Tanam, Panen dan Nikmati Sendiri

Terong Asam, Menambah Cita Rasa Menggugah Selera

Kamis, 29 November 2018, 15:14 WIB

Buah terong asam. | Sumber Foto: Istimewa

AGRONET -- Bagi masyarakat ibu kota umumnya, mungkin tidak pernah mendengar nama buah "terong asam", apalagi langsung melihat atau memakannya. Terlebih di pasar-pasar dan supermarket di Jakarta tidak ada menjual buah yang unik ini.

Di tengah kelangkaan itu,  ternyata pohon terong asam ada di daerah Cirendeu, sekitar 200 meter dari Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ke arah  Ciputat, Tangerang Selatan. Terong asam sengaja ditanam dalam tiga pot sejak dua bulan yang lalu.

Pemiliknya, Rita, kepada AGRONET bercerita terong asam yang ditanam bersama beberapa tanaman lainnya. Dia mendapatkan bibit berupa biji yang sudah kering dari Sumatera yang sengaja dikirim ke Jakarta.

“Banyak tetangga yang bertanya-tanya dan penasaran dengan terong asam. Bahkan sudah ada yang minta kalau nanti berbuah,” jelasnya, Kamis (29/11).

Pohon terong asam terlihat setinggi lebih kurang 60 sentimeter dan bisa mencapai 1 meter, ukuran daun selebar dua atau tiga telapak tangan. Tekstur daun dan batang agak kasar seperti ada duri-duri halus, dan ukuran buah sebesar jeruk nipis atau lebih kecil dari telur. Sepintas terlihat tanamannya seperti tumbuhan terong.

“Sekitar 2 atau 3 bulan ke depan akan berbuah matang berwarna kuning kehijau-hijaun, di dalamnya berbiji seperti biji terong. Buahnya bisa 10 butir perbatang bahkan lebih dan terus berbuah,” jelasnya.

Menurutnya, tidak ada tips khusus untuk menanam terong asam, sama dengan menanam tumbuhan jenis sayuran lain. “Agar cepat tumbuh dan berkembang sempurna dapat diberi pupuk buah,” ujar Ibu yang mengaku memang senang menanam sayur ini.

Rita menambahkan buah terong asam, sama halnya seperti tomat atau jeruk, dapat dijadikan campuran sambal mentah atau bahan penyedap masakan. Rasanya sedikit asam-asam dan lezat. “Tentunya bagi pecinta kuliner, merasakan kelezatannya pasti akan membuat penasaran,” imbuhnya.

Buah terong asam yang sudah matang dapat dicampur dalam masakan berkuah, biasanya seperti gulai ikan. Terong asam dikupas, digiling bersama cabai dan bumbu, dicampurkan bersama ikan dalam kuah bening, lalu dimasak. Di Sumatera bagian pesisir, masakan ini disebut asam podeh terong asam.

Kalau kita berkunjung ke Pekanbaru, Jambi, atau Medan, asam podeh terong asam tersedia di restoran-restoran besar. Harganya cukup terjangkau dan sudah menjadi makanan khas di sana.

Terong asam juga bisa dijadikan kuah asam berair sebagai lauk. Terong asam dibakar setengah matang kemudian dikupas dan dipotong halus, dicampur bersama air hangat, potongan ikan bakar, bawang, cabai, dan sedikit bumbu penyedap. Rasanya seperti kita menyedu asinan Bogor, tapi ada rasa-rasa lezat ikannya.

Masyarakat Dayak Kalimantan juga menjadikan terong asam menjadi penyedap masakan tradisional. Mereka mengenal dengan nama masakan sayur asam, ikan sungai bumbu kuning, atau biasanya diolah menjadi sambal terong asam.

Di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terong asam diinovasi menjadi manisan. Bagian tekstur daging terong asam yang dijadikan manisan jika  digigit terasa kenyal. Manisan terong asam ini sudah menjadi oleh-oleh khas Kalimantan.

Terong asam mempunyai banyak nama. Sebagian orang di Sumatera menyebut terong asam, orang Dayak Kalimantan menyebut asam Rimbang. Ternyata buah ini juga memiliki nama dalam bahasa asing, seperti hairy-fruited eggplant (Inggris), ma uk muak (Thailand), ca bung (Vietnam), mao qie (Cina), dan tarambulo/tabanburo (Filipina).

Buah yang tergolong langka ini masuk tanaman dari kingdom Plantae, sub-kingdom Tracheobionta. Kelompok famili Solanaceae dengan spesies Aolaum Ferox Linn. (591)

BERITA TERKAIT