Memulai Budi Daya Jamur Merang

Jumat, 21 September 2018, 19:50 WIB

Pembudidaya jamur merang melakukan pengecekan di lokasi penanaman jamur.

AGRONET - Volvariella volvacea atau yang biasa kita kenal dengan jamur merang adalah jamur yang sangat populer. Telah lama dibudidayakan menjadi salah satu sumber pangan yang sangat kaya akan kandungan protein dan vitamin sama seperti beberapa sumber pangan lainnya seperti: Singkong, Talas dan Gandum. Jamur merang memiliki tudung jamur yang berukuran 5 hingga 14 cm pada diameternya, bentuk fisiknya bulat seperti bundar telur, cembung dan bahkan terlihat rata pada jamur yang sudah tua.

Jamur merang akan sering dijumpai di jerami padi, tandan kosong kelapa sawit, pada serbuk gergaji maupun pada sagu. Terkenal akan istilah warm mushroom atau jamur yang dapat bertahan hidup di suhu yang ekstrim atau relatif tinggi. Jamur merang dapat berkembang biak dan hidup di kelembapan 80 hingga 90?ngan suhu 32 hingga 38 derajat celsius namun dengan intensitas oksigen yang memadai.

Jamur merang sangat mudah dibudidayakan di daerah beriklim tropis seperti halnya di Indonesia. Langkah pertama yang dilakukan untuk budidaya adalah pembuatan kumbung atau tempat budidaya. Kumbung inilah yang nantinya akan mengatur suhu sekaligus kelembaban dari jamur merang.

Biasanya, kumbung terbuat dari besi dan bisa juga dari bambu yang juga dilengkapi dengan dinding plastik. Ukuran ideal dari kumbung jamur merang adalah yang memiliki tinggi lebih kurang 2,5 m dengan luas kali panjang 4 x 6 m. Lapisilah dengan bahan styrofoam untuk daerah yang memiliki suhu relatif dingin, agar bisa menjaga suhu kumbung tetap hangat.

Untuk proses pembibitan, sebaiknya memilih dahulu bibit–bibit terbaik. Beli bibit jamur merang atau dengan mengambil beberapa dari jamur payung yang ada di pertanian dari bibit jamur merang. Pembibitan dinyatakan berhasil ketika terlihat serabut putih setelah 2 hingga 4 hari ketika tutup wadah tersebut dibuka.

Media tanam atau media tumbuh yang digunakan untuk pertumbuhan jamur merang adalah jerami, bekatul, kapas, dolomit dan onggok. Bisa juga melakukan pengolahan ketika semua bahan telah dipersiapkan. Penumpukan atau penyusunan jerami maupun onggok dibuat secara bergantian atau berlapis–lapis.

Biarkan media tanam selama 2 hari lalu lakukanlah pembalikan tahap pertama. Lakukan juga tahap pembalikan kedua setelah 2 hari selesai dari tahap pembalikan pertama. Lakukan tahap ketiga dengan hitungan hari dan cara yang sama.

Media tanam yang melalui proses benar akan berubah menjadi warna coklat tua kehitaman, mengandung kadar air sekitar 65 hingga 75 ?n memiliki tekstur yang lunak. Memasukkan media tanam ke dalam kumbung memiliki tahapan, tingkatan rak yang paling bawah akan diberikan media tanam yang lebih tebal dan akan berangsur–angsur menipis pada tumpukan rak paling atas. Ini sangat berguna untuk mengatur tingkat suhu dari media tanam tersebut.

Taburkan kapas secara merata di atas media tanam tersebut ketika telah disusun dengan rapi. Untuk proses penaburan bibit dan pemeliharaan, tebarkan secara merata bibit ke permukaan media tanam. Jaga kelembaban kumbung dengan cara menyiram lantai dengan air secukupnya lalu tutup kembali kumbung dengan rapat setelah melakukan proses penanaman.

Perawatan jamu merang dilakukan dengan menutup rapat selalu kembung agar kelembaban terjaga.
Jaga agar lantai tidak pernah kering. Suhu yang paling bagus untuk pertumbuhan jamur merang adalah kisaran 32 hingga 38 derajat celsius.

Kumbung baru boleh dibuka pada waktu tertentu ketika jamur telah berumur 4 hari lebih. Lakukan penyemprotan pada media tanam untuk menjaga kelembaban. Usahakan agar badan jamur tidak ikut terkena pada prosesi penyemprotan dan lakukanlah secara rutin yaitu tiap hari dua kali antara waktu pagi dan siang menjelang sore lalu lakukan pembersihan, yaitu mencabut jamur–jamur lain yang tumbuh selain dari jenis jamur merang.

Proses panen adalah proses yang dinantikan para petani jamur merang. Jamur ini akan siap dipanen ketika menginjak usia 10 hingga 11 hari setelah penanaman jika menggunakan media yang baik. Jamur yang bagus dan layak untuk dipanen adalah jamur yang telah setinggi 3 hingga 6 cm, atau masih berada di stadium button atau kancing.

Lakukan pemanenan karena jamur ini dapat tumbuh cepat. Ciri–ciri yang siap panen adalah yang kuncupnya masih belum terbuka. Putar secara perlahan jamur merang yang akan dipanen, bukan dengan menariknya langsung.

Mulailah dari rak paling atas kemudian menyusul ke rak paling bawah. Bersihkan sisa–sisa jamur dari kompos dan tetap jaga kelembaban kompos setelah proses panen telah selesai. (Berbagai sumber/111)

Komunitas