Menanam Cabe dengan Mudah di Rumah

Jumat, 08 Maret 2019, 21:18 WIB

Cabe rawit domba yang terkenal super pedas. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Cabe merupakan bumbu yang selalu ada hampir di semua masakan Nusantara. Sebab, orang Indonesia adalah pecinta pedas sehingga ketika harga cabe naik, pastilah timbul kehebohan di tengah masyarakat. Selain cabe rawit dan cabe merah besar, ada beberapa jenis cabe yakni cabe kathur, cabe keriting, cabe jalapeno, cabe gendot, dan paprika.

Cabe yang menjadi primadona di Indonesia adalah jenis cabe rawit dan cabe merah. Cobalah menanam sendiri cabe, itu menjadi hal yang mudah. Tidak perlu membutuhkan lahan yang luas.

Langkah awal adalah menyiapkan bibit. Pertama-tama, tentu saja harus memiliki bibit cabe yang berkualitas. Pilihlah bibit cabe yang masih segar.

Kupas cabe lalu ambil bijinya. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Cara lain untuk mendapatkan bibit cabe adalah dengan membeli bibit cabe di toko.

Namun, jika hendak menanam cabe dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri. Bibit cabe yang dijual di toko biasanya dalam skala besar dan tentu saja mahal.

Langkah selanjutnya adalah dengan menyemai. Gunakan polybag ukuran kecil sebagai media penyemaian. Masukkan tanah dan pupuk.

Campur hingga setinggi polybag. Masukkan bibit cabe pada polybag dan siram setiap hari. Lebih rinci lagi, inilah cara menyemai bibit cabe agar cepat tumbuh, yaitu siapkan tempat penyemaian seperti polybag.

Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Biarkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu. Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam.

Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja ke dalamannya.
Tunggu hingga benih berkecambah, kemudian mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Setelah cabe berumur 4 minggu, pindahkan benih cabe pada lahan yang telah disiapkan. Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memberikan pupuk. Berhati-hatilah saat melepaskan benih dari polybag agar akar tidak rusak.

Jika Anda tetap menggunakan polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan. Gunakan perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, dan sekam mentah untuk tempat menanam.

Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabe menjadi lebih organik. Untuk perawatan, jangan lupa menyiraminya setiap hari.

Seringlah melihat apakah ada tanaman lain yang tumbuh dan mengganggu pertumbuhannya. Jika ada, cabut secara rutin agar cabe bisa tumbuh dengan baik. Ketika cabe telah tumbuh sempurna, lakukan pemanenan sendiri. (Berbagai sumber/111)