Mudahnya Menanam Buah Pir dalam Pot

Jumat, 07 Juni 2019, 21:13 WIB

buah pir hasil panen. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET - Budidaya buah pir bisa juga dilakukan di Indonesia, karena pada dasarnya tanaman buah pir adalah tanaman sub tropis yang tumbuh di daerah seperti China, Korea dan Jepang. Namun sejak tahun 2008 mulai dikembangkan di Jawa Timur dan berhasil berbuah 2 tahun kemudian, seiring berjalannya waktu sudah beberapa kali dilakukan uji coba di daerah tropis ternyata tanaman buah pir sanggup beradaptasi dengan baik.

Pohon buah pir memiliki ketinggian mencapai 10 sampai 17 meter namun sebagian spesies merupakan tanaman yang pendek dan mempunyai daun yang cukup rimbun, daun yang berselang-seling, lonjong dan lebar namun bisa juga berbentuk membujur panjang dan cukup langsing, panjang daunnya antara 2 sampai 12 cm.

Pada sebagian spesies memiliki daun berwarna hijau mengkilat atau sedikit berbulu dan juga berwarna keperakan. Sebagian besar pohon pir merontokkan daunnya pada saat musim dingin dengan pengecualian 2 spesies yaitu buah pir di Asia Tenggara selalu berdaun hijau sepanjang tahun.

Karakteristik Pohon Pir
Bunga buah pir mekar sekitar bulan April, memiliki warna putih dengan sedikit aksen berwarna kuning atau warna merah jambu, daun buah pir terdiri dari 5 daun mahkota, diameter bunga antara 2 sampai 4 cm. Buah pir memiliki tipe buah pome dengan diameter 1 sampai 4 cm pada spesies liar, sedangkan pada pohon pir hasil budidaya menghasilkan buah pir yang memiliki ukuran besar dengan ukuran hingga 18 cm, 15 cm, dan 8 cm.

Sedangkan bentuk buah pir beraneka ragam, sebagian besar spesies menghasilkan buah berbentuk bulat, namun sebagian spesies lainnya seperti di kawasan Eropa menghasilkan buah yang besar di bagian bawah dan langsing pada bagian pangkal buah pir. Untuk wilayah yang memiliki 4 musim biasanya buah pir dipanen pada awal musim gugur.

Pengembangan buah pir ada 2 jenis, yaitu buah pir hijau dan buah pir kuning. Metode perbanyakan yang diterapkan adalah metode cangkok yang merupakan metode terbaik untuk mendapatkan bibit yang berkualitas, tentu saja akan sangat menguntungkan jika melakukan budidaya buah pir sendiri di rumah.

Pecinta tanaman buah seperti di Blitar, Malang, Jakarta, Banyuwangi dan Semarang telah sukses membuahkan pir dengan banyak, keberhasilan tersebut menambah deretan keberhasilan penanaman tanaman subtropis yang bisa dikembangkan di daerah tropis seperti di Indonesia. Jenis buah pir yang cocok ditanam di daerah tropis yaitu jenis pyrus pyrifolia atau pir Asia yang berbentuk bulat dan berwarna kecoklatan, bentuk buah pir ini seperti lonceng yang memiliki warna hijau atau putih kekuningan. Meski berbeda, rasa buah pir Asia tidak kalah dengan jenis buah pir yang lain.

Berikut cara menanam buah pir dalam pot agar cepat berbuah dan menghasilkan buah yang lebat.
Pertama, tahap pembibitan. Sebaiknya pada awal bulan Desember hingga awal Maret mulai dilakukan penanaman bibit pir.

Sebelum bertunas sebaiknya bibit pir harus melewati masa dingin, proses pendinginan tersebut disebut dengan stratifikasi. Hal tersebut dikarenakan Indonesia tidak mengalami musim dingin, dengan begitu, penanaman awal bibit pir hingga masa tunas terjadi dilakukan di ruangan yang memiliki alat pengatur suhu lingkungan, dengan tujuan untuk mendinginkan atau menurunkan temperatur lingkungannya. Bibit pir ditanam pada media pot yang kecil yang sudah diberikan pupuk.

Kedua, tahap penanaman. Saat melakukan penanaman, tanam varietas yang kompatibel satu sama lain, tanam bibit pir atau biji buah pir pada tanah yang subur, tanah dengan kondisi baik dan kering. Tanamlah pada tempat yang mendapatkan sinar matahari penuh dan dengan sirkulasi udara yang baik saat musim tanam.

Ketiga, media tanam. Agar nutrisi tetap tercukupi gunakan media tanam yang baik yaitu tanah yang gembur ditambah kompos dan arang sekam sebagai penambah unsur hara, kemudian campurkan ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1:1:1.

Keempat, tahap pemeliharaan. Pemeliharaan tanaman buah pir dalam pot meliputi: penyiraman, di mana pohon pir membutuhkan pengairan yang banyak maka sistem pengairan harus sempurna, siramlah tanaman buah pir 2 kali sehari yaitu setiap pagi dan sore.

Pemupukan, di mana pupuk lanjutan diberikan setelah usia tanaman mencapai 1 bulan, gunakan pupuk NPK daun atau pupuk kandang sebanyak satu kepal tangan pada setiap tanaman, pemupukan selanjutnya dilakukan 3 bulan sekali. Penyiangan, harus terus dilakukan dengan membersihkan gulma disekitar tanaman buah pir. Pemangkasan, di mana perlu dilakukan pada umur 2-3 tahun, sebaiknya lakukan pemangkasan pada bibit pir yang ditanam, hal tersebut sangat penting dilakukan karena pada usia tersebut bibit pir mulai mengalami pembentukan pohon dan juga susunan pohon.

Pembungkusan buah, dilakukan agar buah yang dihasilkan berkualitas, bungkuslah buah dengan plastik pada tangkainya, sehingga terhindar dari hama dan pemangsa buah-buahan seperti kelelawar. Semprotkan pestisida nabati sebelum terserang hama tanaman , lakukan setiap 2 miggu sekali setelah usia tanaman mencapai 1 tahun. Untuk tahap pemanenan di Indonesia, panen dari hasil budidaya buah pir biasanya dilakukan pada bulan September sampai Oktober. (Berbagai sumber/111)