Jahe Merah di Tanah yang Mudah

Jumat, 24 Agustus 2018, 10:10 WIB

Jahe merah | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Jahe merah dikenal memiliki banyak manfaat dan khasiat. Sebagai salah satu tanaman rempah sekaligus tanaman herbal sebagaimana cara menanam lidah buaya tanpa akar, jahe merah dipercaya dapat menyembuhkan sekaligus meredakan berbagai jenis penyakit. Jahe merah dipercaya menjadi tanaman yang kaya akan manfaat, sehingga kehadirannya selalu ada dan wajib ditanam sebagai tanaman toga atau tanaman obat keluarga.

Permintaan jahe merah juga tidak pernah menurun. Oleh sebab itu, budidaya jahe merah dinilai paling tepat dilakukan. Sialakn mencoba 5 cara budidaya jahe merah di tanah paling mudah dan menguntungkan.

Pertama, siapkan lahan. Tahapan awal dalam budidaya jahe merah adalah menyiapkan lahan tanam seperti pada cara menanam kenikir dengan stek.  Lahan tanam yang diperlukan haruslah berupa lahan tanah yang subur dan gembur.

Dibutuhkan pengolahan lahan. Langkah yang digunakan adalah menyiapkan lahan tanam. Gemburkan lahan tanam dengan cara mencangkul lahan. Atau, anda juga bisa membajak area tanam.

Setelah itu, buat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang disesuaikan luas lahan. Tinggi bedengan dibuat 25-30 cm. Kemudian, jarak antar tiap bedengan sekitar 50 cm.

Setelah itu, taburkan pupuk kandang dengak dosis 10 kg untuk bedengan dengan luas 10 meter. Setelah itu, buat lubang tanam dengan jarak 25×25 cm. Kedalaman lubang tanam 25-30 cm.

Kemudian, isikan pupuk kandang ke dalam lubang tanam sebanyak 0,5 kg. Biarkan selama seminggu baru kemudian bedengan dapat ditanami. Setelah lahan siap, maka tahapan selanjutnya adalah menyiapkan benih tanaman.

Benih tanaman yang disiapakan adalah berupa rumpang benih jahe merah. Untuk mendapatkannya, bisa membelinya di pasar tradisional. Setelah lahan tanam dan bibit siap, tahapan selanjutnya adalah melakukan penanaman pada lahan.

Disarankan agar penanaman dilakukan pada saat selesai musim penghujam dan memasuki musim kemarau. Sebab, curah air yang berlimpah dapat menyebabkan bibit membusuk dan tidak dapat tumbuh di kemudian waktu. Perawatan dan pemeliharaan dalam budidaya jahe merah terbilang cukup sederhana.

Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada saat awal tanam. Dengan catatan, masa tanam yang dilakukan bertepatan dengan musim kering atau musim kemarau. Lakukan penyiraman minimal 3-4 hari sekali.

Selain penyiraman dapat mempermudah proses panen, menyiram tanaman 3 hari sebelum dilakukan panen akan mempermudah proses pengambilan umbi. Pemupukan dilakukan pada awal masa tanam menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang. Disarankan hanya menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik saja.

Sebab, sebenarnya tanpa dipupukpun tanaman jahe merah sudah dapat tumbuh baik. Namun tentunya untuk memperbaiki kualitas umbi perlu melakukan pemupukan tambahan minimal tiga kali sampai dengan masa panen tiba. Penyiangan dilakukan setiap 2-3 minggu sekali.

Dengan cara membersihkan gulma dan rumput yang tunbuh di sekitar tanaman. Selain itu, rumput di daerah antar bedengan juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Panen jahe merah dapat dilakukan sejak umur 3-4 bulan dan pada akhir masa panen dapat dilakukan dengan mencabut batang tanaman berserta umbinya lalu memotong bagian pangkal batang. (Berbagai sumber/111)

BERITA TERKAIT

Komunitas