Ternak Burung Kacer Bagi Pemula

Rabu, 07 Agustus 2019, 09:02 WIB

Kacer merupakan burung petarung yang banyak digemari kicau mania, karena warnanya yang cantik, suara kicauannya yang merdu, serta gaya tariannya yang unik dan khas saat berkicau. | Sumber Foto:Istimewa

AGRONET --  Kacer merupakan burung petarung yang banyak digemari oleh para kicau mania, Karena warnanya yang cantik, suara kicauannya yang merdu, serta gaya tariannya yang unik dan khas saat berkicau, yaitu dengan menari-nari sambil membuka ekor dan sayapnya.

Banyak yang bilang ternak burung kacer itu susah, padahal tidak juga asalkan kita tahu cara dan tekhniknya, Banyak peternak pemula yang gagal dalam beternak burung kacer karena kurangnya pemahaman serta kesabaran. Untuk  Anda yang masih berminat budidaya burung kacer, ikuti langkah-langkah berikut agar berhasil dan sukses.

Persiapan kandang penangkaran

Kandang merupakan factor utama dalam usaha budidaya kacer. Kandang penangkaran harus dibuat senyaman mungkin, agar kacer merasa nyaman.

Usahakan kandang dibuat seperti habitat aslinya, Yaitu dengan menyediakan ranting kering sebagai tempat bertengger.

Sediakan juga 2 kolam di dalamnya, 1 kolam diisi air untuk mandi burung kacer. Sedangkan 1 kolam lagi diisi pasir dan batu-batu kecil, karena kacer biasanya akan mengangkut batu-batu kecil saat membuat sarang.

Ukuran kandang sebaiknya dibuat agak besar yaitu panjang sekitar 1,5 – 2 meter, lebar 0,7 – 1 meter, dan tinggi sekitar 1,7 – 2 meter. Dinding kanan, kiri, dan belakang, bisa dibuat menggunakan bata/batako, Dinding tidak perlu di plester gunanya untuk menjaga kelembaban serta suhu kandang.

Atap usahakan menggunakan bahan yang dapat menyerap panas, Seperti genteng dari tanah atau asbes.

Dinding bagian depan sebaiknya menggunakan kawat strimin, Supaya sirkulasi udara lancar, serta dibuatkan dua pintu, satu pintu untuk memudahkan kita memberi makan dan minum, satu lagi pintu kecil untuk memasukkan burung ke dalam kandang.

Jangan lupa sediakan kotak tempat kacer bersarang dari bahan kayu, Dengan ukuran 15 x 15 x 15 cm, letak di bagian belakang paling atas, tujuannya agar kacer tidak merasa terganggu saat bertelur dan mengerami telurnya.

Sediakan juga bahan-bahan kering untuk sarangnya seperti , sabut kelapa, daun cemara, tangkai daun lamtoro dan lainya, Taruh sebagian di kotak tempat bersarang dan sebagian lagi di lantai agar kacer bisa memilih sendiri.

Memilih bibit kacer

Setelah persiapan kandang selesai sekarang saatnya memilih bibit, Untuk bibit indukan kacer sebaik pilih bibit yang sudah siap produksi. 

Induk untuk kacer jantan yaitu sekitar umur 2 tahun, Sedangkan untuk induk kacer betina yaitu sekitar umur 1 tahun, pilihlah kacer yang mempunyai kualitas suara serta postur tubuh yang ideal, agar mendapatkan keturunan yang berkualitas juga.

Karena bibit juga mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam keberhasilan ternak burung kacer, Sebaiknya pilih bibit yang jinak baik untuk yang jantan ataupun untuk yang betina, Dengan tujuan agar burung tidak mudah terganggu saat mengerami. 

Karena apabila burung merasa terganggu saat mengerami, biasanya induk betina akan stress dan meninggalkan sarangnya, Yang lebih parahnya lagi burung kacer akan memecah telurnya dan membuangnya.

Itulah salah satu faktor kegagalan dalam ternak kacer yang sering dialami oleh pemula, Akhirnya mereka mencabutnya dan tidak mau melanjutkan penangkaran.

Proses penjodohan

Setelah bibit kita dapatkan sekarang waktunya menjodohkan, untuk menjodohkan kacer akan memakan waktu, Jadi dibutuhkan kesabaran yang lebih, Proses ini juga yang sering membuat pemula balik arah (gagal), Karena tidak berhasil menjodohkan dengan alasan tidak sabar.

Cara menjodohkan kacer yang benar

Gantung kacer jantan dan kacer betina ditempat yang berjauhan supaya tidak saling melihat, atau hanya bisa mendengar suaranya saja.  Tunggu sampai kacer mau saling bersahutan bergantian antara jantan dan betina, Barulah kedua kandang di dekatkan (ditempel) supaya saling mengenal, tunggu sekitar 1 – 2 minggu sambil terus dipantau perkembangannya, apabila ada perubahan seperti berikut berarti kacer berjodoh.

Selama kacer betina belum bertelur sebaiknya terus dilakukan pengawasan, Karena sering terjadi kacer betina mati diserang kacer jantan yang over birahi, Atau bahkan bisa sebaliknya.

Proses mengerami

Menetasnya telur adalah merupakan keberhasilan dalam proses penjodohan, dalam artian belum bisa dibilang berhasil 100?lam beternak kacer, karena masih sering terjadi kendala di sini, misalnya kacer tidak mau mengerami telurnya.

Jadi saat kacer betina mengerami telur usahakan tidak terganggu agar telur bisa menetas, biasanya telur akan menetas sekitar 14 hari, Dan jumlah telur kacer maksimal 3 – 4 butir.

Setelah telur menetas langkah selanjutnya terserah Anda, apakah dibiarkan disuapi (diloloh) induknya, Atau bisa juga diloloh sendiri setelah umur 10 hari, dan inilah yang dibilang berhasil dan sukses dalam budidaya kacer.

Pemberian pakan

Selain kandang yang nyaman, bibit yang berkualitas, serta proses penjodohan yang tepat, Pemberian pakan juga merupakan faktor utama yang mendukung keberhasilan usaha ternak kacer.

Pakan yang diberikan saat penangkaran burung kacer, Harus pakan yang mempunyai kandungan protein yang tinggi, Untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya saat bertelur, mengerami, dan meloloh anaknya.

Pakan yang biasa diberikan saat beternak kacer adalah jangkrik, belalang, kroto atau ulat hongkong. Pakan bisa diberikan secara bergantian atau bersamaan, yang terpenting jangan sampai telat.  Sedangkan untuk anakan (piyik), bisa diberikan voer basah dicampur dengan kroto, yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhannya.(234)