Solusi Ekonomi Sulit, Tanam Kangkung di Baskom

Jumat, 12 Oktober 2018, 16:05 WIB

Menanam kangkung dalam baskom | Sumber Foto:IAIN Syekh Nurjati

AGRONET - Kangkung dengan nama latin Ipomoea aquatica Forsk merupakan jenis sayuran yang cukup populer di Indonesia. Setiap orang bisa memperoleh kangkung dengan membeli di pasar atau menanam sendiri. Kangkung yang cukup umum dimakan adalah kangkung darat dan kangkung air.

Kecepatan produksi tanaman kangkung membuat harganya menjadi terjangkau oleh semua kalangan. Keunggulan tersebut juga bisa dijadikan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Tidak heran banyak orang yang rela menginvestasikan uangnya hanya untuk mempersiapkan lahan untuk menanam kangkung yang kemudian dipasarkan.

Jika tertarik untuk menanam kangkung sendiri, maka itu lebih baik. Kangkung hidroponik mempunyai kualitas yang lebih baik daripada kangkung yang ditanam di lahan dengan media tanam berupa tanah.
Kualitas yang dikantongi oleh kangkung hidroponik juga tidak sembarangan.

Peralatan yang diperlukan tidak banyak dan tidak akan menguras banyak isi dompet. Beberapa bahan yang akan digunakan juga sebatas benih dan pupuk. Benih kangkung bisa didapatkan di toko pertanian.

Pupuk hidroponik seperti AB Mix hidroponik sayur yang juga bisa dibeli di toko-toko pertanian. Atau, bisa menggunakan pupuk organik cair buatan sendiri. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Atonik yang nanti akan digunakan pada saat merendam benih.

Alat-alat yang diperlukan adalah besek plastik yang tampak seperti saringan (ada lubang-lubang kecil di keseluruhan sisi dan permukaan) dengan ukuran cukup besar. Baskom dengan diameter seperti besek plastik agar nantinya besek tidak mengapung di atas baskom. Atau jika tidak ada, bisa mencari wadah lain yang bersih dengan diameter yang dapat menampung besek tanpa bergeser banyak.

Untuk menginginkan hasil produksi tanaman kangkung yang benar-benar baik, maka dalam menentukan benih kangkung yang hendak ditanam atau digunakan haruslah yang berkualitas. Gunakan bibit kangkung unggul atau bibit kangkung idaman. Bibit kangkung idaman menyimpan beberapa kelebihan seperti pemanenan dengan cara dicabut atau dipotong, pertumbuhan tanaman tidak mudah disertai bunga, dan pertumbuhan serempak serta tidak merambat.

Ada dua cara menanam kangkung hidroponik, yakni dengan teknik semai benih atau teknik tanam langsung. Entah itu di dalam baskom, dengan paralon, dengan botol bekas, atau dengan metode bercocok tanam di lahan luas menggunakan bedengan tanah, semuanya bisa dengan teknik tersebut dan hasil yang diperoleh juga tidak berbeda.

Sebelum menyemai, harus memberlakukan benih untuk mengetahui mana benih yang layak pakai dan tidak. Caranya, sediakan wadah seperti baskom dan tuang air bersih, tuang benih ke dalam wadah berisi air, biarkan seharian, dan keesokan harinya, akan melihat benih yang mengapung dan tenggelam.

Buang benih kangkung yang mengapung karena tandanya benih tersebut tidak mampu berkecambah dan mengalami pertumbuhan yang lambat. Setelah mendapatkan benih yang benar-benar layak pakai sekaligus berkualitas, selanjutnya bisa memulai kegiatan semai benih.

Untuk semai benih, ambil kain dengan ketebalan cukup untuk menahan air. Bungkus benih yang telah direndam tadi dengan kain lalu siram kain dengan air hangat seperlunya. Tujuannya agar kain sekadar basah agar bisa menjaga kelembabannya untuk mempercepat benih kangkung pecah menjadi kecambah.

Nutrisi yang dibutuhkan oleh kangkung juga tidak berbeda dengan nutrisi kebanyakan tanaman. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bisa membuat nutrisi hidroponik dengan menggunakan bahan-bahan organik dari sekitar, atau jika ingin praktis bisa dengan meracik pupuk organik yang dibeli di toko pertanian.

Pindahkan semua benih yang sudah berkecambah ke dalam besek. Lapisi bagian bawah besek dengan busa filter akuarium ataupun tidak, tidak masalah. Budidaya kangkung hidroponik tidak menggunakan media tanam juga tidak masalah karena kangkung mempunyai akar tunggang yang akan menopang kangkung agar berdiri tegak.

Tahap perawatan ini mudah. Hanya perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi kangkung dan jangan sampai membiarkan kangkung tidak mendapatkan nutrisi dari larutan di bawahnya. Ketika tanaman sudah berumur 2 minggu, konsentrasi larutan akan bertambah.

Perlu meningkatkan jumlah pupuk yang tadinya 5 ml per 1 liter menjadi 7 – 9 ml per liter. Ganti larutan nutrisi jika sudah berbau. Begitu seterusnya sampai memasuki masa panen.

Kangkung termasuk tanaman yang mengalami pertumbuhan dalam waktu singkat. Itulah salah satu keunggulannya selain bisa tumbuh di berbagai cakupan kondisi ladang tanam. Pemanenan kangkung sudah bisa dilakukan setelah 4 – 6 minggu (sekitar 1 bulan atau lebih) saat terlihat masih segar dan belum tua dan selanjutnya bisa diolah untuk dinikmati bersama keluarga tercinta dan bisa menjadi solusi cerdas di saat ekonomi sedang sulit. (Berbagai sumber/111)

 

BERITA TERKAIT