Budi Daya Lamtoro untuk Dikonsumsi dan Dijual

Jumat, 23 November 2018, 21:08 WIB

Tanaman lamtoro atau petai cina siap panen. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Mendengar dari namanya saja mungkin sudah banyak yang menyukai lamtoro. Lamtoro atau petai cina adalah tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan hingga saat ini sudah banyak menyebar di wilayah Indonesia. Lamtoro adalah jenis tanaman semak yang memiliki tinggi hingga dapat mencapai 10 meter.

Percabangan lamtoro cukup banyak dan kuat. Tanaman lamtoro memiliki daun dengan ukuran kecil-kecil dan bersirip 2. Buah dari tanaman lamtoro adalah petai cina yang sering dijadikan sebagai makanan.

Makanan yang dibuat dengan petai cina cukup banyak, salah satunya dapat menjadi olahan pepes. Tanaman lamtoro adalah jenis tanaman yang mudah beradaptasi sehingga budi daya lamtoro sangat mudah dilakukan. Tanaman lamtoro dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran menengah.

Bagi yang ingin menanam lamtoro menggunakan benih sebaiknya memilih benih yang sudah tua dengan kualitas yang baik. Ciri benih yang baik berwarna cokelat gelap dan memiliki ukuran sedang hingga besar. Bibit kemudian dapat direndam dengan menggunakan air dingin selama 14 jam sebelum disemaikan.

Selain menggunakan air dingin juga bisa menggunakan air hangat dengan suhu 70 derajat C selama 10 menit hingga 12 menit. Gunakan bibit yang tenggelam dalam air saat proses perendaman. Siapkan polibag atau gelas plastik yang di bawahnya telah diberi lubang.

Masukan campuran tanah, pasir, kompos dengan perbandingan 1:1:3. Proses pengisian hanya ¾ saja dan jangan terlalu penuh. Buat lubang penanaman kurang lebihnya hanya 2 cm saja untuk penanaman biji.

Biji lamtoro kemudian dimasukan ke dalam masing-masing lubang sebanyak 2 biji. Kemudian tutup kembali dengan menggunakan tanah secukupnya saja. Lakukan penyiraman selama 2 kali sehari pada saat musk kemarau.

Setelah 20 hari waktu persemaian beri pupuk. Bibit lamtoro kemudian baru dapat dipindahkan ke kebun atau lahan tanam yang lebih luas dengan usia 35 hari dan memiliki tinggi sudah 26 cm. Lakukan pemeliharaan dan perawatan dengan baik lalu tunggu masa panen tiba dan siap untuk dikonsumsi atau dijual. (Berbagai sumber/111)

BERITA TERKAIT