Buka Puasa dengan Timun Suri Hasil Panen Sendiri

Kamis, 10 Mei 2018, 19:57 WIB

Timur suri yang telah siap dipanen. | Sumber Foto:Berbagai sumber


AGRONET - Mentimun Suri atau Timun Suri. Atau, dikenal dengan nama lain timun betik atau barteh. Adalah tumbuhan semusim penghasil buah dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae).

Buah timun suri yang setengah masak biasanya dijual secara musiman pada bulan Ramadhan karena daging buahnya merupakan komponen minuman penyegar untuk berbuka puasa. Timun suri mengandung kalium yang cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk menjaga kesegaran tubuh. Timun suri memiliki bentuk memanjang seperti mentimun namun bentuk daun dan ukuran bijinya lebih menyerupai blewah ataupun melon.

Untuk budidaya timun suri, siapkan lahan. Lahan dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman lainnya. Selanjutnya, gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul.

Buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80-90 cm dengan panjang dan tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Dalam setiap bedengan dibuat 2 lajur yaitu kanan dan kiri dan bagian tengahnya dibuat parit dengan lebar sekitar 40-50 cm. Jika pH tanah di bawah 5,5 maka lakukan pengapuran dengan dolomit.

Lakukan pula pemupukan dasar pada bedengan dengan menggunakan pupuk organik ataupun nonorganik. Pupuk organik yang digunakan dapat berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Pupuk anorganik yang bisa digunakan yaitu pupuk TSP/SP-36, KCl, dan Urea/ZA dengan perbandingan 2 : 1 : 1.

Pupuk-pupuk tersebut ditaburkan secara merata di atas bedengan lalu dicampur dengan tanah hingga rata. Pemupukan dasar ini biasanya dilakukan 10-15 hari sebelum tanam. Setelah lahan, siapkan bibit timun suri.

Benih timun suri dapat diperoleh dengan cara membuat benih sendiri dari tanaman sebelumnya. Timun suri yang akan dijadikan bibit dipilih yang telah tua dan sehat lalu diambil bijinya. Jika tidak ingin ribet, dapat membeli biji benih di toko pertanian.

Setelah biji benih didapatkan, seleksi biji benih dengan cara merendamnya dalam air. Jika ada benih yang mengapung buang saja karena itu berarti kurang baik. Setelah diseleksi, tiriskan dan jemur benih hingga kering.

Benih timun suri dapat ditanam langsung ataupun disemai terlebih dahulu. Namun untuk mendapatkan tanaman yang seragam, sebaiknya benih disemai dalam polybag semai. Media semai yang digunakan yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 2 : 1.


Jika media semai sudah dimasukkan dalam polybag, benamkan 1 benih dalam setiap polybag.
Bibit timun suri yang berumur sekitar 10 hari setelah semai maka dapat dilakukan penanaman. Jarak tanam yang digunakan dalam penanam timun suri yaitu sekitar 70-80 cm.

Dalam setiap lubang tanam yang dibuat dengan ke dalam sekitar 2 cm ditanami 2 benih bibit lalu timbun kembali dengan tanah dan siram agar lahan tetap lembab. Perawatan tanaman timun suri cukup lakukan penyiraman seperlunya saja karena tanaman timun suri tahan pada kekeringan dan cuaca yang panas. Lakukan pengontrolan tanaman, jika ada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal lakukan penyulaman dan ganti dengan tanaman yang baru.

Penyulaman ini dilakukan maksimal hingga tanaman berumur 10 hari setelah tanam. Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di sekitar tanaman. Pemupukan pada tanaman timun suri dilakukan sebanyak 5 kali selama musim tanam yaitu pada saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam, 17 hari setelah tanam, 24 hari setelah tanam, 31 hari setelah tanam dan 40 hari setelah tanam.

Pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK. Pemberian pupuk susulan ini dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor. Timun suri dapat mulai dipaen setelah berumur sekitar 60 sampai 70 hari setelah tanam.

Buah timun suri yang siap panen yaitu buah yang sudah cukup tua dengan ditandai oleh tangkai buah yang mengering atau buah yang lepas dari tangkainya. Dalam satu kali musim tanam, dapat dilakukan sebanyak 10-15 kali pemanenan yang dilakukan secara bertahap tergantung pada kondisi dan perawatan tanaman. (Berbagai sumber/111)