Pisang Kipas, Tanaman Eksotik di Pekarangan Rumah

Jumat, 12 April 2019, 16:09 WIB

Pisang kipas menjadi tanaman eksotik jika ditanam di pekarangan rumah. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET – Pisang kipas atau revenala madagascariensis atau lebih dikenal dengan nama treveller’s tree atau traveller’s palm adalah spesies tanaman yang berasal dari Madagaskar. Di Indonesia, tanaman ini disebut dengan pisang kipas karena bentuk tanaman ini mirip dengan pohon pisang dengan daun tersusun rapi seperti kipas, tapi tanaman pisang kipas ini termasuk dalam familiki Musaceae atau tanaman pisang-pisangan dan masuk dalam genus revenala.

Tanaman pisang ini disebut dengan traveller palm karena sarung batang tanaman ini dapat menahan air hujan yang bisa digunakan sebagai air minum darurat oleh para penjelajah, tapi air tersebut seharusnya melalui proses pemurnian karena air tersebut berwarna hitam dan bau. Pisang kipas ini umumnya ditanam sebagai tanaman hias yang bisa mempercantik lingkungan. Jika ingin menanam pisang kipas ini sebagai tanaman hias di pekarangan rumah, yang perlu dilakukan adalah menyiapkan bibit.

Perbanyakan bibit pisang kipas sama dengan perbanyakan pisang biasa yaitu melalui perbanyakan tunas. Caranya, ambil dan pisahkan tunasnya dari bonggol indukan dengan hati-hati. Tunas tersebut langsung dapat ditanam atau disimpan di tempat basah dan lembab.

Menanam pisang pada umumnya membuat lubang tanam terlebih dahulu dengan kedalaman minimal sekitar ¼ dari panjang batang tunas. Setelah itu, masukkan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1 dengan tanah galiannya. Selanjutnya, diamkan selama minimal sekitar 2-4 hari.

Biarkan pupuk meresap kemudian baru campurkan sebagian tanah dengan pupuk lalu tanam bibit dan tutup dengan tanah sisa galian tadi. Padatkan agar tanaman tidak mudah roboh, lalu siram agar tanah lembab. Lakukan penyiraman seperlunya saja, karena tanaman ini dapat tumbuh dengan baik walaupun tanpa banyak air.

Lakukan pula pemupukan. Pemupukan tersebut setidaknya dilakukan setiap 3-3,5 bulan sekali. Selain itu, lakukan pula perampalan batang yang sudah kering agar pohon pisang kipas tetap terlihat cantik. (Berbagai sumber/111)