Bujangseta: Teknik Hasilkan Jeruk Sepanjang Tahun

Senin, 16 Juli 2018, 12:16 WIB

Budidaya jeruk hasil teknik bujangseta

AGRONET—Masalah yang kerap menghantui petani jeruk adalah masa produksi yang lama dan masa panen yang bersamaan. Sehingga saat jeruk hasil panen dijual ke pasar harganya jatuh.

Hal ini membuat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) berupaya menciptakan teknologi tepat guna agar petani jeruk bisa terus berkembang dalam membudidayakan jeruk. Salah satu teknologi baru yang dihasilkan yaitu Teknologi Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujangseta). Bujangseta diharapkan mampu mengatasi permasalahan petani.

“Adanya inovasi ini mampu mengatasi permasalahan petani terkait dengan pembuahan jeruk yang hanya terjadi sekali panen raya yang berkisar di bulan Juni, Juli, Agustus. Ke depan diharapkan petani dapat mengadopsi teknologi ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujar Muhammad Taufiq Ratule, Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika.

Sedangkan menurut Arry Supriyanto, peneliti Balitjestro, konsep dari Bujangseta adalah produksi jeruk yang bisa berbuah sepanjang tahun (off season) dan menghasilkan buah bermutu premium, seragam, citarasa sesuai pasar, kulit buah mulus, dan harga memadai.

Untuk teknik penerapan teknologi Bujangseta sendiri, menurut Ady Cahyono, koordinator kebun Percobaan Banaran tidaklah sulit. Langkah-langkanya terdiri dari:

1. Prunning atau pemangkasan

Pengaturan tajuk atau kanopi dengan cara pemangkasan, yakni pangkas cabang atau ranting yang sakit, pangkas cabang atau ranting yang tumbuh berseberang ke dalam tajuk, pangkas cabang atau ranting yang tumbu dominan, dan pangkas ranting bekas tangkai buah.

Tujuan dari pemangkasan ini untuk memacu pertumbuhan tanaman dimana tanaman akan tumbuh lebih sehat karena akan memacu pertunasan vegetatif dan generatif lebih seimbang, serta kelembaban dalam tajuk dapat dikurangi. Sehingga secara otomatis penyakit akan lebih mudah dikendalikan.

2. Nutrisi atau pemupukan

Berikan nutrisi organik berupa pupuk kandang sebanyak 40 kg pada tanaman jeruk umur 4.5 tahun sehingga tekstur dan struktur meningkat.

Pemberian pupuk NPK majemuk yaitu dengan kombinasi pemberian pupuk NPK dalam bentuk padat dan pupuk NPK dalam bentuk cair atau kocor secara bergantian dengan interval 1.5 bulan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemberian NPK padat yang ditanam melingkar dan ditimbun dibawah tajuk bagian terluar tanaman dengan dosis 500 gr dengan interval perlakuan 3 bukan sekali.

Dan langkah kedua berikan pupuk NPK cair atau kocor dengan cara melarutkan terlebih dahulu pupuk pupuk NPK padat dengan konsentrasi (1000 gr) + pupuk ZA (250 gr) yang dicairkan atau dilarutkan ke dalam air sebanyak 200 liter dan dikocorkan merata pada 10 tanaman ( 20 liter pertanaman) secara merata pada tanah dibawah bagian tajuk tanaman. Diberikan pada waktu 1,5 bulan setelah aplikasi pupuk padat, langkah ini dilakukan secara bergantian dengan interval pemberian 3 bulan sekali. Sehingga akan diperoleh kombinasi pemebian pupuk padat dan pupuk kocor secara bergantian masing masing 4 kali.

Pemberian pupuk seperti ini tujuanya agar kondisi tanaman yang sehat, mampu tumbuh dengan baik, berbunga,dan berbuah secara kontinyu.

Bila diperlukan tambahkan pupuk kiserit (MgSO4) dengan dosis pemberian 50 gr per 20 liter air per aplikasi. Berikan pada saat umur buah 15 dan 25 minggu setelah bunga mekar. Tujuannya untuk meningkatkan kadar rasa manis buah saat masak fisiogis.

3. Pola pengendalian hama dan penyakit

Upaya untuk mengendalikan penyakit dititikberatkan pada penyakit burik kusam. Hama penyebabnya adalah hama Aphis, Trip, kutu dompolan, dan kutuk sisik. Pengendalian hama dan penyakit ini dilakukan dengan cara melakukan pengawasan berkala. Tujuannya adalah agar siklus perkembangan, serangan hama dan indikasi adanya penyakit dapat dan mudah dikendalikan. (222)

BERITA TERKAIT