Cara Budi Daya Sawi Agar Panen Melimpah

Jumat, 14 September 2018, 20:34 WIB

Petani sawi sedang melakukan penanaman dan perawatan.

AGRONET - Sawi memiliki nama ilmiah Brassica sinensis L, merupakan sayuran daun yang tumbuh subur di daerah panas maupun sejuk. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian sampai 1200 Mdpl. Untuk mendapatkan hasil terbaik, ada beberapa cara budidaya sawi salah satunya adalah menanamnya di daerah tinggi.

Umumnya, para petani menanam sawi di daerah dengan ketinggian 100-500 Mdpl. Sayuran ini sangat kaya dengan kandungan pro vitamin A dan asam askrobat (vitamin C) yang baik untuk tubuh. Selain itu, sawi merupakan jenis sayuran yang enak dan lezat ketika dimasak dan banyak digunakan sebagai campuran nasi goreng, mie bakso atau capcay.

Ada beberapa literatur yang menyebutkan caisim atau sawi bermanfaat untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Selain itu sayuran ini juga berkhasiat untuk memperbaiki fungsi ginjal, membersihkan darah, menyembuhkan penyakit kepala dan memperlancar pencernaan. Berbeda dengan budidaya sayuran lain, tanaman sawi relatif lebih tahan terhadap air hujan, sehingga bias membudidayakan sayuran sawi sepanjang tahun.

Agar sayuran ini bisa tumbuh dengan baik, harus menata drainase kebun dengan baik agar area tanam tidak tergenang dengan air. Ada 4 langkah mudah budidaya sawi. Tanaman ini tidak terlalu sulit, karena proses menanamnya hampir sama dengan proses budidaya tanaman lain seperti lobak, broccoli, kubis dan sejenisnya.

Benih sawi didapat dengan cara membiarkan tanaman sampai berbunga dan menghasilkan biji. Untuk bisa berbunga tanaman harus dibiarkan sampai lebih dari 70 hari. Setelah itu baru sayuran sawi dipanen dan dipisahkan bijinya untuk dijemur sampai kering.

Apabila matahari bersinar terik maka penjemuran cukup dilakukan 1-2 hari saja. Bila disimpan dengan baik benih sawi bisa bertahan sampai 3 tahun. Untuk menyimpan benih sawi dengan baik dan murah adalah dengan menaruhnya di dalam botol kaca. Sebelum dimasukan ke dalam botol bibit harus disterilkan terlebih dahulu dari bakteri dan jamur dengan cara direbus.

Bersihkan botol sampai benar-benar bersih dan kering kemudian masukan bibit sawi ke dalam botol sampai batas bawah leher botol. Kemudian tutup dengan menggunakan abu halus. Abu ini berfungsi untuk menyerap uap agar kelembaban bisa dipertahankan pada tingkat rendah.

Tutup media penyemaian tersebut dengan menggunakan jerami sampai tunas muncul. Biasanya tunas akan muncul ketika bibit berusia 2-3 hari. Kemudian singkirkan jerami kering yang menutupnya dan biarkan bibit sawi tumbuh sampai sekitar 2-3 minggu sehingga siap dipindahkan pada lahan tanam.

Langkah pertama sebelum menanam sawi tentu adalah menyiapkan lahan tanam dengan cara dibajak atau dicangkul agar tanah menjadi lebih gembur. Setelah itu buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1 m dan tinggi 20-25 cm, untuk panjang bedengan disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Berikan campuran pupuk dasar di atas bedengan kemudian aduk sampai rata.

Untuk tanaman sawi, yang perlu diperhatikan adalah penyiraman, terutama ketika musim kemarau. Ketika matahari bersinar terik penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore sedangkan bila matahari tidak terik penyiraman bisa dilakukan pada pagi atau sore hari saja. Perawatan selanjutnya adalah penyulaman dan penjarangan.

Penjarangan dilakukan bila tanaman sawi tumbuh terlalu rapat sehingga tidak bisa tumbuh dengan optimal. Sedangkan penyulamann untuk mengganti tanaman yang mati atau layu. Selain itu perlu dilakukan penyiangan secara teratur untuk menghilangan tanaman penganggu atau gulma.

Sawi merupakan tanaman yang mudah diserang oleh hama terutama yang ditanam di dataran rendah. Hama yang banyak menyerang tanaman ini adalah jenis kutu atau walang sangit yang biasanya membuat daun sawi menjadi bolong-bolong. Selain kedua hama tersebut ada beberapa hama lain yang menyerang seperti ulat, busuk basah, cacing, penyakit rebah semai, dan busuk daun.

Tanaman sawi bisa dipanen ketika telah berusia sekitar 20 hari setelah bibit dipindahkan dari persemaian atau 40 hari dari awal tanam bibit. Dalam satu kali masa panen budidaya sawi bisa menghasilkan sekitar 20 ton dari luas lahan 1 hektar. Sawi dipanen dengan cara dicabut kemudian dicuci untuk membersihkan bagian akarnya dari tanah atau lumpur. (Berbagai sumber/111)

Komunitas