hijau. Padahal, pada zaman dulu, anggur hijau banyak ditanam di perkebunan atau bahkan di halaman rumah penduduk.

Anggur hijau bisa berbuah sepanjang tahun. Tak hanya itu, anggur ini juga memiliki kandungan gizi sangat tinggi. Selain sedikit karbohidrat, anggur hijau mengandung vitamin A, B6, K, C, lemak jenuh, potasium, zat besi, magnesium, serta fosfor. Lantaran itu, anggur hijau sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Untuk membudidayakan anggur hijau tidaklah sulit. Sebaiknya pilihlah bibit anggur hijau hasil dari pengembangan secara vegetatif atau stek. Bisa juga menanam dengan biji, namun ini akan memakan waktu lebih lama dan biasanya hasil buahnya akan terasa berbeda saat dimakan. Bibit anggur hijau dapat dibeli di toko bibit. Untuk bibit anggur hijau yang baik minimal memiliki dua tunas, berdaun segar, serta tidak terkena hama.

Pembuatan Lahan 

Lingkungan yang cocok untuk tempat tumbuhnya anggur hijau adalah dataran rendah dengan ketinggian sekitar 300 hingga 800 m di atas permukaan air laut (dpl). Lahan yang akan menjadi tempat tumbuhnya anggur haruslah bersih dari tanaman pengganggu (gulma). Kemudian gemburkan lahan lebih dulu dan usahakan agar derajat keasaman (pH) tanah berada di kisaran 5. Bila pH di bawah 5, maka perlu diberi dolomit (kapur) secukupnya.

Jika tanah sudah gembur, buatlah bedengan dengan ukuran lebar 150 cm, tinggi 50 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Adapun jarak antarbedengan sekitar 100 cm. Jarak ini sekaligus berfungsi sebagai akses jalan dan drainase air.

Setelah itu, buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm dengan jarak tanam sekitar 3 x 3 m atau 5 x 4 m. Biarkan lubang tanam selama 2 minggu disinari matahari secara penuh. Ini agar bibit hama dan penyakit pada media tanam mati.

Tanam bibit anggur hijau secara hati-hati. Usahakan agar posisi bibit tegak dan akar serta batangnya jangan sampai rusak. Campurkan tanah, pupuk kandang/kompos, dan sekam yang sudah mengalami fermentasi ke dalam lubang tanam. Tanah di sekitar bibit anggur perlu diratakan dan dibuat agak adat agar tanaman tidak roboh.

Pemupukan dan Hormon Tambahan  

Perlu pemberian asupan makanan atau nutrisi pada tanaman anggur secara berkala. Berikan pupuk minimal sebulan sekali. Asupan gizi bisa berupa pupuk kandang atau pupuk organik.

Pupuk organik atau pupuk kimia berupa 20 butir NPK (nitrogen, fosfor, kalium) dipendam di sekitar pohon anggur. Untuk pupuk kandang bisa berupa 1 kg kompos. Kedua jenis pupuk ini diberikan sekali dalam sebulan.

Di samping itu, agar pertumbuhan buah lebih cepat terjadi, maka perlu dilakukan pemberian hormon perangsang buah. Pemberian hormon ini juga akan membuat anggur hijau yang dihasilkan bisa berkualitas.

Hormon perangsang untuk anggur hijau bisa disiramkan ke lahan dan bisa juga disemprotkan ke dahan/batang tanaman sebanyak satu kali dalam sebulan. Hormon pertumbuhan anggur hijau berupa satu sendok teh bubuk pupuk organik cair (POC) Bumi Makmur Walatra (BMW) dicampur air 15 liter.

Perambatan

Anggur adalah tipe tanaman merambat. Karena itu, harus dibuat perambatan atau para-para yang berfungsi sebagai media perambat bagi tanaman anggur. Bahan perambatan bisa terbuat dari bambu, kawat, atau kayu.

Agar memudahkan dahan tanaman anggur menuju perambatan, maka perlu disediakan alat bantu. Caranya, tancapkan batang bambu atau kayu pada setiap tanaman anggur hingga terhubung ke perambatan. Fungsinya, batang bambu ini akan menjadi sarana tanaman anggur untuk merayap menuju perambatan.

Perawatan

Untuk tanaman anggur yang tidak tumbuh atau mati, lakukan penyulaman. Apabila tanaman anggur tumbuh terlalu rapat, maka perlu dilakukan penjarangan.

Anggur bukanlah tanaman yang memerlukan banyak air. Di musim hujan, anggur tidak memerlukan penyiraman. Sedangkan di musim kemarau, tanaman anggur cukup disiram sehari sekali.

Tanah yang becek akan mengganggu pertumbuhan tanaman anggur. Juga perlu diperhatikan agar sekeliling tanaman anggur senantiasa bersih dari gulma.

Bilamana tanaman anggur sudah mencapai tinggi di atas 2 m, buatlah percabangan deangan rumus 1:3:9.  Artinya, satu batang anggur dibuat/diusahakan menjadi tiga cabang.Nah setiap cabanng ini dikembangkan menjadi tiga cabang juga.

Saat tanaman anggur berumur setahun, lakukan pemangkasan. Tiap tiga ruas di atas (bukan yanng bawah) perlu dipangkas dan buang semua daun pada ranting tersebut. Ruas yang dipangkas itulah nanti yanng akan menghasilkan anggur.

Sekitar dua minggu setelah pemangkasan, biasanya akan tumbuh tunas baru dan diiringi munculnya bunga. Dua atau tiga bulan kemudian, buah anggur sudah mulai besar dan layak dipetik.     

Anggur hijau juga bisa terkena serangan hama binatang. Jenis gangguan itu bisa berupa kumbang, werenng daun, rayap, ulat, kutu putih, musanng, tupai, burung, dan kalong. Untuk menanganinya, semprotkan inesktisida antilat (sesuai dosis) setiap empat atau lima kali sehari. Aroma antilat akan membuat hama tidah betah mendekati tanaman anggur.

Bisa juga gangguan lain berupa jamur. Cara mengatasinya, semprotkan fungisida hayati setiap empat hari sekali. Insya-Allah tanaman anggur hijau Anda akan terbebas dari gangguan hama. (berbagai sumber/442)