Menanam Jahe Merah dalam Karung

Jumat, 01 Juni 2018, 14:43 WIB

Pembibitan jahe merah. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Jahe merah memiliki nama latin Zingiber officinale linn var rubrum rhizome. Jahe termasuk ke dalam suku zingiberaceae (temu-temuan). Jahe merah dapat dipakai sebagai obat gosok mengobati encok dan sakit kepala.

Secara umum, efek farmakologis jahe merah mengandung banyak manfaat seperti melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antiradang, penambah nafsu makan dan sangat baik dikonsumsi oleh wanita yang sedang dalam menstruasi untuk mengurangi rasa sakit pada saat haid.

Yang dimanfaatkan dalam jahe merah adalah rimpangnya, atau rhizoma, batang yang menjalar dan banyak menyimpan produk metabolisme tertentu. Di dalam jahe merah banyak mengandung senyawa kimia seperti gingerol, zingeron dan shogaol. Selain itu, 1-4 % mengandung minyak atsiri dan oleorosin.

Dari minyak atsiri sendiri mengandung zingerberin, kamfena, pati, asam organik, asam malat, asam aksolat dan gingerin. Bagi mereka yang ejakulasi dini dan mudah lelah, sangat berguna untuk memulihkan stamina, meredakan nyeri dan pegal linu, merangsang kemampuan ereksi, memperkuat daya tahan sperma, melindungi hati, penghangat tubuh, meregenerasi sel-sel kulit tubuh, mencegah penuaan dini, mencegah proses penuaan dini, masuk angin, anti rematik, obat pencahar sembelit dan BAB yang kurang lancar, mengobati pusing dan amandel serta radang tenggorokan, sakit pinggang dan asma.

Tak heran jika jahe merah menjadi tanaman apotik hidup di kebun-kebun rumah. Banyak orang yang bersedia menanam jahe merah sendiri. Tak perlu repot lagi karena sekarang bibit jahe merah bisa diperoleh dengan mudah dari toko-toko online atau melalui situs di mana kita bisa memesan langsung dari produsennya, dan mereka siap mengantarnya.

Yang perlu diperhatikan dalam pembelian bibit jahe merah adalah untuk memperhatikan kualitas produk yang hendak dijual. Produsen yang baik akan menjual bibit jahe merah yang tersertifikasi dari kebun benih sertifikasi. Produknya berasal dari produk yang baik dalam arti telah melalui proses semai sulam seleksi dari kebusukan bibit dan seleksi perkecambahan benih.

Produknya bukan berasal dari bonggol rimpang yang dijual kiloan dan belum melewati fase seleksi bibit unggul. Budidaya jahe merah tidaklah sulit, yang diperlukan adalah sepetak tanah di belakang halaman rumah, atau di depan rumah, itupun tak memerlukan tempat yang luas karena jahe merah bisa ditempatkan di pot-pot yang sebelumnya telah diberikan media tanam.

Ada dua jenis budidaya jahe merah yakni yang ditempatkan dalam bag culture dan yang ditempatkan dalam karung. Untuk yang ditempatkan dalam bag culture dilakukan karena kurang alias terbatasnya lahan sekarang, selain itu juga dengan ditanam dalam bag culture tanaman bisa lebih higienis karena tersimpan dalam bag culture dan bisa terhindar dari penyakit daun layu.

Adapun budidaya jahe merah di karung, inilah yang banyak dilakukan oleh para petani jahe merah, yakni menanamnya di sela-sela tanaman utama seperti kopi, coklat dan lainnya (tanaman tumpang sari) dengan media tanam di polybag, glangsing dan karung yang telah diisi tanah atau bokashi. Bokashi adalah metode pengomposan yang lebih cepat menggunakan larutan EM4 yang mengandung bakteri asam laktat, bakteri fotosintesis, actinomycetes dan ragi.

Setelah bibit jahe merah ini dimasukkan ke media tanam, lakukan secara berkala pemupukan dengan bokashi dan SOT HCS yang disemprotkan pada bibit tanaman. SOT HCS bisa disemprotkan 2 minggu sekali, sedangkan bokashi ditambahkan seiring dengan pertumbuhan tunas bibit jahe sampai polybag terisi dengan ketinggian 80 %. Setelah polybag terisi penuh bokashi yang dilakukan hanyalah perawatan sederhana seperti penyiraman atau penyemprotan SOT HCS 2 minggu sekali sampai masa panen tiba sekitar 10-12 bulan.

Cara menanam jahe merah yang bagus biasanya ditempatkan dalam karung. Setelah mendapatkan bibirnya, patahkan rimpang jahe tersebut menjadi 2-3 ruas, di tiap ruas minimal ada 2 mata tunas. Tuang tanah bercampur bokashi ke dalam karung dengan ketinggian 15 cm.

Jika karungnya besar, lipat sesuai kebutuhan untuk mendapatkan ketinggian yang sesuai, lantas masukkan tunas bibit jahe ke dalam karung. Dalam satu karung isi sekitar 2-3 titik tanam supaya hasil pembibitan bisa tumbuh secara maksimal. Cara menanam jahe merah ini sangat sederhana, bila telah menginjak 2-3 bulan dan bibir sudah terlihat menyembul, lakukan lagi pengurukan hingga usia 8 bulan sampai karung terisi penuh.

Selanjutnya, di dalam perawatan tanaman ini cukup mudah. Perawatan ini bisa dilakukan dengan sekali sehari, tetapi dalam kondisi panas dan kering, butuh penyiraman 2-3 kali dalam sehari. Apabila usia jahe sudah mencapai 2-4 minggu lakukan pengocoran dengan menggunakan fermentasi SOT HCS.

Jika perawatan sederhana ini dilakukan dengan baik sesuai dengan petunjuk, bukan tidak mungkin akan menghasilkan panen yang melimpah. Bahkan, ada juga seorang petani yang dalam setiap karungnya mampu memanen jahe sebanyak 20 kg. Itulah metode menanam jahe merah di dalam karung. (Berbagai sumber/111)

 

BERITA TERKAIT