Menanam Jeruk Nipis Agar Berbuah Lebat

Jumat, 07 Desember 2018, 20:14 WIB

Jeruk nipis dalam masa tanam. | Sumber Foto:Berbagai sumber.

AGRONET - Jeruk nipis atau juga dikenal dengan nama latin Citrus Aurantifolia adalah salah satu buah yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Karena selain biasa dijadikan bahan dasar minuman, jeruk nipis ternyata juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Seperti misalnya: ambeien, sakit gigi, batuk dan beberapa lagi.

Jeruk nipis dapat dikembang biakan melalui dua cara. Yaitu cara Vegetatif dan cara Generatif. Cara menanam jeruk nipis dengak teknik vegetatif biasanya dilakukan dengan cara stek atau okulasi (cangkok).

Dengan cara ini, pastikan pohon indukan yang ingin distek atau dicangkok adalah pohon dengan buah jeruk nipis dengan hasil terbaik, pohon berada di tanah yang subur, pohon terhindar dari penyakit, pohon berbuah rindang, pohon memiliki akar yang kuat, dan pohon berdahan halus dengan diameter 3 cm.

Berbeda dengan cara generatif, di mana pohon jeruk nipis ditanam mulai dari biji. Dan salah satu cara mendapatkan biji tersebut adalah dari buahnya langsung yang diperas lalu bijinya dijemur selama 3 hari tanpa terkena sinar matahari secara langsung.

Siapkan lahan dalam keadaan bersih dari rumput liar atau gulma. Hal ini dikarenakan gulma menjadi salah satu tempat di mana biasanya penyakit atau hama tanaman bersembunyi. Salah satu cara pebersihan gulma adakah dengan mencabutnya atau mengaritnya lalu dibakar.

Siapkan media tanam yang baik. Lalu, siapkan galangan. Galangan sangat berguna terutama bagi pohon jeruk nipis yang masih dalam masa pertumbuhan.

Selain itu, galangan biasanya juga terbuat dari tumpukan tanah yang gembur. Tanah gembur inilah yang berfungsi untuk mempermudah akar dari bibit pohon jeruk nipis anda tumbuh. Jika akar sudah menghujam dan tumbuh berkembang di dalam tanah, galangan tidak lagi diperlukan oleh pohon.

Atur jarak tanam. Jarak tanam sangat berguna bagi pohon jeruk nipis. Pasalnya, setelah pohon menjadi besar dan daunnya tumbuh dengan lebat, jarak tersebut akan memberikan ruang agar pohon jeruk nipis terus berkembang tanpa terhalang pohon jeruk nipis lain yang ada di sebelahnya.

Dibuatnya jarak tanam juga bermaksud agar sinar matahari menyinari pohon secara merata dan tidak tertutupi oleh tanaman lainnya. Untuk jeruk nipis, jarak tanam antara satu pohon dengan pohon lainnya biasanya sejauh 4 meter.

Lubang tanam bisa digunakan untuk memudahkan pemindahan bibit ke area tanam. Namun, alangkah baiknya lubang tanam sudah dibuat 2 minggu sebelum penanaman dilakukan. Hal ini dilakukan agar lubang dapat diberikan pupuk dasar terlebih dahulu.

Bibit tanaman bisa dilakukan baik pada musim kemarau ataupun musim hujan. Hal ini menyangkut masalah ketersediaan air. Karena seperti kita tahu, pada saat musim kemarau, cuaca pada saat itu sangat panas dan keadaan tanahpun menjadi sangat kering.

Setelah masa tanam sudah lewat, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah perawatan agar bibit yang sudah anda tanam dapat tumbuh sesuai harapan dan berbuah lebat. Dan untuk mencapai hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat pohon jeruk nipis.

Tidak hanya pada masa tanam, pemangkasan dapat juga dilakukan pada masa perawatan. Hal ini dapat dilakukan manakala pohon jeruk nipis yang kita tanam sudah terindikasi penyakit atau hama.

Selain masalah hama, pemangkasan juga dilakukan untuk menghilangkan cabang pohon yang kering, sakit, ataupun tidak produktif. Jika ada cabang pohon yang sakit lalu tidak segera di pangkas, dikhawatirkan sakitnya akan menular kebagian pohon yang lain. Atau bahkan menular kepada pohon yang lainnya.

Penyiraman pohon dapat dilakukan dua kali dalam satu hari. Namun jika saat itu musim hujan, penyiraman dapat dikurangi jumlahnya karena terbantu dari air hujan yang turun. Hal lain yang perlu diperhatikan pada saat menyiram adalah jangan sampai terjadi genangan air didekat tanaman karena dikhawatirkan akan terserap tanah dan menjadikan tanah basah lalu membusukkan akar.

Penjarangan dilakukan pada saat pohon sudah berbuah dengan cara mengurangi buah. Namun tentu saja, terdapat kriteria khusus buah mana saja yang harus disingkirkan. Kriteria itu adalah buah yang sakit, buah yang terlalu banyak didalam satu tangkai, dan buah yang tidak terkena sinar matahari.

Pembersihan gulma. Karena gulma dapat menyerap nutrisi dari dalam tanah yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu, gulma biasanya dijadikan tempat hama dan penyakit tanaman lain untuk bersembunyi sebelum akhirnya menyerang tanaman.

Pohon jeruk nipis memiliki tehnik khusus dalam hal pemupukan. Pemupukan dilakukan dua kali. Yaitu pada saat penanaman dan juga pada saat ketika tanaman sudah tumbuh besar.

Pada saat awal penanaman, anda bisa menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Ketika pohon sudah besar, pemupukan kedua bisa dilakukan. Biasanya pupuk yang digunakan pada saat pemupukan kedua ini adalah TSP, Urea, Pupuk Kandang, dolomit, dan juga ZA.

Dalam satu pohon jeruk nipis, biasanya jumlah buah yang dapat dipanen adalah sebanyak 500 buah dalam jangka waktu satu tahun. Namun, walaupun seperti itu, lamanya satu pohon mencapai masa panen tergantung dari jenis varietas yang ditanam. Biasanya, jeruk nipis baru memasuki masa panen setelah 30 sampai dengan 36 minggu. (Berbagai sumber/111)