Pohon Jengkol dan Petai Bisa Pulihkan Keanekaragaman Hayati Kebun Sawit

Selasa, 08 Mei 2018, 20:30 WIB

Dr. Delphine Clara Zemp dari Universitas Goettingen Jerman, mengisi acara Guest Lecture atau Kuliah Dosen Tamu di Gedung Tanoto Foundation, Kampus IPB Dramaga | Sumber Foto:Humas IPB

AGRONET – Dr. Delphine Clara Zemp dari Universitas Goettingen Jerman, pada bulan lalu mengisi acara Guest Lecture atau Kuliah Dosen Tamu di Gedung Tanoto Foundation, Kampus IPB Dramaga. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka tertarik untuk menggali ilmu biodiversitas dari peneliti Jerman ini yang menyampaikan kuliah dengan judul "Biodiversity Enrichment in Oil Palm Plantation : Ecological and Socio Economic Impact".  

Menurut Dr. Delphine Clara Zemp dan dua orang rekannya (Johanna Ruth Kuckes dan Darlyn Alejandra Vades Uribe), dalam penelitian mereka di Jambi, penanaman enam pohon (durian, petai, jengkol, meranti, kayu sungkai, jelutung atau pohon penghasil getah) ini dinilai dapat memulihkan fungsi keanekaragaman hayati dan ekosistem di perkebunan kelapa sawit.
 
”Ada tiga aspek yang diteliti. Mulai dari aspek proses-proses biofisik, tanah,  aspek biodiversity, dan aspek sosial ekonomi. Kami melakukan pengayaan biodiversitas di perkebunan kelapa sawit di Jambi dengan menanam enam jenis pohon di kebun-kebun kelapa sawit,” ujarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kolaborasi antara peneliti Jerman dan Indonesia. Di IPB sendiri ada lebih dari 50 peneliti yang terlibat dari berbagai fakultas.

Dr. Ir. Leti Sundawati, M.Sc.F.Trop, Sekretaris Departemen Manajemen Hutan Fahutan IPB mengatakan ini adalah bagian dari kegiatan kerjasama project konsorsium Collaborative Research Center (CRC), kerjasama Indonesia dan Jerman. Pihak Indonesia meliputi IPB, Universitas Jambi dan Universitas Tadulako. Lokasi penelitian berada di Jambi yang terdiri dari berbagai sub project.

”Penelitian ini kerjasama dengan perusahaan swasta di Jambi. Ada sekitar 54 plot lokasi dimana plot-plot tersebut tersebar di luasan kebun sawit. Kebun sawitnya ada sekitar 200 an hektar. Plot disebar di  50 hektar berjarak sistematis. Nama projek penelitian ini adalah Island Planting dimana penelitian ini melibatkan mahasiswa pascasarjana Jerman dan Indonesia,” ujarnya.(Humas IPB/dh/Zul/555)