5 Langkah Mudah Beternak Ayam Kalkun

Sabtu, 30 Juni 2018, 19:21 WIB

Ayam kalkun dewasa di dalam kandang umbaran. | Sumber Foto:Berbagai sumber

AGRONET – Peternak ayam kalkun masih cukup jarang di Indonesia. Kebanyakan peternak memilih beternak ayam kampung atau ayam negeri, baik dijadikan sebagai ayam petelur atau pedaging. Ayam kalkun adalah jenis unggas yang memiliki penampilan dan postur tubuh yang besar.

Jika direntangkan, panjang sayapnya bisa mencapai 1,5 hingga 1,8 meter. Ini adalah ciri khas yang akan mempermudah seseorang untuk mengenali ayam kalkun. Ayam kalkun yang biasa dijadikan sebagai ternak kalkun pedaging adalah jenis kalkun bronze, sedangkan kalkun jenis black spanish menjadi salah satu jenis kalkun termahal saat ini.

Untuk memulai ternak ayam kalkun perlu mengetahui beberapa hal. Pertama, pemilihan bibit. Memilih bibit kalkun yang baik dan berkualitas adalah cikal bakal indukan yang bagus juga.

Usahakan memilih bibit unggulan karena ada juga bibit kalkun yang membawa gen lemah atau cacat bawaan. Pilihlah bibit yang memiliki postur tubuh yang besar, tegap, terlihat sehat, lincah dan tidak ada cacat. Tingginya nafsu makan juga merupakan salah satu tanda bahwa bibit kalkun tersebut merupakan bibit unggulan yang sehat.

Kedua, siapkan lokasi yang mendukung. Pastikan keamanan dan kesehatan serta jauh dari hewan predator. Lokasi kandang yang baik adalah di sekitar sungai, sawah atau danau.

Kandang jangan terlalu lembab dan diupayakan menghadap ke timur agar kandang langsung tersinari matahari pagi. Kalkun yang sehat adalah kalkun yang mendapatkan cukup sinar matahari pagi.
Kandang harus mudah dibersihkan agar sanitasinya terjaga.

Kandang bebas atau kandang umbaran sangat cocok untuk pertumbuhan kalkun karena kalkun termasuk unggas yang tidak terlalu suka untuk dikurung.

Ketiga, memilih jenis pakan. Pemberian pakan yang optimal bisa membuat kalkun tumbuh secara optimal. Makanan pabrikan biasanya diberikan untuk pakan kalkun yang masih berumur di bawah 14 hari, makanan ini biasanya diencerkan sedikit dengan penambahan air agar mudah dicerna oleh anak kalkun.

Campuran ikan kecil, keong dengan dedak juga biasa dijadikan pakan untuk kalkun dewasa. Jangan lupa selalu sediakan air bersih sebagai air minum. Letakkan tempat air minum agak berjauhan dari tempat pakan agar tidak mudah kotor dan berihkan secala berkala tempat air minum tersebut.

Kalkun yang sehat adalah kalkun yang mendapatkan cukup nutrisi dan tidak pernah mengalami masalah telat makan. Jangan biarkan kalkun mengalami kelaparan. Selalu sediakan pakan tepat waktu untuk menghindari adanya kelaparan dan serangan penyakit.

Keempat, perawatan awal atau basic care. Dibutuhkan perawatan bagi kalkun. Perawatan khusus diberikan untuk anak kalkun yang masih berusia di bawah 70 hari. Untuk anak kalkun, gunakan bola lampu di dalam kandang agar anak kalkun tetap terjaga kehangatannya.

Suhu optimal yang dibutuhkan anak kalkun antara 30 hingga 45 derajat Celcius. Berikan pakan khusus BR 1 yang telah memiliki kandungan nutrisi pas. Anak kalkun yang telah melewati usia 70 hari memerlukan penanganan yang diistilahkan dengan medium care.

Perbedaan kelamin akan terlihat pada anakan kalkun yang berusia di atas 70 hari karena telah memasuki usia remaja. Ayam kalkun pada usia ini tidak lagi membutuhkan penghangat maka kandangnya bisa dibuat lebih luas agar kalkun remaja leluasa bergerak. Kalkun remaja akan nampak lebih aktif dan lebih lincah.

Kelima, advanced care atau perawatan tingkat lanjut. Perawatan tingkat lanjut ini biasanya dilakukan pada kalkun dewasa yang sudah berumur lebih dari 6 bulanan. Untuk menghindari adanya perkelahian dan menghindari adanya ayam kalkun yang luka hingga sakit maka harus memisahkan para pejantan.

Ayam kalkun betina atau indukan betina yang telah matang dan siap kawin dapat dilihat dengan caranya yang selalu terlihat merunduk. Di mana pada usia menginjak 8 bulan ayam kalkun betina sudah bisa dikawinkan dan bertelur pada masa ini indukan betina akan mencapai bobot 7 hingga 8 Kg. (Berbagai sumber/111)

BERITA TERKAIT