Risiko Memanaskan Makanan Berulang

Rabu, 20 Juni 2018, 09:57 WIB

Ilustrasi

AGRONET - Anda tentu sepakat bahwa membuang makanan yang tidak termakan merupakan hal mubazir. Oleh karenanya, tak sedikit para ibu yang merasa perlu menghangatkan makanan, lauk dan sayur, sisa semalam, agar esok hari masih bisa dimakan kembali. Dengan menghangatkannya, para ibu bisa menghemat biaya dan tenaga memasak. Dan makanan juga terasa lebih sedap untuk kembali disantap.

Sebenarnya adakah dampak memakan makanan yang telah dihangatkan? Pada dasarnya sisa makanan boleh saja dihangatkan untuk dimakan kembali. Namun ada risiko yang perlu Anda ketahui. Makanan yang telah dihangatkan sudah tentu telah menyebabkan kurangnya bahkan hilangnya nilai gizi makanan tersebut. Selain itu, semakin sering makanan dipanaskan dan didinginkan, maka semakin tinggi pula risiko timbulnya racun pada makanan. Proses pemanasan yang berulang-ulang mampu mengubah zat yang ada dalam makanan menjadi racun yang bersifat karsinogen (memicu munculnya sel kanker).

Tapi perlu Anda ketahui, bahwa ada beberapa makanan yang sebaiknya jangan dimakan meskipun sudah dihangatkan dan masih terasa sedap. Karena menurut Food Standards Agency, inilah makanan yang menyebabkan keracunan bila dipanaskan: Pertama, daging matang atau makanan yang mengandung daging, seperti kari atau lasagna. Kedua, saus yang mengandung krim atau susu.

Ketiga, makanan laut, termasuk bakso ikan, rebusan yang saus mengandung makanan laut, dan kaldu ikan. Keempat, nasi dan pasta matang. Pada nasi, bakteri yang mengontaminasi memang dapat mati jika dipanaskan. Namun nasi sisa terkadang menghasilkan spora yang tahan panas dan memilik sifat racun. Fried rice syndrome adalah istilah yang muncul akibat kasus keracunan makanan oleh nasi goreng sisa yang dipanaskan.

Kelima, makanan yang mengandung telur dan kacang-kacangan. Keenam, sayuran hijau. Sayuran tidak boleh dipanaskan karena mengandung nitrat yang tinggi. Nitrat akan berubah menjadi nitrit saat dipanaskan kembali. Zat nitrit ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan keracunan dan potensi kanker.

Food Standards Agency menyebutkan bahwa Anda sebaiknya memanaskan makanan sisa hanya satu kali saja. Ketika ingin memanaskan makanan kembali, pastikan suhunya mencapai 74 derajat Celcius, tetapi tidak lebih dari 80 derajat Celsius. Makanan yang dipanaskan hingga lebih dari suhu tersebut akan rusak kandungan nutrisinya. Namun, untuk saus dan makanan berkuah, pastikan pemanasannya mencapai titik didih. Tutup makanan selagi dipanaskan untuk mempertahankan kelembapannya.

Adapun cara untuk menyimpan makanan sisa yang baru saja dipanaskan, yaitu dengan meletakkan makanan tersebut pada suhu ruangan (5-60 derajat celcius). Lakukan setidaknya selama 2-4 jam.  Selain itu, hindari menyimpan makanan sisa yang baru saja dipanaskan di luar kulkas lebih dari 4 jam. Anda juga sebaiknya tidak memasukkan makanan tersebut segera setelah dipanaskan. Sebab tindakan ini berpotensi mengubah makanan menjadi racun, yang berbahaya bagi tubuh Anda.(Berbagai sumber/222)

BERITA TERKAIT