Beras Berbahan Umbi Garut Cegah Diabetes

Selasa, 22 Mei 2018, 10:56 WIB

Damat, dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) | Sumber Foto:UMM

AGRONET – Orang Indonesia selalu merasa belum makan, apabila belum makan nasi. Oleh karena itu, sampai kini nasi yang merupakan hasil masak dari beras sulit tergantikan. Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk Indonesia, pada tahun 2017 berjumlah 262 juta jiwa, maka rata-rata konsumsi perkapita/pertahun sebesar 114,6 kg/kapita/tahun. Ini membuktikan bahwa tingkat konsumsi beras di Indonesia tinggi seiring jumlah penduduknya.

Berangkat dari keresahan tersebut, perlu dilakukan inovasi keanekaragaman pangan untuk membantu ketahanan pangan nasional. Damat, dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menciptakan inovasi beras analog yang berbahan baku Umbi Garut merupakan. Sejak lama, dosen asal Malang ini meniliti umbi-umbian utamanya umbi Garut. Umbi Garut merupakan salah satu varietas tanaman penghasil glikemik yang rendah sehingga sangat baik sebagai bahan pengganti beras.

“Umbi garut adalah umbi-umbian yang jarang dilirik orang, padahal sudah sejak lama banyak penelitian yang menyatakan bahwa Umbi Garut memiliki banyak manfaat seperti untuk maag dan diabetes,” jelas dosen beprestasi UMM ini.

Berlabel Beras Garut Kaya Antioksidan (RASGADAN) dan Beras Garut Kaya Bethasianidin (RASGANIN), dua produk beras analog ini kaya akan manfaat utamanya bagi penyintas diabetes mellitus. RASGADAN adalah beras yang dibuat dari campuran pati umbi Garut dan buah naga yang kaya akan antioksidan.

“Pemilihan buah naga sebagai bahan campuran ini karena saya mencari bahan yang gampang didapat, tapi belum maksimal pemanfaatannya,” tegasnya.

Sementara itu, beras kedua adalah RASGANIN yang merupakan campuran pati umbi Garut dengan ekstrak wortel yang merupakan sumber vitamin A. Produk beras ini dibuat untuk membantu menurunkan jumlah anak-anak yang mengalami Kekurangan Vitamin A (KVA), yang saat ini mencapai 60% masih kekurangan vitamin A.

“Kalau beras yang warna kekuningan ini, campurannya ekstrak wortel. Tujuannya untuk mengurangi jumlah anak-anak yang mengalami Kekurangan Vitamin A (KVA),” tutur dosen Ilmu Teknologi Pangan (ITP) tersebut.

Tidak berhenti berinovasi dalam bentuk beras, dosen yang kesehariannya mengajar di Jurusan Ilmu Teknologi Pangan ini juga telah mengembangkan produk tepung pati umbi Garut ini sebagai campuran pembuatan Roti Fungsional dengan nama dagang UMM Bakery. (UMM/Nis/222)