Beternak Kroto, Sederhana dan Menguntungkan

Jumat, 06 Desember 2019, 15:18 WIB

Kroto bisa menghasilkan banyak keuntungan. | Sumber Foto:Dok Istimewa

AGRONET -- Kroto merupakan nama yang digunakan untuk menyebut telur atau larva semut.  Kata kroto berasal dari bahasa Jawa dan yang kemudian menjadi kata yang populer di daerah lainnya.

Komponen yang terdapat di dalam telur semut ini terdiri atas larva dan pupa. Tampilan fisik kroto sekilas mirip dengan butiran nasi, yakni berbentuk lonjong dan berwarna putih. Satu butir kroto memiliki panjang sekitar 1 cm dan diameter sekitar 5mm. 

Kroto bisa dihasilkan dari semut rangrang. Sayangnya, kroto ini sangat dilindungi oleh semut pekerja sehingga harus hati-hati saat akan panen kroto. Meskipun begitu, jika dijual, kroto bisa menghasilkan banyak keuntungan.  

Kroto sudah sejak lama dimanfaatkan sebagai obat herbal namun lebih terkenal digunakan sebagai pakan burung atau unggas karena kandungan nutrisinya akan membuat burung menjadi lebih lincah dan lebih berkicau merdu.

Tidak semua jenis semut bisa dibudidayakan dan menghasilkan kroto yang digunakan sebagai pakan burung atau ikan. Semut rangrang yang telah berhasil dibudidayakan secara meluas adalah jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar mulai dari Asia hingga ke Australia bagian utara.  

Budidaya Kroto

Dalam sistem budidaya, semut rangrang bisa hidup dalam sarang buatan. Sarang atau kandang untuk semut rangrang bisa dibuat dari paralon, bambu, toples, dan lain sebagainya. Adapun cara yang populer yaitu menggunakan media paralon atau toples. Berikut cara beternak kroto menggunakan media paralon:

  • Buat model rak bersusun dua tingkat..
  • Potong paralon sepanjang 50 cm atau bisa disesuaikan juga dengan lebar rak
  • Letakkan rak di dalam wadah yang berisi ari atau oli agar semut tidak bisa keluar dari paralon. Pastikan juga paralon atau rak ini tidak bersentuhan dengan dinding atau benda lainnya agar semut tidak bisa merayap keluar
  • Tabur kroto atau bibit koloni semut rangrang dalam kandang
  • Beri makan semut menggunakan hewan hewan kecil yang sudah dihancurkan terlebih dahulu seperti cicak, belalang, jangkrik, ulat, atau hewan lainnya. 
  • Kroto bisa dipanen setelah usia 15 hingga 20 hari. Panen ini bisa dilakukan apabila sarang telah penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih

Pemberian Pakan

Jenis-jenis pakan budidaya kroto diantaranya ulat, jangkrik, belalang, cecak dan hewan kecil lainnya. Bisa juga disajikan daging ayam yang telah direbus agar tidak membusuk dan berbau. Atau, berikan tulang-tulangan, pemberian tulang sapi atau kambing harus dipecahkan sampai sumsumnya keluar. Pakan tersebut berfungsi sebagai asupan protein dan lemak bagi kroto.

Selain protein, budidaya kroto membutuhkan sumber gula. Di alam, semut rangrang mendapatkan asupan karbohidrat dari gula, biasanya berupa nektar yang dihasilkan kutu daun seperti aphid. Dalam budidaya kroto karbohidrat disediakan dengan memberikan gula pasir yang dilarutkan dalam air.

Cara memberi makan koloni semut rangrang adalah sebagai berikut:
  • Gunakan tatakan, bisa dari piring plastik atau wadah lain yang bentuknya ceper. Letakan bahan makanan dalam wadah tersebut, misalnya ulat hongkong, belatung, daging ayam atau tulang belulang. Wadah diletakkan pada rak disamping sarang semut.
  • Apabila menggunakan pakan hidup yang bisa melompat, misalnya jangkrik. Hendaknya lumpuhkan terlebih dahulu agar tidak kabur. Atau bisa juga dimasukkan langsung pada sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan tatakan kecil untuk tempat air yang telah dicampur dengan gula pasir. Larutkan 1-2 sendok gula pasir pada sekitar 200 ml air bersih. Biasanya air larutan gula akan habis dalam 2-3 hari, tergantung pada jumlah koloni.

Panen Kroto

Berikut adalah penjelasan mengenai cara panen kroto dan tips panen kroto lengkap agar tidak digigit.

  • Menggunakan sarung tangan terlebih dahulu

Agar kulit Anda tidak digigit saat panen kroto, Anda bisa menggunakan sarung tangan terlebih dahulu sebelum panen. Sarung tangan ini akan memberikan perlindungan pertama bagi tangan Anda dari gigitan kroto. Sarung tangan yang bisa Anda gunakan misalnya sarung tangan plastik atau karet.

  • Oleskan tepung kanji, aromaterapi, atau lotion di sarung tangan

Kroto kurang menyenangi aroma dari tepung kanji, aromaterapi, lotion, atau lavender.
Sehingga, untuk menghindari gigitan kroto, Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang telah disebutkan sebelumnya. Bahan-bahan ini memiliki kandungan dan aroma yang bisa membuat kroto pusing dan lemas sehingga lebih mudah diatur saat akan panen.

  • Menggunakan panci yang memiliki gagang

Untuk memanen kroto, Anda bisa memanfaatkan panci yang memiliki gagang. Benda ini akan membantu Anda untuk mengendalikan kroto yang sedang dipanen agar tidak kabur. Adanya gagang pada panci bisa membantu Anda untuk mengendalikan dan mendeteksi kroto yang berusaha kabur saat dipanen. 

  • Memanfaatkan botol bekas air mineral

Untuk bisa memanen kroto dengan lebih mudah, Anda juga bisa memanfaatkan botol bekas air mineral. Botol bekas ini dilubangi secukupnya, lalu dipasang kawat atau batang kayu kecil sebagai media untuk kroto bisa lewat. Setelah kroto lewat semua dan selesai dipanen, kawat atau batang kayu ini bisa dilepas. .

Jika ditekuni dengan benar, usaha ini bisa jadi sumber rejeki yang cukup menjanjikan. Bayangkan saja, harga jual perkilonya bisa mencapai 200 ribu. Tertarik? (234/dari berbagai sumber)