Menanam Strawberry di Halaman Rumah

Jumat, 02 November 2018, 13:10 WIB

Kebun stawberi. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET – Strawberi merupakan tanaman yang menghasilkan buah cantik dengan cita rasa yang nikmat sekaligus menyegarkan. Strawberi termasuk buah yang cukup populer di Indonesia. Ini dikarenakan budidaya tanaman strawberi sudah dilakukan oleh para petani sejak lama.

Buah strawberi tidak jarang diolah menjadi makanan atau minuman tertentu, seperti selai, jus, dan masih banyak lagi. Kegunaannya juga bukan sebatas dimakan, lalu terasa nikmat, dan timbul keinginan untuk mengonsumsinya lagi. Lebih dari itu, strawberi juga tercatat mengantongi beragam kandungan yang memberi dampak manfaat terhadap kesehatan dan kecantikan.

Untuk menanam strawberi, tidak memerlukan lahan luas jika belum memilikinya. Cukup dengan menyiapkan pot atau polybag, sudah bisa budidaya sendiri. Ada beberapa tahapan yang harus dilewati.

Pertama, mencari tahu informasi selengkap-lengkapnya tentang budidaya strawberi. Penting diketahui,
strawberry ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 – 1.500 meter dari permukaan laut. Strawberi tidak bisa tumbuh dengan baik apabila curah hujan terus datang setiap hari.

Strawberi akan tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah dengan warna dan rasa yang sempurna di daerah dengan curah hujan 600 – 700 mm per tahun. Buah strawberi termasuk tanaman subtropis yang bisa tumbuh di Indonesia dengan baik. Akan tetapi, dirinya hanya lebih mudah untuk beradaptasi pada dataran tinggi dengan temperatur suhu 17 – 20 derajat celcius.

Pertumbuhan strawberi akan berlangsung dengan baik setelah mendapatkan sinar matahari selama 8 – 10 jam setiap harinya. Tingkat kelembaban udara yang menstimulus pertumbuhan strawberi antara 70 – 80 %. Derajat keasaman tanah atau pH tanah yang ideal untuk budidaya strawberry di dalam polybag atau pot adalah 6,5 – 7,0.

Media tanam untuk budidaya strawberi tabulampot harus mempunyai sifat poros, mudah menelan air, dan ketersediaan unsur hara selalu ada. Beli bibitnya di toko tanaman terdekat atau bisa melakukan pembibitan vegetatif dengan cara mengambil bagian batang tanaman sebagai cikal bakal tanaman. Setelah bibit tersedia, siapkan juga polybag dan media pengisinya.

Media pengisi dibuat dari susunan tanah dan pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 1:1. Campuran media tanam langsung dimasukkan ke dalam polybag, pot, atau karung yang dijadikan wadah tampung tanaman. Buatlah lubang, lalu tanam bibit atau batangnya ke dalam.

Siram bibit tersebut setiap pagi dan sore, setiap hari. Jaga selalu tingkat kelembaban tanah. Selalu cukupi kebutuhan air dari media tanam agar bibit cepat tumbuh.

Begitu bibit sudah ditanam, berikutnya hanya tinggal melakukan perawatan. Siram tanaman secara rutin dari masa awal tanam hingga memasuki fase generatif. Lakukan penyiraman secara intensif, bila perlu buat jadwal.

Pastikan memelihara angka kelembaban media tanam, jangan sampai tanah kering. Apabila tanaman strawberi ada yang mengalami gangguan pertumbuhan, tidak tumbuh sempurna, rusak, dan bahkan mati, maka lakukan langkah penyulaman. Ganti tanaman yang mati dengan bibit baru pada polybag yang sama.

Penyulaman penting dilakukan untuk mengidentifikasi masalah agar berikutnya tidak lagi terjadi gagal panen. Selain disiram, juga harus memperhatikan keberadaan hama. Jika terlihat ada hama yang menempel pada tanaman, langsung semprotkan pestisida.

Usahakan agar tidak diganggu oleh burung merpati atau burung-burung lain. Pohon yang sedang tanam setelah memasuki usia 2 bulan harus diberikan pupuk untuk mempertahankan kemampuan tumbuh. Gunakan pupuk organik atau anorganik sesuai dosis yang ditetapkan.

Saat melakukan pemupukan, usahakan agar pupuk tidak mengenai organ tanaman seperti batang, daun, dan buahnya. Perampelan dilakukan ketika ada batang atau tunas tanaman yang tumbuh berlebihan. Cara mengambil bagian vegetatif tanaman yang lebih tersebut adalah dengan memotong 1 – 2 tunas di samping tanaman (yang umumnya merunduk) pada masing-masing pohon, selanjutnya tunas tersebut bisa ditanam lagi sebagai bibit vegetatif atau dibuang.


Banyak petani holtikultura yang mengetahui teknik memperbanyak hasil buah yakni dengan memberikan hormon pada tanaman. Hormon tersebut biasanya diinjeksikan atau disuntik pada bagian batang tanaman. Hormon yang dipakai adalah hormon gas etilen yang akan mempercepat proses pematangan buah pada pohonnya.

Selain gas etilen, biasanya juga digunakan hormon Indol Asam Aselat dengan giberelin untuk mempertebal ukuran batang tanaman serta menghasilkan buah yang banyak dan lebat. Fitohormon merupakan sekumpulan senyawa organik yang terbentuk secara alami ataupun dibuat sendiri oleh manusia. Di dalamnya terdapat kadar yang mampu mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan, dan pergerakan tumbuhan.

Agar tanaman strawberi cepat berbuah, selain melakukan penyiraman dan pemupukan secara rutin, perlu juga melakukan kegiatan yang dinamakan penyiangan. Pendangiran dan penyiangan sendiri merupakan kegiatan yang koheren dan kohesif dalam dunia pertanian. Kedua kegiatan ini dinilai dan bahkan diyakini oleh banyak pekebun sebagai faktor penyumbang terbesar dalam suksesnya kegiatan pertanian di seluruh dunia.

Pendangiran dilakukan oleh petani untuk menggemburkan lahannya dengan cara dicangkul kecil-kecil dengan hati-hati, jangan sampai melukai akar tanaman. Sementara penyiangan dilakukan dengan cara mencabut rumput-rumput lihar pada tanah dengan tujuan untuk menjaga lahan atau media tanam selalu bersih sehingga terbebas dari pertumbuhan jamur, penyakit, dan hama parasit.

Setelah berumur 2 bulan, bahkan kurang, buah sudah bisa dipanen. Semuanya bergantung dengan bagaimana perawatannya. Tanaman yang sudah bisa diambil buahnya mempunyai ciri-ciri umum seperti daging buah terasa kenyal dan empuk saat dipegang. Jika digigit mempunyai rasa yang sedikit asam.

Kulit buahnya sudah berwarna merah mudah atau merah tua disertai warna tangkai yang agak cokelat kekuningan. Pemanenan dilakukan dengan memakai gunting khusus pemetikan buah atau pisau tajam. Petik buahnya dengan alat tersebut, lalu cuci dan dikeringkan menggunakan angin. (Berbagai sumber/111)

 

BERITA TERKAIT