Jangkrik Bos!

Selasa, 04 Desember 2018, 01:39 WIB

Jangkrik | Sumber Foto:Dani Ramdhani

AGRONET--Bagi para penggemar film, sudah tak asing dengan sebutan “jangkrik bos!”. Kata sindiran yang digunakan grup Warkop DKI, Dono, Kasino dan Indro manakala ingin mendapatkan tips dari sang atasan. Lain “jangkrik bos”, lain lagi dengan “bos jangkrik”.

Sederet nama seperti Sugiarto, Bambang, Daniel, ataupun Arwin, merekalah “bos jangkrik”. Bukan akal bulus meminta tips dari atasan, mereka inilah orang-orang yang menemukan peluang dari budi daya jangkrik.

Bermula dari keisengan, kemudian lebih dalam menekuni budi daya jangkrik mengantarkan mereka sukses menjadi pengusaha jangkrik. “Beternak jangkrik cukup mudah dan pangsa pasarnya juga luas terutama digunakan untuk pakan burung,” sebut Sugiarto yang akrab disapa Ugir.

Merdunya suara jangkrik membuat sebagian orang merasa damai, bagaikan di kampung halaman. Namun tak banyak yang merasa terganggu jika dalam satu lokasi terdapat ratusan bahkan ribuan jangkrik. Bagi pemula yang ingin mengikuti jejak Ugir dan kawan-kawan, ada baiknya memelihara jangkrik jauh dari pemukiman padat penduduk.

Pastikan lokasi jauh dari keramaian, jauh dari kandang ayam atau ternak lain, jauh dari pepohonan, serta aman dari predator. Setelah menemukan lokasi yang cocok, buatlah rumah untuk kandang jangkrik. Sederhana saja, minimal dapat menahan angin yang masuk ke dalam kandang.

Sedangkan kandang jangkriknya itu sendiri dapat dibuat dari triplek atau plywood yang dirancang seperti peti, dan buatlah sesuai habitat aslinya. Ada baiknya kandang jangkrik diberi kaki, guna menghindari semut masuk ke kandang. Di tiap kaki juga disarankan diberi kapur anti semut ataupun oli bekas, agar kandang tetap terjaga dari predator.

Kandang jangkrik ideal memiliki panjang 100 centimeter (cm), lebar 60 cm, dan tinggi berkisar antara 30 sampai 40 cm. Pada sisi muka dan belakang dibuat lubang ventilasi dengan ukuran 50 x 7 cm yang diletakkan 10 cm dari sisi atas kandang.

Setelah kandang jadi, sediakan karpet telur atau banyak yang menyebut TRE yang disusun dalam kandang. Fungsinya sebagai tempat hidup jangkrik mulai dari berkembang biak, bertelur, hingga panen.

Kemudian siapkan bibit jangkrik. Jangkrik jantan memiliki dua helai ekor, sedangkan jangkrik betina memiliki tiga helai. Bibit jangkrik yang digunakan biasanya berjenis G. miratus dan G. testaclus dengan perbandingan jantan dan betina perkandang sebanyak 2 : 10.

Selama masa kawin, jangkrik memerlukan asupan pakan yang cukup. Pakan-pakan jangkrik terdiri dari kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya, dan sayuran hijau lain. Ada pula peternak yang memberi ramuan khusus seperti bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek rebus, serta vitamin. Apapun pakan yang diberikan pada jangkrik, pastikan pakan tersebut habis termakan dan tidak membusuk di kandang.

Dibutuhkan waktu pemeliharaan minimal satu bulan hingga jangkrik siap panen. Saat panen, setidaknya ada dua jenis produk yang dapat ditawarkan ke konsumen, telur jangkrik dan jangkrik dewasa. Tak hanya sebagai pakan burung, jangkrik juga dapat digunakan sebagai pakan ikan, umpan pancing, ataupun kerupuk sebagai camilan.

Bambang Setiawan, pemuda asal Cirebon, selain sukses budi daya jangkrik kini cricket chip-nya pun laris manis dipasaran. Harga per-kilogram jangkrik yang hanya berkisar 45 sampai 50 ribu rupiah, setelah diolah menjadi kripik, menjadi 25 ribu rupiah per-175 gram. Dengan usaha tersebut Bambang mampu meraih omset sebesar 500 juta rupiah per-bulan.

Dari bisnis jangkrik Bambang telah membuka lapangan kerja baru untuk masyarakt sekitar. Lebih dari 65 orang ikut bergabung bersamanya dengan kapasitas produksi sebanyak 200 kg jangkrik dan 8 kg telur jangkrik yang siap dibudidayakan.

Peluang beternak jangkrik masih sangat terbuka. Terlebih pamornya ikut meningkar seiring tayangnya Warkop DKI reborn di layar lebar. Mengapa demikian? Para penikmat film juga ikut penasaran dengan hewan unik ini, terlebih yang memiliki binatang peliharaan seperti burung dan ikan hias.

Banyak yang beralih memberi pakan binatang kesayangannya dengan jangkrik. Tak hanya murah, jangkrik juga mudah didapat, dan mengandung nilai gizi yang tinggi. Kelik, salah seorang pembeli jangkrik di sebuah kios pakan burung berkelakar, “Jangkrik ini juga obat awet muda. Tinggal sebut jangkrik bos, sebungkus jangkrik sudah di tangan.”