Siswa SMA Raup Untung 10 Kali Lipat dari Usaha Pecel Lele

Minggu, 13 Mei 2018, 14:33 WIB

Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Anam (kiri), sang santripreneur, dalam meresmikan program Pesantrenpreneur di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, pada Sabtu, 12 Mei 2018 | Sumber Foto:KSP

AGRONET - Tiada masa paling indah, masa-masa di sekolah, demikian penggalan lirik yang dipopulerkan oleh Chrisye.  Masa di sekolah terlebih saat SMA (Sekolah Menegah Atas), masa-masa dimana seseorang memasuki masa transisi.  Masa dimana seseorang mulai menata kehidupannya, dengan lebih matang.  Seperti yang dilakukan Anam, siswa kelas XII di SMA Bayt Al-Hikmah Pasuruan, dengan mengisi masa mudanya dengan usaha pecel lele.

Usaha pecel lele ia lakukan di sekitar Pesantren Bayt Al-Hikmah, tempat ia menimba ilmu.  Saat Presiden Joko Widodo meresmikan program Pesantrenpreneur di Pondok Pesantren (12/5), Kepala Negara memberi kesempatan Anam untuk menceritakan kisahnya dalam menjalankan usaha pecel lele.

“Modal awal sebesar 200 ribu rupiah,” kata Anam.  Dengan modal tersebut, dirinya mampu membukukan penjualan hingga 2 juta rupiah.  Hal tersebut sontak membuat Presiden dan para hadirin kagum. Riuh tepuk tangan dan tawa pun membahana saat Anam dengan polosnya menjawab pertanyaan Presiden.

Presiden Joko Widodo kemudian mengkalkulasi,  dengan modal 200 ribu rupiah, untuk 2 juta rupiah? 10 kali lipat (untungnya). “Alhamdulillah,” kata Presiden.  Meski demikian,  Anam mengaku, saat ini ia tidak memiliki waktu untuk meneruskan usahanya itu karena kegiatan yang dijalankannya.

Mendengar apa yang dikisahkan Anam, Presiden Joko Widodo kemudian memberikan dorongan agar sang santri yang berencana untuk meneruskan kuliahnya di Universitas Airlangga tersebut kembali meneruskan usahanya di masa mendatang.  “Nanti kalau sudah diterima di Universitas Airlangga, temui saya, saya beri modal. Saya lihat Anam ini ada business feeling-nya,” ucap Presiden. (KSP/269)