Penggemukan Sapi Secara Kereman

Sabtu, 18 Mei 2019, 14:50 WIB

Waktu yang dibutuhkan peternak untuk menggemukan sapi selama 6 bulan tidaklah sepanjang hari. | Sumber Foto:Wikipedia

AGRONET -- Usaha penggemukan  sapi pada dasarnya adalah memanfaatkan ternak sapi, pakan dan tata laksana pemeliharaan serta peluang pasar sesuai dengan ketersediaaan sumberdaya alam dan modal.

Pola usaha penggemukkan sapi dilakukan dengan sistem kereman, dimana ternak dipelihara dengan cara dikandangkan sepanjang hari dan diberi makan yang terdiri dari hijauan yaitu rumput dan ramban serta pakan tambahan kosentrat. Keuntungan sistem kereman adalah kontrol ternak lebih intensif dan pertambahan bobot badan lebih baik. 

Langkah penggemukan sapi dengan sistem kereman adalah sebagai berikut :

    BERITA TERKAIT

  1. Pilih bakalan yang baik

Kunci utama menggemukan sapi potong adalah bakalannya. Sekalipun banyak jenis sapi potong yang diusahakan peternak di Indonesia, jenis-jenis sapi potong seperti sapi Bali, Madura, Brahman, Angus, Brangus (Brahma Angus), Hereford, Charolais, Ongole, dan PO (Peranakan Ongole), bakalan itu harus dipilih yang cocok dengan tempatnya. Di Gunung Kidul, sapi potong yang akan digemukkan jenis PO, dan umumnya berkelamin jantan. Sapi betina biasanya dipelihara untuk induk atau penghasil susu.

Ciri sapi bakalan yang cocok untuk digemukkan, bentuk badan silindris dengan rusuk cembung, bentuk muka panjang, bulu pendek dan tidak berminyak, punggung lurus, dan rangkanya besar. Selain itu sapi juga harus sehat dan tidak cacat. Sapi yang memiliki ciri seperti itu, meskipun pada awalnya kurus, gampang digemukkan.

Umur sapi bakalan sekitar 2.5 tahun. Kalau masih terlalu muda, makanan yang dikonsumsinya cenderung untuk pertumbuhan bukan untuk penumpukan daging, sehingga waktu memeliharanya menjadi lebih lama. Sedangkan sapi bakalan yang berumur lebih kecil dari 3 tahun, pertambahan bobotnya sudah lambat. 

  1. Kandang harus kuat

Karena yang digemukkan adalah sapi jantan, maka kandang yang digunakan, terutama tiang-tiangnya harus kokoh. Di situlah nantinya sapi akan ditambatkan. Ukuran kandang 10 x 4 meter persegi. Kandang jangan diberi dinding karena akan menghambat aliran udara. Atap terbuat dari genteng agar saat matahari terik, kondisi kandang tidak terlalu panas. Lantai kandang sebaiknya disemen dan agak tinggi dari sekitarnya, agar tidak becek di kala hujan dan mengotori badan sapi.

Kandang selalu dibersihkan, sehingga tidak ada lalatnya. Perlu diketahui ada beberapa jenis lalat bisa menularkan penyakit, seperti penyakit antraks. Kotoran sapi dan sisa makanannya ditempatkan jauh dari kandang. Lebih baik lagi kalau ditimbun, agar baunya berkurang dan juga tidak menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit. 

  1. Pakan yang baik dan cukup

Untuk menjamin peningkatan berat badan sapi setiap hari, maka jumlah pakan yang diberikan harus cukup jumlah dan gizinya. Yang biasa diberikan para peternak berupa hijauan untuk setiap ekornya 30-40 kg per hari setiap sore hari. sedangkan paginya diberi konsentrat yang terdiri dari 40 kg bekatul, 0.25 kg garam, dan 6 ember air setiap ekor sapi. Ada juga yang memberi makanan tambahan berupa molasse blok yang dibuat dari campuran gaplek, biji randu, urea, dedak dan mineral.

Konsentrat dan makanan tambahan akan mempercepat laju penambahan berat badan, juga penguat tubuh  sapi, di samping sebagai variasi makanan yang bisa menambah nafsu makan sapi. Sebaiknya jumlah hijauan, konsentrat dan makanan tambahan yang diberikan setiap hari tidak berubah selama 6 bulan masa penggemukan. Malah ada kecenderungan jumlah pakan yang dikonsumsi sapi semakin berkurang.

Pemberian ampas tahu tidak baik karena warna daging akan menjadi agak putih dan kurang disukai konsumen. Kecuali itu, pemberian ampas tahu menyebabkan daging mengandung banyak air sehingga jika diangkut jarak jauh akan terjadi penyusutan berat badan. 

  1. Mandikan sapi secara rutin

Kunci sukses utama menggemukan sapi potong adalah bakalannya. Setiap dua hari sekali sapi dimandikan dan disikat seluruh tubuhnya untuk menghilangkan kutu-kutu dan bibit penyakit yang ada di permukaan kulitnya selain agar enak dilihat. Setelah dimandikan, sebaiknya sapi dijemur terlebih dahulu, setiap pukul 08-12 pagi, sehingga ada kesempatan membersihkan kandang. Keuntungan lain, sapi yang rutin di mandikan menjadi lebih jinak, sehingga tidak brangasan saat orang mendekati kandang atau ada sapi baru yang datang. 

  1. Lebih baik mencegah penyakit sejak dini

Banyak jenis penyakit yang menyerang sapi, seperti antraks, penyakit ngorok, TBC, ramadewa, penyakit mulut dan kuku, pilek, ingusan, tetanus dan sebagainya. Meskipun daerah Anda dan daerah lainnya dinyatakan bebas dari penyakit-penyakit tersebut, tidak ada salahnya sapi bakalan yang belum divaksinasi segera divaksinasi. Untuk vaksinasi tidak perlu mengeluarkan biaya, karena dapat diminta pada Dinas Peternakan setempat. Sedangkan pengobatan perlu biaya.

Di samping itu harus diperhatikan kondisi kesehatan sapi setiap hari. Jika ada sapi yang menunjukkan gejala penyakit, segera diobati. Karena pengobatan pada gejala awal lebih mudah, daripada mengobati sapi yang telah terserang penyakit stadium berat yang dapat mengakibatkan kematian. Bisa juga sapi hanya hilang nafsu makannya tetapi bukan terserang bibit penyakit, maka perlu segera diberi obat penambah nafsu makan. Sehingga tidak terjadi penurunan jumlah makanan yang akibatnya penambahan berat badan juga berkurang.

Jadi waktu yang dibutuhkan peternak untuk menggemukan sapi selama 6 bulan tidaklah sepanjang hari, dan peternak dapat melakukan usaha lain. Dengan melakukan perawatan sapi yang baik dan benar, niscaya peternak tinggal menghitung untungnya. (dari berbagai sumber/234)

BERITA TERKAIT