Satu Batang Tiga Buah Melon Organik

Sabtu, 09 Juni 2018, 17:34 WIB

BUah melon hasil panen siap dijual. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Dalam berbudidaya tanaman melon, sering terdengar para pembudidaya kurang beruntung dalam hasil panen. Tanaman melon termasuk komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Konsumen buah eksotik ini masih didominasi oleh kalangan menengah atas, mengingat harganya sangat tinggi dan pasarnya masih bersifat eksklusif.
 
Satu batang buah tiga, merupakan cara baru dalam sistem budidaya melon yang saat ini sedang dikembangkan oleh para petani melon di Lampung Timur. Berbeda dengan cara yang selama ini dilakukan oleh para pembudidaya melon, di mana dalam satu batang hanya menghasilkan satu buah.

Sistem budidaya melon buah tiga ini dipelopori oleh Firhat Lautsi, Ketua Paguyuban Petani dan  Pedagang Sayuran (P3S) Lampung. Selain dapat menghasilkan tiga buah melon super dalam satu batang, para petani juga dapat menghemat biaya karena terjadi penurunan jumlah populasi tanaman dari 12 ribu batang/hektar (pola lama) menjadi hanya 5,5 ribu batang/hektar.

Meskipun terjadi penurunan, jumlah popolasi tegakan melon yang cukup tinggi yakni mencapi 50 persen, dengan pemeliharaan tiga buah melon perbatang, masih terjadi peningkatan hasil produksi yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan pola lama.

Teknik yang dibutuhkan adalah perhatian terhadap iklim. Diperlukan penyinaran sinar matahari penuh. Suhu optimal dalam berbudidaya sekitar 25-35 dengan 300-900 dpl. Angin yang bertiup cukup keras dapat dapat merusak pertanian melon.

Tanah liat yang baik untuk budidaya tanaman melon adalah tanah liat berpasir yang banyak mengandung organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol. Kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8 sampai 7,2.

Lakukan pembuatan media semai dan penanaman benih melon. Siapkan tanah akar bambu (diayak) 50-100 kg, setelah diayak, siram dengan larutan Scobia (Biodekomposer) 100 ml + Zeo (hormon perangsang benih) 30 ml + air 5 ltr lalu peram selama kurang lebih 5 hari. Selanjutnya, media tanah akar bambu yang telah diperam lalu dijemur dan ditutup dengan plastik transparan (proses solarisasi). Setelah kering, dimasukkan ke polybag atau tray (alat bedengan benih).

Setelah media semai siap, siram terlebih dulu dengan air bersih (air sumur) sampai benar-benar rata. lalu benih melon langsung disemai dalam polybag atau tray tanpa harus direndam terlebih dahulu. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah dengan kedalaman 1- 1,5 cm. Benih ditutup dengan campuran abu sekam (diayak) dan tanah dengan perbandingan 1 : 5.

Untuk mencapai suhu optimal 32-35 derajat sesuai sarat tumbuhnya benih, tutup permukaan media semai dengan karung plastik/mulsa selama kurang lebih dua hari. Setelah benih mulai muncul tunas, tutup plastik dibuka, dan lakukan penyemprotan secara berhati-hati setiap hari selama dalam persemaian.

Kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam, dan beri perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka. Pada umur 7-8 hari, bibit melon siap ditanam di lahan. Sebelum tanam bibit melon disemprot dulu dengan ZEO (hormon) untuk mencegah stres pindah tanam. Dosis 2 ml/1ltr air.

Pembukaan lahan yaitu sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan, baru dihaluskan. Pembentukan bedengan dengan panjang bedengan maksimum disesuaikan dengan kondisi lahan; model pembuatan bedengan dengan sistem jajar legowo, di mana pembuatan bedengan  pertama dengan lebar bedengan (1) 100 cm; + lebar parit 70 cm + bedengan (2) 100 cm + Paret juluran tanaman 100 cm.

Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit, untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg. Penggunaan hormonik yaitu dosis HORMONIK: 1-2 cc/lt air atau 1-2 tutup HORMONIK + 3-5 tutup POC setiap tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK mulai usia 3-11 minggu, interval 7 hari sekali.

Penyiraman dilakukan sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.

Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur.

Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.

Ciri-ciri tanaman melon yang siap panen adalah ukuran buah sesuai dengan ukuran normal,
jala/net pada kulit buah sangat nyata/kasar, warna kulit hijau kekuningan. Umur Panen + 3 bulan setelah tanam. Waktu pemanenan yang baik adalah pada pagi hari. (Berbagai sumber/111)

BERITA TERKAIT

Komunitas