Menanam Cabai di Pekarangan, Ikut Sukseskan Gertam Cabai Nasional

Kamis, 29 Agustus 2019, 10:42 WIB

Dengan menanam cabai sendiri di rumah, Anda tidak perlu repot pergi ke pasar hanya untuk membeli cabai dan mengeluarkan uang untuk memenuhi selera pedas Anda. Tinggal memetik saja di halaman. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia, ternyata mempengaruhi jumlah kebutuhan akan bahan panganan seperti cabai baik cabai rawit, cabai merah besar maupun cabai hijau besar.

Masalah ini bukan saja mengganggu di Indonesia ternyata juga mengganggu beberapa negara-negara lain karena kurangnya produksi cabai dalam negeri, beberapa pemerintah melakukan impor cabai dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan cabai yang terus meningkat.

Cabai merupakan bumbu yang selalu ada hampir di semua masakan Indonesia. Sebabnya orang Indonesia adalah pecinta pedas sehingga ketika harga cabai naik, pastilah timbul kehebohan di tengah masyarakat.

Selain cabai rawit dan cabai merah besar, ada beberapa jenis cabai yakni cabai kathur, cabai keriting, cabai Jalapeno, cabai gendot, dan paprika. Namun cabai yang menjadi primadona di Indonesia adalah jenis cabai rawit dan cabai merah.

Harga cabai sendiri sering mengalami fluktuasi atau naik turun. Hal ini dikarenakan cuaca dan preorder dari pengguna cabai dalam jumlah besar seperti hotel restorn dan katering, hingga cabai yang beredar di pasar menjadi langka. Ketika terjadi kelangkaan cabai, maka tentu saja harganya pun menjadi melesat jauh.

Menyikapi  fluktuasi harga cabai yang terjadi setiap tahun, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan Gerakan Tanam (Gertam) Cabai di Pekarangan dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

“Melalui Gerakan penanaman Cabai secara nasional ini, diharapkan menjadi solusi permanen dalam mengatasi harga cabai, sehingga masalah yang sama tidak akan terjadi lagi," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan),  Agung Hendriadi saat mencanangkan Gertam Cabai awal Agustus kemarin di di TTIC Jakarta.

Dengan menanam cabai sendiri di rumah, Anda tidak perlu repot pergi ke pasar hanya untuk membeli cabai dan mengeluarkan uang untuk memenuhi selera pedas Anda. Tinggal memetik saja di halaman. Cara menanam cabai mudah dan tidak perlu membutuhkan lahan yang luas. Namun banyak yang sudah mencoba menanam tapi salah melakukan tahap tahap penanaman sehingga cabai yang ditanam tidak bisa tumbuh secara baik dan gagal panen.

Cara Mudah Budidaya Cabai di Pekarangan

Cara menanam cabai tentu saja berawal dari bibit. Pertama-tama tentu saja Anda harus memiliki bibit cabai yang berkualitas. Cukup mudah memilih bibit cabai. Pilihlah bibit cabai yang masih segar. Kupas cabai lalu ambil bijinya. Setelah itu jemur di bawah sinar matahari sampai kering. Cara lain untuk mendapatkan bibit cabai adalah dengan membeli bibit cabai di toko. Namun jika Anda hendak menanam cabai dalam skala kecil, lebih baik membuat bibitnya sendiri. Bibit cabai yang dijual di toko biasanya dalam sekala besar dan tentu saja mahal

Langkah selanjutnya adalah dengan menyemai cabai. Gunakan polybag ukuran kecil sebagai media penyemaian. Masukkan tanah dan juga pupuk. Campur hingga tingginya polybag. Masukkan bibit cabai pada polybag dan siram setiap hari. Lebih rinci lagi, begini cara menyemai bibit cabai agar cepat tumbuh:

  1. Siapkan tempat penyemaian. Polybag misalnya.
  2. Masukkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.
  3. Biarkan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.
  4. Rendam bibit dalam air hangat selama 3 jam.
  5. Lalu letakkan benih pada polybag. Tutupi benih dengan tanah kira-kira 1 cm saja kedalamannya.
  6. Tunggu hingga benih berkecambah.
  7. Kemudian mulai diperkenalkan dengan sinar matahari langsung.

Setelah berumur 4 minggu, pindahkan benih cabai pada lahan yang telah disiapkan. Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memberikan pupuk. Berhati-hatilah saat melepaskan benih dari polybag agar akar tidak rusak.

Jika Anda tetap menggunakan polybag, gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan.

Gunakanlah perbandingan 3:2:1 dengan rincian tanah, pupuk, dan sekam mentah untuk tempat menanam.

Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga cabai menjadi lebih organik.

Jangan lupa untuk menyirami cabai setiap hari. Dan juga seringlah melihat apakah ada tanaman lain yang tumbuh yang akan mengganggu pertumbuhan cabai. Jika ada cabut secara rutin agar cabai bisa tumbuh dengan baik. Ketika cabai telah tumbuh sempurna. Anda bisa melakukan panen.

Mudah bukan? Dengan menanam cabai sendiri di pekarangan, kita telah ikut berkontribusi mengatasi gejolak harga cabai di pasar karena permintaan yang tinggi. Dari cabai yang kita panen dari kebun sendiri, kebutuhan dan hobi kita makan pedas akan terpenuhi. Sukseskan Gerakan Tanam Cabai.

“Melalui gerakan tanam cabai diharapkan  masyarakat dapat  mengoptimalkan  lahan pekarangan, baik di pedesaan maupun di perkotaan, sehingga  kebutuhan pangan keluarga, khususnya cabai akan terpenuhi.  Dengan penanaman cabai secara masif berskala nasional, baik melalui gertam cabai maupun KRPL dipastikan ketersediaan, pasokan dan harga cabai akan stabil," tutur Agung  Hendriadi saat mencanangkan Gerakan Tanam Cabai.(234)