Cookie-Sukak, Camilan Sehat

Rabu, 04 April 2018, 00:13 WIB

Cookie Sukak

AGRONET – Persoalan gizi buruk di Indonesia memicu tiga mahasiswi Departemen Gizi Masyarakat (GM), Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk membuat kue kering (cookie) dari bahan baku tepung sukun dan kacang tunggak. Ketiga mahasiswa itu adalah Khodijah, Bonita Ratnasari, dan Fathimah Zahra S.

Kue kering yang diberi nama cookie-sukak berhasil meraih juara 2 dalam Imatekta Creative Agricultural Engineering Competition 2018 di Universitas Jember. Perlombaan tersebut berlangsung pada 3-4 Maret 2018 dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Yogyakarta, dan sebagainya.

Gagasan awal cookie sukak ini lahir selain ingin membantu mengatasi persoalan gizi buruk di Indonesia juga dilatarbelakangi oleh salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, yaitu ”Tanpa Kelaparan”. Kelebihan kue kering Cookie-Sukak adalah pemanfaatan bahan-bahan lokal seperti sukun dan kacang tunggak.

Selain itu, kandungan energi cukup tinggi yaitu sebesar 269 kkal dan protein 6.3 gram. Kandungan energi dan protein cookie-sukak lebih tinggi daripada makanan tambahan yang diberikan oleh pemerintah. Keunggulan cookie-sukak ini dapat dimanfaatkan sebagai makanan selingan yang tepat bagi balita pengidap kurang energi protein (KEP). ”Harapan kita ke depannya produk cookie-sukak ini dapat dikembangkan oleh pemerintah dan dijadikan sebagai alternatif baru untuk makanan tambahan balita,” harap Khodijah. (Humas IPB/UAM/Zul/555)

 

BERITA TERKAIT