Jamblang, Tanaman Buah yang Langka

Jumat, 28 September 2018, 20:17 WIB

Buah Jamblang rasanya manis agak sepat namun menyegarkan.

AGRONET - Jamblang atau Syzygium cumini adalah salah satu jenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Buah ini juga dikenal dengan nama jambu keling, duwet, juwet, jambee kleng, jambu kling, nunang, jambu koliong, jambu koliong, jambu kalang, jambulang, jambulan, jombulan, jumblang, juwat, jiwat, jiwat padi, jujutan, dhuwak, dhalas, duwe, dan rappo–rappo.

Buah juwet hitam ini memiliki bentuk lonjong dengan warna buah hitam, buah jamblang ini memiliki rasa sepat asam. Tanaman buah ini kaya akan manfaat untuk kesehatan tubuh seperti mengatasi masalah pencernaan, sumber energi, menjaga kesehatan tulang dan gigi, membantu pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan mata, mencukupi asupan vitamin B, mengobati gangguan limpa, mengobati sakit batuk, dan masih banyak lagi. Selain buahnya yang kaya manfaat, kulit kayunya juga dapat dimanfaatkan untuk zat pewarna.

Banyak yang menanam atau budidaya buah jamblang. Untuk budidaya, siapkan bibit buah duwet. Pembibitan dapat diperoleh dari biji, cangkok dan penyambungan.

Tetapi pada umumnya, bibit dihasilkan dari penyambungan. jika tidak ingin bersusah payah, bibit bisa didapatkan dengan membeli bibit di toko pertanian. Pilihlah bibit yang berkualitas dengan ciri-ciri tanaman sehat dan bebas hama penyakit, berdaun hijau segar tidak layu, batang kokoh tidak kering dan tidak kecil, dan cabang rindang.

Tanaman juwet dapat tumbuh optimal pada daratan rendah hingga ketinggian 500 mdpl. Lahan yang akan digunakan untuk menanam buah juwet ini dibersihkan dari tanaman liar ataupun gulma dan pastikan lokasi penanaman buah tersebut mendapatkan sinar matahari langsung tidak ternaungi.

Jika sudah siap, selanjutnya buatlah lubang tanaman dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm. Tanah galian lubang dapat dicampurkan dengan pupuk kompos dan sekam yang nantinya digunakan untuk menutup lubang penanaman. Lubang tanam yang telah dibuat, selanjutnya didiamkan selama sekitar 2-3 hari agar bakteri pengganggu tanaman dapat mati.

Jika semua sudah siap, selanjutnya lakukkan penanaman bibit. Lepaskan polybag bibit, selanjutnya masukkan bibit juwet pada lubang tanam. Posisikan bibit harus tegak lurus jangan miring.

Kemudian, timbun kembali dengan tanah galian yang telah dicampur dengan kompos dan sekam dan padatkan sedikit agar bibit tidak mudah roboh. Lakukan penyiraman secara rutin 1-2 kali sehari, lebih baik lagi jika penyiraman dilakukan dengan cara gembor agar hasilnya lebih maksimal. Lakukan pemasangan ajir guna menopang tanaman yang baru ditanam agar tidak mudah roboh dan ajir dapat kita buat dengan menggunakan bambu dengan ukuran 1,5 meter.

Pemupukan dilakukan agar nutrisi tanaman terpenuhi. Pemupukan ini rutin dilakukan 1 bulan sekali. Pemupukan dapat menggunakan 20 butir NPK buah + 1 kg kompos/pupuk kandang + 1 sdt POC BMW atau dengan menggunakan 1 sdm KOCOR BMW + 1 sdt POC BMW.

Selain dari pemupukan rutin, berikan pula hormon perangsang buah. Hormon perangsang buah akan memacu munculnya pembungaan atau pembuahan pada tanaman juwet. Hormon perangsang buah yang dapat digunakan seperti POC BMW dan untuk pengaplikasian POC BMW, dapat menyemprotkannya ke tanaman juwet setiap 1 bulan sekali dengan dosis 3 tutup POC BMW + 15 liter air. (Berbagai sumber/111)

BERITA TERKAIT