Cara Menanam dan Teknik Perawatan Kunyit

Jumat, 01 Maret 2019, 20:16 WIB

Kunyit telah dipanen. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Kunyit memiliki banyak kegunaan. Cara membudidayakannya pun cukup mudah. Pertama, mempersiapkan pembibitan.
 
Pada tahap pertama cara menanam kunyit adalah pembibitan. Pilihlah bibit kunyit yang terdapat dari pecahan rimpang. Ini dilakukan karena bibit kunyit akan bersifat mudah untuk tumbuh. Pilihlah bibit yang tidak terkena penyakit. 
 
Bibit yang digunakan dalam kondisi tanaman yang baik, subur, dan hijau. Kandungan air yang cukup. Telah dilakukan masa istirahat (dormansi) untuk bibit yang akan ditanam dan tidak terkena penggangu pada sekitar tanaman.
 
Kedua, tanah yang digunakan untuk menanamkan kunyit adalah tanah perkebunan atau dapat juga menggunakan perkarangan. Untuk mempersiapkannya, sebaiknya lahan yang akan digunakan untuk menanam kunyit telah disiapkan selama 30 hari. Kemudian, tanah harus bersih dari hama, dapat pula menggemburkan tanah lapisan bagian atas dan bawah dengan menggunakan alat mekanik untuk menyuburkan tanah.
 
Tanah digemburkan dengan cara dicangkul sedalam 20-30 cm dan dibiarkan selama 2 minggu guna untuk membuat gas yang terdapat di dalam tanah agar keluar dan menguap sehingga bibit dapat tumbuh. Pada tanah yang akan digunakan, dikeruk dengan ketinggian 25 hingga 45 cm dan lebar sebesar 60 hingga 100 cm dengan jarak 30 hingga 50 cm. Sebelum menanam, tingkatkanlah kandungan hara yang berada di dalam tanah dengan cara memberikan pupuk kompos sebanyak 2,5-3 kg dan didiamkan selama kurang lebih 1 minggu.
 
Ketiga, untuk menumbuhkan kunyit dari bibit hingga tunas dapat dimaksimalkan dengan beberapa cara: taruhlah bibit kunyit di luar dan kenakanlah angin di tempat yang rindang dan teduh sekitar 1 hingga 1,5 bulan. Siramlah selama 2 kali sehari (biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari). Menaruh bibit tersebut pada suhu kamar (sekitar 25-28 derajat C) tingkat pertumbuhan bibit akan menjadi lebih baik.
 
Pecahan rimpang ini bisa dilakukan juga ditaruh pada suhu kamar yang telah ditaruh di antara jerami. Selain itu, dapat pula bibit kunyit direndam selama kurang lebih 3 jam pada cairan ZPT (zat pengatur tumbuh). Sebaiknya, cairan ZPT yang dipakai berupa atonik (1cc/1.5 liter) dan G-3 sebanyak 500-700 ppm.
 
Keempat, bibit kunyit yang telah disiapkan, ditanam di dalam lubang dengan ukuran 10 cm. Dalam satu kali menanam kunyit, terdapat dua metode yang dapat dilakukan. Metode pertama adalah ketika awal musim hujan yang kemudian kunyit akan panen ketika mulai memasuki musim kemarau yang akan memakan waktu sekitar 8 bulan.
 
Kelima, dalam satu periode panen memerlukan 8 hingga 18 bulan. Tapi untuk melakukan pemanenan kunyit yang terbaik berada pada bulan ke 11 dan 12. Dapat diperhatikan dengan layu atau jatuhnya daun kedua yang berada di tanaman, slain itu melihat batang yang sebelumnya berwarna hijau kini menjadi warna kuning.
 
Untuk memanennya tidak terlalu sulit, kita dapat menggunakan garpu untuk skala kecil dan cangkul untuk skala besar. Sebelum memanen, sebaiknya kita membongkar daun serta batang yang terdapat di kunyit terlebih dahulu, kemudian setelah mencabutnya, bersihkan tanah yang berada di kunyit dengan hati-hati kemudian pindahkan ke tempat yang aman. Dalam satu kali panen, biasanya satu rimpang kunyit mencapai 0,71 kg. (Berbagai sumber/111)