Menanam Bayam Merah di Pekarangan Rumah

Jumat, 16 November 2018, 22:31 WIB

Bayam merah siap panen. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Bayam merah merupakan jenis tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Amaranthus caudutus dengan bahasa lainnya yaitu Lovelies bleeding. Nama tersebut diberikan karena warna merah yang ada pada daunnya, dan sebenarnya merupakan jenis sayuran yang berasal dari Amerika tropik kemudian tersebar secara global di seluruh dunia. Selain karena rasanya, bayam merah memiliki kandungan gizi yang jauh lebih baik disbanding dengan bayam pada umumnya.

Bayam merah memiliki banyak sekali manfaat serta khasiat. Di antaranya dengan menambahkan bayam merah ke dalam menu makanan, maka bayam merah akan membantu proses diet yang sedang dijalani. Tanaman bayam merah juga dapat digunakan sebagai obat tradisional penurun demam serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Untuk yang ingin menanam bayam merah di rumah ataupun kebun, berikut merupakan cara menanam bayam merah dengan mudah. Sebenarnya menanam bayam merah sangatlah mudah seperti cara menanam sawi, hanya perlu memperhatikan beberapa syarat tumbuh bayam merah sebelum menanamnya. Untuk syarat tumbuh bayam merah akan tumbuh subur di daerah bersuhu kurang lebih sekitar 16 hingga 20 derajat celcius dengan keasaman tanah kurang lebih sekitar 6 hingga 7.

Siapkan lahan tanam yang tepat bagi bayam merah. Usahakan tanah lahan merupakan tanah humus dan terhindar dari angin yang cukup kencang. Gemburkan tanah terlebih dahulu menggunakan pacul ataupun sekop dan campurkan pupuk organic saat proses penggemburan tanah berlangsung.

Buatlah bedengan pada lahan tanam dengan ukuran kurang lebih sekitar 100 hingga 200 cm dengan lebar 30 cm, sedangkan untuk tinggi dan panjangnya anda hanya perlu menyesuaikannya dengan ukuran panjang lahan tanam. Jangan lupa anda juga harus member jarak sekitar 30 cm untuk drainase lahan tanam. Lakukanlah penyiraman secara rutin dan pemupukan setiap 2 minggu sekali pada tanah agar ternutrisi dengan baik hingga bibit bayam merah siap ditanam pada lahan tanamnya.

Siapkan benih bayam merah yang berkualitas serta layak tanam agar mendapatkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas. Jika ingin yang praktis dan lebih mudah, bisa membeli benih dari toko benih tanaman ataupun koperasi tani. Ketika membeli, pastikan bahwa benih dalam keadaan kering dan terbungkus dengan rapih serta tidak cacat sama sekali.

Lakukan proses penyemaian, namun ada kalanya juga bisa langsung menaburkan benih pada bedengan. Namun cara langsung tersebut sangat tidak efektif untuk ke depannya, karena bayam merah akan tumbuh tidak pada tempatnya dan harus dilakukan penanaman ulang. Maka dari itu disarankan lebih baik melakukan proses penyemaian terlebih dahulu.

Penyiraman dan pemupukan bayam merah sangatlah mudah. Disarankan menyiram bayam merah sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu setiap pagi dan sore menggunakan air yang dicampur pupuk cair selama 1 minggu setelah masa tanam agar tanaman tumbuh subur. Setelah itu bisa memulai penyiraman menggunakan air biasa hingga masa panen tiba.

Lakukanlah pemupukan setiap 2 hingga 3 minggu sekali menggunakan pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Sembari memupuk, harus melakukan penyiangan di sekitar lahan tanam serta sedikit menggemburkan tanah pada lahan tanam agar pupuk mudah diserap akar bayam merah. Waspadai hama yang sering mengganggu kesuburan bayam merah seperti hama serangga.

Gunakan obat insektisida secukupnya saja dan jika bayam merah terserang hama jamur, maka bisa menggunakan fungisida untuk mengatasinya. Semprotkan pada bagian daun tanaman bayam merah ataupun batangnya. Setelah bayam merah sudah cukup usia untuk dipanen maka bisa menghentikan proses pemupukan seminggu sebelumya.

Untuk pemanenan, bayam merah yang siap panen memiliki ciri daun yang banyak dan memiliki ukuran besar yang cenderung sama. Perhatikan juga tinggi tanaman, bayam merah yang siap panen memiliki tinggi sekitar 20 hingga 30 cm.

Ada banyak cara dalam memanen bayam merah, bisa langsung mencabutnya hingga akar atau hanya memetik sebagian daunnya saja. Jika mencabutnya pastikan mencabutnya dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman lainnya. Agar lebih awet dan terjaga kesegarannya, potonglah akar tanaman dan semprot dengan sedikit air. (Berbagai sumber/111)