Berjodoh dengan Puyuh

Minggu, 09 September 2018, 16:58 WIB

Kerjasama CV. SQF dengan BUMDes Buleleng, dimulai dengan 5.000 ekor ternak puyuh | Sumber Foto:agronet.id

AGRONET--Siapa sangka dapat jodoh diperhelatan 12th Agrinex Expo 2018.  Minggu (9/9) bertempat di Hall A, Jakarta Convention Center Senayan, CV. Slamet Quail Farm (SQF) berjodoh dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Buleleng, Bali.  I Made Darsana, Direktur BUMDes Wanagiri menyebutkan, “Sejak datang ke pameran padangan Saya selalu tertuju pada puyuh.”

Timbul sejuta tanya pada diri Made.  Made pun heran, selama tiga puyuh dalam pameran, dengan hiruk pikuk penggunjung, puyuh-puyuh yang diletakkan dalam sangkar tetap tenang-tenang saja.  Wayan pun bertanya panjang lebar seputar puyuh pada tim SQF. 

Rasa penasaran Wayan berlanjut dengan penandatanganan akad dengan CV. SQF.  Pimpinan CV. SQF, Slamet Wuryadi mengatakan, “Daerah Buleleng belum ditemukan satu ekorpun burung puyuh.  Harapan kami, Buleleng menjadi pionir pengembangan puyuh di Bali.”  Setelah proses budidaya berjalan dengan optimal, kedepannya BUMDes Wanagiri dirancang agar dapat menjalankan usaha ternak puyuh dari hulu ke hilir. 

Lebih rinci Slamet menjabarkan, BUMDes Wanagiri nantinya mampu mengolahan, memproduksi pasca panen, memanfaatkan limbah menjadi kompos hingga menjalankan agrowisata berbasis burung puyuh.  Mengingat BUMDes Wanagiri juga menjadi bagian dari Hutan Desa, Slamet juga mengajak untuk memanfaatkan tanaman hasil hutan sebagai obat alternatif ternak puyuh.

Budidaya burung puyuh akan menjadi lapangan pekerjaan baru bagi BUMDes Buleleng.  “Kami merancang program yang bukan hanya membentuk produk orientit, tapi juga pemberdayaan,” ujar Made.  Sambutan positifpun disampaikan Kepala Desa Wanagiri, Sukasada, Buleleng, I Wayan Gumiasih. 

“Semoga dengan beternak burung puyuh ini pendapatan masyarakat juga dapat meningkat sesuai dengan harapan,” kata Wayan.  Dalam waktu dekat, tim BUMDes Buleleng akan melaksanakan magang di SQF, Sukabumi mempelajari teknik beternak puyuh.  Sebagai tahap awal BUMDes Buleleng akan memelihara 5.000 ekor puyuh. (269)

BERITA TERKAIT

Komunitas