Mudah, Murah, Untung Berlimpah

Budi Daya Ayam Kampung

Senin, 12 November 2018, 12:59 WIB

ayam kampung | Sumber Foto:/my

AGRONET -Ingin memulai usaha yang mudah, murah, tidak terpengaruh mekanisme pasar tapi mampu memberikan hasil yang menguntungkan? Cobalah beternak ayam kampung.

Seperti diketahui daging ayam yang lebih banyak tersedia di pasar adalah daging ayam broiler. Meski lebih murah dan ukurannya lebih besar, namun rasa dari daging ayam broiler tidak seenak daging ayam kampung. Ayam kampung memiliki rasa yang lebih kenyal, nikmat dan gurih. Karena rasanya yang enak dan khas inilah maka ayam kampung memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Di sisi lain, meningkatnya kepedulian masyarakat akan kesehatan juga semakin meningkatkan permintaan konsumsi ayam kampung. Hal ini dikarenakan pola pemeliharaan, pemberian pakan dan pembibitan ayam kampung diyakini aman dari bahan bahan kimia seperti yang dikhawatirkan pada ayam broiler.

Oleh karena itu tidak heran jika permintaan terhadap ayam kampung cukup tinggi dan stabil. Bahkan di waktu waktu tertentu seperti bulan puasa dan hari raya lebaran, permintaan ayam kampung akan semakin tinggi. Seiring permintaan pasar, harga ayam kampung pun melambung tinggi pula. Inilah peluang emas bagi peternak ayam kampung untuk meraup keuntungan.

Jika Anda tinggal di daerah pedesaan atau jauh dari kota, lebih mudah bagi Anda untuk beternak ayam kampung karena ayam kampung dapat dibiarkan hidup bebas dan mencari makan dengan sendirinya (ekstensifikasi).  Namun jika Anda tinggal diperkotaan, tak perlu khawatir, budidaya ayam kampung tergolong mudah. Karena ayam kampung secara alami memiliki daya tahan tubuh yang kuat terhadap penyakit. Mempunyai daya hidup dan pertumbuhan yang tinggi dalam segala kondisi.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai budidaya ayam kampung pun tidak besar. Kita bisa memulai beternak dalam jumlah berapapun, sesuai modal yang kita miliki. Manfaatkan lahan yang ada, kandang bisa dibuat secara sederhana, pakan bisa dengan memanfaatkan sisa sisa makanan rumah dan dapur. Kalaupun butuh tambahan pakan, tidaklah mahal. Meski demikian beberapa hal harus diperhatikan dari budidaya ayam kampung agar keuntungan yang Anda peroleh bisa optimal dan minim kerugian, terutama jika Anda adalah pemula.

  1. Pilih Saat Yang Tepat Untuk Memulai Budidaya Ayam Kampung

Menentukan kapan memulai beternak ayam kampung merupakan kunci pertama agar sukses dalam budidaya ayam kampung, terutama bagi peternak skala kecil dan pemula. Maksud dari saat yang tepat ialah memulai berternak ayam kampung dimana sebelumnya sudah diprediksi bakal panen disaat harga ayam sangat tinggi yakni umumnya ketika lebaran idul fitri.

Dengan menargetkan panen di momentum tersebut maka kita akan memulai ternak ayam kampung sekitar 4 bulan sebelumnya. Dengan demikian hampir bisa dipastikan bahwa peternak akan memperoleh keuntungan optimal ketimbang yang asal-asalan memulai budidaya disembarang waktu. Harga daging ayam kampung akan lebih murah ketika hari raya qurban sehingga sebaiknya dihindari panen disaat tersebut.

  1. Memilih Bibit Unggulan

Saat membeli anakan ayam, selain tanda tanda umum dipilih yang lincah dan sehat, sebaiknya juga diteliti jenis keturunan ayam. Seperti apakah indukannya dan juga ayam jantan yang mengawininya agar Anda tidak mendapatkan bibit ayam yang jelek dan ukuran tubuhnya tidak bisa membesar. 

Jika anda membesarkan ayam kampung dari keturunan wareng maka meski diberi makan sebanyak apapun, ukuran badannya akan tetap kecil, mentok ke kisaran 1,5-2 kg. Sedangkan bila Anda memelihara ayam kampung rambon maka bisa dipastikan ukuran badannya lebih cepat membesar dengan maksimal bisa mencapai  4-5 kg.

  1. Pemberian Pakan Yang Tepat Waktu dan Bernutrisi Tinggi

Pakan ayam adalah sumber makanan yang nantinya diserap tubuh ayam dan yang akan memacu perkembangan dan pertumbuhan ayam kampung. Meski bisa saja dicukupi dari sisa makanan rumah dan sisa dapur. Pakan ayam yang baik adalah yang mengandung kadar protein tinggi. Pemberian pakan yang kurang nutrisi seperti misalnya hanya bekatul dan nasi aking saja akan sangat menghambat pertumbuhan ayam .

Yang paling mudah dibeli adalah pur ayam. Anda juga bisa memanfaatkan beberapa pakan alternatif lain seperti jagung, bungkil kedelai, keong, tepung tulang, tepung ikan, tepung udang, ampas tahu, limbah kedelai, dan lain lain yang nantinya bisa dicampur dengan bekatul sebagai makanan selingan. Pemberian pakan alternatif juga akan membantu Anda menghemat biaya.

Pemberian pakan juga sebaiknya tepat waktu, yakni 3 hari sekali pada saat pagi, siang dan sore. Jika memelihara ayam dalam jumlah banyak, penting pula untuk selalu menyiapkan dedaunan sayuran yang digantung di dalam kandang. Ini dilakukan untuk mencegah kanibalisme antar ayam yang akan terjadi jika ayam kelaparan dan Anda terlambat memberi pakan.

  1. Struktur Kandang yang Cukup, Sejuk dan Kering

Kandang tidak harus berbentuk kandang berpagar, cukup buatkan tempat tinggal ayam seperti rumah kandang kecil yang sederhana yang nantinya berfungsi sebagai tempat ayam bermalam serta berlindung dari hujan,  jangan lupa untuk membuatkan pintu yang bisa ditutup untuk melindungi ayam peliharaan anda dari hewan liar seperti anjing dan predator lainnya.

Jika budidaya ayam kampung dilakukan dalam jumlah yang banyak, pastikan  jumlah populasi ayam yang diisikan sesuai dengan luas kandang karena ayam kampung bersifat aktif,  dibanding ayam broiler. Kandang yang baik adalah kandang memberi ruang yang cukup bagi ayam untuk bermain-main di pelataran kandang. Namun juga harus perhatikan faktor musim dan cuaca. Saat musim penghujan sebaiknya ayam tetap di dalam kandang sembari terus menyalakan lampu yang berfungsi sebagai penghangat. Sedangkan di musim kemarau cara ini sangat direkomendasikan, meski sebaiknya berikan penghalang ketika angin berhembus terlalu kencang.

Agar suhu dalam kandang tetap sejuk ketika terik siang maka sebaiknya Anda mengatur lubang ventilasi dengan baik. Jangan ragu untuk menambahkan kipas blower udara jika perlu untuk mencegah ayam stress kepanasan. Sedangkan pada musim penghujan sebaiknya kandang dijaga agar tetap hangat dan kering sehingga tidak mudah ditumbuhi jamur dan bakteri patogenik.

  1. Kandang Karantina dan Kandang Sortir

Sering para peternak pemula belum mengerti bahwa ketika mendapati ayam yang sakit maka harus segera dipisahkan agar tidak menulari ayam lainnya. Anda perlu membuat kandang isolasi yang jauh dari kandang utama untuk menampung ayam yang sakit. Ada kemungkinan ayam yang sakit bisa disembuhkan sehingga bisa kembali bergabung dengan kawanan. Untuk penyakit tertentu, bahkan Anda harus tega memusnahkan ayam yang sakit dengan cara dibakar.

Selain kandang karantina, dibutuhkan juga kandang sortir yakni untuk memisahkan ayam yang pertumbuhannya terlambat atau ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding kawanan seumurannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kanibalisme terhadap ayam yang kecil.

Selamat mencoba. (Dari berbagai sumber./234)