Budidaya Pisang kepok yang Lebih Produktif

Selasa, 29 Oktober 2019, 08:37 WIB

Diperlukan pengetahuan dan teknik khusus agar budidaya pisang kepok bisa berhasil dan menghasilkan produktifitas yang tinggi. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Pisang kepok merupakan salah satu jenis pisang yang digemari.  Rasa yang lumayan manis dan tekstur yang baik sebagai pembuat olahan bahan makanan dan minuman seperti kue, selai, keripik, kolak, es buah dll, pisang kepok saat ini telah menjadi salah satu pilihan untuk membuat berbagai macam aneka kuliner.  Untuk menemukan pisang kepok memang tidak sulit, Anda bisa menemukannya di pasar tradisional hingga pasar modern. 

Kualitas pisang kepok ini tidak kalah menarik bahkan dapat berani bersaing dengan jenis pisang lainnya, hal tersebut yang membuat jenis buah yang satu ini sangat cocok sebagai alternatif untuk membuka peluang bisnis kuliner khususnya mereka para pemula dengan modal yang kecil.

Harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan jenis pisang yang lainnya. Selain karena permintaan yang tinggi, harga pisang kepok juga dipengaruhi oleh sedikit sulitnya pisang ini dibudidayakan. Hal ini dikarenakan pisang kepok lebih rentan diserang hama dan penyakit.

Tentunya diperlukan pengetahuan dan teknik khusus agar budidaya pisang kepok bisa berhasil dan menghasilkan produktifitas yang tinggi, dengan memanfaatkan peluang dan potensi usaha. Berikut cara menanam pisang kapok:

  1. Penentuan Lokasi

 Setiap tanaman memiliki karateristik serta habitat asli dimana ia dapat tumbuh dengan subur dan optimal. Begitu juga pisang kepok, tahap awal untuk menanamnya di pekarangan maka kita harus terlebih dahulu mengetahui lokasi atau tempat yang cocok bagi pisang kepok untuk tumbuh.

Tanpa hal itu, tentunya akan berimbas pada pertumbuhan tanaman, produktifitas serta kualitas panen. Sebelum menanam maka harus diperhatikan benar hal berikut :

  • Iklim Lingkungan

Iklim lingkungan merupakan hal yang terpenting dalam persyaratan tumbuh tanaman. Pada iklim yang cocok pisang kepok akan dapat tumbuh baik dan menghasilkan buah yang berkualitas serta melimpah. Pada dasarnya tanaman pisang kepok dapat tumbuh baik di daerah basah ataupun kering. Sebab secara fisiologi struktur batang tanaman ini memiliki kandungan air yang melimpah. Namun perlu digaris bawahi adalah pada kondisi yang terlampau kering, buah pisang tidak akan bisa sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Kondisi yang paling ideal sebagai lokasi tanam bagi pisang kepok adalah daerah yang beriklim tropis dengan kondisi basah dan lembab. Namun, perhatikan juga kondisi angin, sebab jika ditanam di daerah yang berangin terlalu besar, resiko pohon rebah serta daun menjadi rusak menjadi lebih besar. Pohon pisang memiliki akar serabut sehingga sangat rentan roboh apabila terkena angin besar.

Wilayah ideal yang bisa digunakan sebagai lokasi tanam pisang kepok adalah dengan curah hujan 1.520 sampai dengan 3.800 milimeter per tahun. Namun, dengan catatan terdapat dua bulan kering. Sebab jika curah hujan terlalu besar maka dapat menimbulkan masalah lain yakni intensitas serangan hama dan penyakit yang besar. Selain itu juga dapat menimbulkan genangan air pada perakaran tanaman yang akan mengancam pertumbuhan tanaman.

  • Kondisi Tanah

Sama dengan tanaman jenis lainnya, pisang kepok tentunya juga mendambakan tanah yang subur dan gembur. Tanaman pisang banyak menyerap unsur hara pada tanah. Sehingga selain melakukan pemupukan, Anda perlu memilih tanah yang mengandung kapur sebagai lokasi tanam yang tepat. Tanaman pisang dapat ditanam pada ketinggian 1000 sampai 2000 mdpl. Selain itu, jangan tanam pisang kepok pada lahan yang mudah mengalami erosi karena nantinya akan mengacaukan hasil panen dan pastinya bisa membuat Anda mengalami kerugian apalagi jika curah hujan terlampau tinggi.

  1. Pembibitan
Salah satu faktor penting untuk keberhasilan budidaya pisang kepok  adalah tersedianya bibit yang berkualitas baik, yaitu bibit pisang yang memiliki keturunan buah daging yang tebal dan berisi serta bebas dari hama penyakit. agar dapat memperoleh bibit pisang kepok yang baik maka diperlukan berbagai upaya seperti misalnya menyediakan bibit pisang dari rumpun pisang yang sehat, hal tersebut dapat diperoleh dengan memanfaatkan dari tunas, anakan, maupun bonggol.
 
Mendapatkan bibit  pisang kepok sebelum melakukan penanaman maupun tindak lanjut setelah proses penanaman:
 
Dari anakan pohon pisang.
  • Bibit ini berasal dari pemisahan anakan yang langsung ditanam di kebun, bahan yang baik adalah anakan pedang, tinggi sekitar 41-100 cm ( daunnya berbentuk seperti pedang) Anakan rebung (24-40 cm) kurang baik jika ditanam langsung, karena bonggolnya masih lunak dan belum berdaun, sehingga mudah mengalami kekeringan. Sedangkan anakan dewasa (tinggi > 100 cm) terlalu berat dalam pengangkutan dan kurang tahan terhadap cekaman lingkungan, karena telah memiliki daun sempurna.
  • Bibit anakan setelah dipisahkan harus langsung ditanam. Jika terlambat akan meningkatkan serangan hama penggerek dan kematian di kebun. Apabila pada saat tanam kekurangan air dalam waktu yang cukup lama, bibit akan layu dan mati bagian batangnya, tetapi bonggol yang tertimbun dalam tanah masih mampu untuk tumbuh dan memulai pertumbuhannya kembali, membentuk bonggol baru di atas bonggol yang lama.
  • Untuk menghindari kejadian tersebut, sebelum menanam, anakan dipotong 5 cm di atas leher bonggol dan cara menanamnya ditimbun 5 cm di bawah permukaan tanah.
 
Bonggol dari tanaman yang sudah dipanen.
  • Bonggol diangkat dari tanah dengan hati-hati agar mata tunas tidak rusak. Kemudian dibersihkan dari akar dan tanah yang menempel.
  • Bonggol kemudian dipotong dengan ukuran 10 cm x 10 cm menurut jumlah mata tunas. Kemudian direndam dalam air hangat dengan suhu 55°C yang telah dicampur fungisida dengan dosis 2 gr/liter air selama 15 menit, kemudian ditiriskan.
  • Setelah ditiriskan kemudian ditanam di polybag ukuran 20 cm x 30 cm yang berisi media tanah dan pupuk kandang 1:1. Setelah ditanam, benih diletakkan di tempat teduh/naungan selama 1 bulan, dan pada bulan kedua diletakkan di tempat terbuka.
  • Perawatan yang diperlukan adalah penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah. Pemupukan dapat diberikan melalui pengocoran larutan pupuk Urea dengan konsentrasi 2 gr/liter air setiap 2 minggu.
  • Bibit ditanam di kebun pada umur 3-4 bulan setelah semai.
  1. Pengolahan Lahan

Tahapan selanjutnya ialah melakukan pengolahan lahan tanam. Untuk melakukannya Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut:

  • Buat lubang tanam dengan menggunakan garpu dengan ukuran 50×50 dan kedalaman 50 cm.
  • Setelah itu, kemudian isikan pupuk kandang sebanyak 5 kg untuk setiap lubang tanam.
  • Jarak antar lubang tanam atau jarak pertanaman dibuat sepanjang 3×3 meter.
  • Biarkan lubang tanam hingga Selama satu minggu.
  • Baru setelahnya dapat ditanami. 
  1. Penanaman Pisang Kepok ke Lahan Tanam

Setelah bibit siap maka tahapan selanjutnya dapat dilakukan penanaman. Tidak ada cara khusus untuk melakukan penanaman, Anda bisa melakukan sebagaimana cara berikut :

  • Buang beberapa daun bibit untuk mengurangi penguapan.
  • Buang daun yang sudah mekar penuh dan sisakan daun yang masih kuncup.
  • Kemudian langsung tanam bibit ke dalam lubang tanam.
  • Tutup kembali lubang tanam hingga padat.
  • Bila perlu, berikan ajir untuk menopang bibit agar tidak roboh.
  • Untuk tahapan selanjutnya Anda harus melakukan perawatan dan pemeliharaan agar hasil panen dapat optimal.
  1. Perawatan dan Pemeliharaan

Untuk perawatan dan pemeliharaan pada tanaman pisang kepok terbilang tidak terlalu intensif. Pemerliharaan dan perawatan sendiri meliputi beberapa hal berikut :

  • Pemupukan

Pemupukan ideal dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun. Tanaman pisang membutuhkam kalium dalam jumlah yang besar. Oleh sebab itu, untuk satu hektar tanaman buah pisang kepok membutuhkan 207 kg pupuk urea, 138 kg pupuk super fospat, 600 kg KCL dan 200 Kg kapur. Pemupukan dilakukan dengan cara memberikan pupuk pada daerah perakaran tanaman. Pemupukan awal sebaiknya dilakukan pada saat 6 bulan setelah tanam.

  • Penjarangan Tanaman

Untuk mencapai pertumbuhan tanaman yang ideal, sebaiknya dalam satu rumpun tanaman hanya dipelihara 3-4 anakan. Tanaman pisang terbilang dapat tumbuh dengan cepat. Ketika tanaman sudah mencapai usia dewasa, ia dapat menghasilkan anakan dalam jumlah yang banyak. Untuk menjaga penyerapan nutrisi serta pertumbuhan dan kualitas buah ideal sebaiknya dalam satu rumpun hanya dipelihara 3-4 anakan. Sisanya harus dibuang.

  • Penyiangan

Penyiangan dilakukan untuk menyingkirkan gulma penganggu pada tanaman. Lakukan penyiangan secara rutin, untuk menjaga pertumbuhan  pisang kepok lebih optimal. Singkirkan rumput yang tumbuh di sekitar tanaman. Penyiangan ini juga sekaligus menjadi upaya penggemburan tanah. Sehingga akan memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan akar.

  • Pembungkusan Buah dan Pemotongan Jantung Pisang

Saat tanaman mulai menghasilkam buah, maka jantung pisang yang sudah berukuran 25 cm atau lebih harus dipotong. Setelah itu, buah dibungkus menggunakan plastik . Pembungkusan ini berfungsi untuk menghindarkan buah dari serangan hama dan penyakit. Buah pisang kepok yang dibungkus juga memiliki kualitas dan harga yang lebih tinggi dibanding buah yang tidak dibungkus. Buatlah lubang di plastik sekitar 0,5-0,6 cm agar jika ada air di plastik bisa keluar dan berfungsi sebagai penguapan bagi buah. 

  1. Pemanenan

Panen dapat dilakukan sejak 90-100 hari semenjak tanaman pisang kepok ditanam.  Panen merupakan saat yang di tunggu-tunggu. Dalam satu batang pisang hanya akan menghasilkan satu tandan buah. Untuk kriteria panen dapat dilihat dari ukuran buah yang sudah maksimal. Selain itu juga Anda bisa melihatnya dari daun tanaman yang sudah mulai mengering, maka pada saat itu tanaman sudah bisa dipanen.(234)