Mudahnya Beternak Si Telinga Panjang

Selasa, 31 Juli 2018, 10:27 WIB

Kelinci

Salah satu hewan peliharaan yang digemari anak-anak tak lain adalah kelinci. Hewan ini memang lucu dan menggemaskan. Jinak. Bermata jernih. Memberi makannya juga mudah. Apabila Anda ingin menggemukkan, Anda cukup memberikan pakan rumput ditambah dengan katul.

Secara reproduksi, kelinci termasuk hewan yang produktif. Dalam setahun, sepasang kelinci dapat mengalami masa kawin tiga kali. Sekali melahirkan, sepasang indukan kelinci dapat menghasilkan 6-7 anakan. Satu minggu setelah melahirkan, beruntungnya, sepasang kelinci tersebut dapat dikawinkan lagi.

Bagi Anda yang tertarik membudidayakan kelinci. Biasanya ada tiga jenis motif peternak membudidayakan kelinci. Mereka yang berternak kelinci untuk dijual sebagai hewan hias. Mereka yang menggemukkan kelinci untuk kemudian mengambil dagingnya. Ada juga mereka yang beternak kelinci untuk mengambil bulunya.

Oleh karena itu, apabila Anda hendak berbisnis ternak kelinci, pastikan Anda sudah memilih orientasi ternak tersebut. Karena orientasi ternak ikut menentukan jenis kelinci yang harus Anda budi dayakan.

Berdasarkan orientasi ternaknya, ada tiga jenis kelinci yang bisa Anda pilih: Pertama ternak kelinci pedaging; New Zealand White, Belgian, California, Flemish Giant Havana, dan Himalayan. Kedua ternak kelinci untuk diambil kulitnya: Rex dan Satin. Ketiga, ternak kelinci yang beroreintasi pada hasil bulu atau woll: Angora

1. Cara Memilih Bibit Kelinci yang Baik

Ada beberapa kriteria yang harus kita perhatikan supaya mendapatkan bibit kelinci berkualitas unggul, berikut ini diantaranya:

* Asal benih kelinci besar, sehat dan tidak cacat.
* Kepala cukup besar, lubang hidung lebar kering, mata cerah.
* Bulu warna halus, bersih dan mengkilap.
* Memiliki puting antara 10-12 buah.
* Gerak geriknya lincah, cekatan, sering lari-lari atau melompat-lompat. Tidak sering bersembunyi di sudut kandang.
* memiliki sifat kesuburan tinggi
* Tidak mudah gugup
* Bulu tidak kusam.

2. Persiapan Kandang Ternak Kelinci

Setelah kita mendapatkan bibit yang akan kita ternak, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan kandang kelinci. Ada beberapa catatan yang harus kita penuhi agar kelinci bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Di antaranya: suhu kandang ideal berkisar 21 ° C, sirkulasi udara di dalam kandang berputar lancar, dan pencahayaan yang menerangi kandang berdurasi selama 12 jam. Sehingga dapat melindungi ternak dari predator.

3. Pakan Kelinci

Setelah kita memiliki kandang dan mengisinya dengan kelinci, hal selanjutnya yang perlu kita perhatikan adalah pemberian pakan kelinci. Secara umum, pakan kelinci berupa hijauan rumput, sayuran kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun Turi dan daun kacang. Sedangkan pakan penguat tambahan bisa berupa: jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan.

Jadwal makan kelinci bisa Anda berikan 3 kali sehari, yakni pada pukul 10.00, 13.00 dan 18.00. Untuk makan malamnya atau sorenya berikan dalam jumlah yang lebih besar. Untuk air sebaiknya selalu tersedia di kandang agar kelinci tidak sampai dehidrasi.

Pengaturan waktu di atas tidak baku. Jika kondisi kelinci sudah terlihat lapar, maka sebaiknya Anda berikan makan, tapi lebih baik kalau bisa memberikannya secara teratur.

Selain dengan pakan alami Anda bisa memberikan pakan berupa pelet pabrikan, pakan pelet lebih praktis dan biasanya sudah memiliki kandungan nutrisi lengkap. Biaya pembelian pelet memang cukup mahal, namun ketersediaan dan kontinuitasnya lebih terjamin. Hal ini sangat diperlukan untuk usaha ternak kelinci secara intensif.

Untuk pemberian pakan hiijauan dimulai sejak kelinci berumur 2 minggu sedikit demi sedikit. Jenis hijauan yang diberikan sebaiknya dilayukan terlebih dahulu untuk mencegah kembung pada anak kelinci, yang bisa mengakibatkan kematian. Anak kelinci biasanya disapih setelah berumur 8 minggu.

Secara umum, kebutuhan pakan untuk kelinci mencapai 4-5persen dari bobot tubuhnya per hari. Kelinci muda hingga 4 bulan membutuhkan hijauan 20 persen dari total pakannya. Kelinci lebih dari 4 bulan membutuhkan 60 persen hijauan dari total pakannya. Sebaiknya pisahkan waktu pemberian pakan konsentrat dengan hijauan. Misalnya, konsentrat diberikan pada pagi hari sekitar jam 10.00, hijauan bisa diberikan pada pukul 13.00-18.00.

4. Reproduksi dan Perkawinan

Setelah sekian lama kita membudidayakan kelinci, tibalah saatnya untuk mengawinkan kelinci. Kelinci sudah bisa dikawinkan begitu memasuki usia dewasa, sekitar 5 bulan (wanita dan pria). Usahakan sudah memasuki usia 5 bulan, jangan terlalu muda atau tua karena hal ini akan berakibat tidak baik untuk kesehatan indukan dan dapat mengakibatkan kematian anak yang tinggi.

Ini sedikit tips ternak kelinci yang jarang orang ketahui, saat pejantan pertama kali menikah, pilihkan dengan betina yang telah memiliki anak. Usahakan agar kawin pada pagi atau sore hari di kandang pejantan dan biarkan hal itu dua kali perkawinan, setelah itu pisahkan.

a. Cara Mengawinkan Kelinci

Ada 2 metode mengawinkan kelinci yang bisa peternak lakukan, yakni dengan cara berkelompok atau berpasangan. Perkawinan berkelompok dilakukan dengan cara memasukkan sejumlah betina dan pejantan dalam satu area. Satu pejantan bisa mengawini 5-10 betina.

Sedangkan cara berpasangan dilakukan dengan memasukkan satu betina dan satu jantan dalam satu kandang. Selama masa perkawinan, amati apakah terjadi perkawinan atau tidak. Bila tidak, kemungkinan tidak cocok. Ganti pejantan dengan yang lain.

b. Tips Mengawinkan Kelinci

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui selama mengawinkan kelinci:
* Kelinci siap untuk dikawinkan setelah berumur 5-12 bulan, tergantung jenis ras.
* Masa berahi kelinci berlangsung selama 11-15 hari.
* Dari masa berahi satu ke masa berahi selanjutnya berlangsung selama 2 minggu.
* Masa kehamilan berlangsung 28-35 hari, tergantung jenis ras.
* Secara alami masa menyusui kelinci bisa berlangsung selama 8 minggu. Dalam usaha ternak kelinci masa menyusui eksklusif dilakukan selama 15-20 hari. Setelah itu anak kelinci diberi hijauan agar belajar makan sambil tetap menyusui, jangan disapih. Anak kelinci bisa disapih setelah 8 minggu.
* Kelinci betina bisa dibuahi lagi (subur kembali) setelah 2 minggu terhitung sejak melahirkan.
* Dalam satu tahun, kelinci bisa mengalami hingga 5 kali kehamilan.
* Jumlah anak dalam satu kali kelahiran 4-12 ekor, tergantung jenis ras.
* Masa produktivitas biasanya berlangsung 1-3 tahun. Bila kurang atau lebih dari itu biasanya jumlah dan kualitas anakan menurun.

4. Proses Kelahiran

Lama kelinci hamil atau bunting selama 30-32 hari. Untuk mengetahui kelinci bunting/hamil adalah dengan meraba perut kelinci betina 12 – 14 hari setelah perkawinan. Apabila kelinci betina mengandung, akan terasa ada bola-bola kecil di dalam perutnya. Kemudian lima hari menjelang kelahiran, induk sebaiknya dipindah ke kandang berbeda untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan merontokkan bulunya. Kelinci biasanya melahirkan pada saat malam hari dengan kondisi anak kelinci lemah, mata tertutup, dan tidak berbulu. Untuk jumlah anak yang dilahirkan berbeda-beda, sekitar 6 – 10 ekor kelinci.

5. Kapan Kelinci Bisa Dipanen ?

Untuk ternak kelinci pedaging jika sudah memiliki bobot tubuh sekitar 2 – 3kg / ekor, dengan usia rata-rata 3,5 bulan, Anda sudah bisa memanennya. Jika menjual bibit indukan saja, kelinci dijual ketika sudah berusia 10 – 12 bulan. Menjual bibit kelinci indukan untuk harga tidak ditentukan berdasarkan berat kelinci tetapi kualitas dan keunggulan bibit indukan. (berbagai sumber/222)

BERITA TERKAIT