4 Cara Mengatasi Penyakit pada Tanaman Tomat

Sabtu, 21 Juli 2018, 19:43 WIB

Tomat terserang hama lalat buah yang menyebabkan busuk pada buah. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET – Sebagai petani, tentunya kita berharap apa yang kita tanam menghasilkan kualitas yang baik dan unggul. Sehingga bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Untuk itulah, kita perlu melakukan perawatan secara berkala pada tanaman yang kita tanam.   

Perlu diketahui apa saja penyakit yang sering dialami oleh tanaman tomat. Di antaranya, busuk daun, busuk buah, bulai dan layu fusarium. Berikut cara mengatasi penyakit tanaman tomat tersebut.

Pertama, busuk daun merupakan salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh petani karena mampu menurunkan produksi tanaman secara drastis. Busuk daun biasanya disebabkan oleh cendawan pathogen. Namun, ada juga busuk daun yang disebabkan oleh infeksi bakteri Xanthomonas vesicatoria, meskipun kasus ini jarang terjadi.

Penyebab utama busuk daun yang paling sering disebabkan infeksi cendawan Phytopthora Infestans. Cendawan ini menimbulkan bercak kecoklatan pada area daun lalu sekitarnya menjadi kuning dan akhirnya sebagian besar atau bahkan seluruh daun menjadi busuk. Jika tidak segera ditangani maka dapat mematikan tanaman.

Cara mengatasinya dengan menggunakan fungisida kontak berbahan aktif mancozeb yang disemprotkan 2-4 hari berturut-turut lalu disambung fungisida sistemik berbahan aktif metalaksil untuk pengobatan dari dalam. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan fungisida sistemik berbahan aktif metalaksil setiap 10 hari sekali dan menggunakan fungisida kontak mancozeb setiap 5 hari sekali.

Kedua, penyakit busuk buah disebabkan oleh 3 hama yakni serangga, jamur dan bakteri patogen. Hama serangga penyebab busuk yang paling utama adalah lalat buah. Hama yang secara tak langsung ialah ulat yang memakan sebagian kulit dan daging buah.

Lalat buah akan menyengat buah dan meninggalkan telurnya yang kemudian akan menetas menjadi larva dan memakan daging buah dari dalam. Untuk mengatasi penyakit ini, harus menggunakan insektisida sistemik maupun kontak. Untuk penyemprotan insektisida kontak sebaiknya gunakan bahan aktif sipermetrin dan sistemiknya gunakan bahan aktif metomil.

Hama jamur patogen penyebab busuk buah pada tomat adalah antraknosa. Cendawan ini menyerang banyak jenis tanaman buah. Gejalanya ialah terjadinya bercak (lesi) busuk berwarna cokelat atau kehitaman dengan pola melingkar dan memiliki mata di tengahnya.

Cara mengatasi serangan antraknosa pada tanaman tomat ialah dengan menanam benih unggul yang toleran antraknosa serta menentukan tanggal tanam tomat agar panen buah tidak jatuh di musim penghujan. Cara mengatasi penyakit ini adalah segera menyemprotkan fungisida berbahan aktif propineb selama 3 hari berturut-turut. Setelah itu, semprotkan fungisida berbahan aktif azol.

Untuk bakteri seperti Xanthomonas vesicatoria yang tadinya hanya menginfeksi daun dan batang, apabila ada bagian kulit buah yang terluka maka ini bisa menjadi jalan masuk utama bagi bakteri untuk menginfeksi buah dan membusukkannya. Ini biasanya merupakan tindak lanjut dari serangan ulat. Untuk mengatasi penyakit ini bisa menggunakan bakterisida berbahan aktif streptomicin atau tembaga hidroksida.

Ketiga, penyakit layu fusarium merupakan penyakit yang paling susah diatasi. Hingga saat ini belum ditemukan cara mengatasi penyakit satu ini. Belum ada fungisida kontak maupun sistemik yang efektif untuk mengatasi serangan layu fusarium.

Tanaman yang semula sehat akan nampak layu di siang hari dan sekitar 7 – 10 hari maka tanaman akan mati. Pencegahan merupakan langkah paling efektif, yakni dengan menerapkan aplikasi trichoderma pada pupuk dasar bedengan serta melakukan pengkocoran trichoderma dengan rutin.

Keempat, bukan hanya tanaman cabe dan jagung saja yang mudah terserang bulai daun. Tanaman tomat juga berpotensi terserang bulai daun. Gejalanya mirip sekali dengan bulai daun pada cabe.

Untuk mencegahnya, sebaiknya menanam varietas tomat yang tahan virus gemini. Dan, untuk mengobati tanaman yang sudah bulai maka gunakan bahan aktif hidroksibenzoat. (Berbagai sumber/111)