Jambu Kristal, Jambu Nonbiji Paling Diburu

Jumat, 18 Mei 2018, 14:29 WIB

Jambu kristal siap panen. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET – Jambu biji kristal atau jambu kristal adalah mutasi dari residu Thailand Pak, ditemukan pada tahun 1991 di Kabupaten Kao Shiung - Taiwan. Diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1991 oleh Taiwan Technical Mission. Jambu kristal sebenarnya tidak benar-benar berbiji seperti kristal namu hanya jumlah biji kurang dari 3 persen / 1 buah, jambu kristal sepintas hampir tidak ada biji.

Budidaya jambu kristal memang masih sangat sedikit peminatnya namun di situlah letak peluang bisnis yang sebenarnya. Karena, semakin sedikit pesaing bakal semakin banyak permintaannya. Berikut adalah tata cara budidaya jambu kristal yang baik dan benar.

Siapkan tanah yang tidak harus rata, tanah perbukitan yang miring juga bisa digunakan untuk lahan dengan membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam, untuk penggemburan bisa dengan dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuat bedengan dengan ukuran 1,20 dengan panjang yang disesuaikan dengan panjang lahan.

Untuk penanaman dalam pot gunakan media tanam tanah, pupuk kandang, dan sekam dengan perbandingan 1:2:2, usahakan sebelum ditanam, dasar pot diisi dulu dengan kerikil/batu apung/busa.

Untuk pemeliharan tanaman, lakukan penjarangan dan penyulaman. Ini mutlak harus dilakukan, gulma-gulma yang menggangu tanaman harus dibersihkan sampai radius 1,5 - 2 m sekeliling tanaman. Bila bibit mati harus segera diganti dengan bibit yang baru yang bagus.

Penyiangan dilakukan dengan membuang tunas yang ada di batang utama sehingga buah bisa besar dan manis. Setiap sebulan sekali tanah di sekitar tanaman harus dilakukan pembalikan dan penggemburan agar tanah tetap lunak hingga tanaman benar-benar kuat.

Perempalan/pemangkasan pada ujung-ujungnya dilakukan setelah tanaman berumur 2 tahun agar tanaman jambu kristal mendapat tajuk yang rimbun. Di samping mendapat tajuk yang rimbun juga untuk membentuk tanaman serta memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara. Pemangkasan juga dilakukan setiap tanaman habis dipanen.

Lakukan pemupukan secara berkala agar kesuburan lahan tetap terjaga dengan aturan, pada tahun 0-1 tahun umur penanaman bibit setiap pohon diberi pupuk dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 5 kg TSP, 100 gram urea dan 20 gram ZK yang ditabur di sekitar tanaman atau dimasukkan ke dalam lubang yang digali sedalam 30 cm dengan lebar 40 cm kemudian tutup kembali dengan tanah galian tadi.

Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun dilakukan dengan campuran NPK 250 gram/pohon dan TSP 250 gram/pohon dan diulang setiap 3 bulan sekali dengan takaran yang sama. Pemupukan tanaman umur di atas 3 tahun, kalau pertumbuhan tunas sudah kurang bagus berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama berarti tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 40 kg/tanaman.

Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan ditanam, penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore. Dan, minggu-minggu berikutnya dikurangi menjadi 1 kali sehari yaitu pada sore hari. Apabila tanaman jambu kristal telah tumbuh benar-benar kuat, frekuensi penyiraman dapat dikurangi lagi yaitu dilakukan saat diperlukan saja.

Bila hujan turun terlalu lebat diusahakan sekitar tanaman tidak tergenang air dengan cara membuat jalur untuk mengalirkan air. Sebaliknya, pada musim kemarau, bila tanah sudah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang lebih 3000 m2 dan dilakukan sekali setiap sore.

Hama dan penyakit yang ditemukan pada tanaman jambu kristal antara lain ulat daun, kumbang buah, jamur karat merah, kutu putih, jamur embun jelaga, kutu putih, kutu kebul dan juga lalat buah. Untuk serangan lalat buah bisa dilakukan dengan pembungkusan buah tetapi jika serangan meningkat bisa dilakukan pengendalian dengan umpan beracun, penyemprotan tanaman dengan insektisida dengan bahan aktif Chlorpyrifos bila diperlukan.

Trapping atau perangkap dengan atraktan dengan bahan aktif Metyl eugenol, jika dirasa terlalu mahal bisa digunakan air rebusan selasih atau pala yang juga mengandung metyl eugenol. Pembungkusan buah dapat dilakukan setelah kelopak bunga sudah hampir rontok dengan menggunakan plastik bening. Sebelum dibungkus plastik bisa disarungi dulu dengan jaring buah yang terbuat dari bahan sterofoam.

Masa panen, pada umumnya budidaya jambu kristal berbuah setelah umur 2 tahun, namun dengan bibit cangkokan jambu kristal bisa cepat berbuah saat umur 6 bulan. Dan, bisa dipanen saat jambu sudah berwarna putih kekuning-kuningan bila dibandingkan dengan buah yang masih hijau dan belum matang. Lakukan penyortiran untuk memisahkan buah menurut kualitasnya dan yang siap untuk dipasarkan. (Berbagai sumber/111)

BERITA TERKAIT