Autonomous Tractor, Si Hitam Perkasa Pengolah Tanah

Kamis, 11 Oktober 2018, 09:52 WIB

Sosok Autonomous Tractor | Sumber Foto:Balitbangtan

AGRONET--Mekanisasi pertanian merupakan komponen penting agar terwujudnya pertanian modern. Autonomous Tractor merupakan salah satu upaya konkret Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjawab tantangan mekanisasi pertanian tersebut.

Autonomous Tractor merupakan hasil inovasi terbaru Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) melalui organnya Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan). Traktor empat roda otonom ini mengunakan sistem navigasi GPS berbasis real time kinematika (RTK).

Traktor tanpa awak ini mempunyai fungsi dan keunggulan untuk mengolah tanah dengan menggunakan traktor roda 4 dengan sostem kemudi yang dapat dikendalikan secara otomatis. Traktor otonom ini dapat melakukan pengolahan lahan sesuai dengan peta perencanaan dengan akurasi 5-25 cm. Sistem kontrol pada traktor terdiri atas pengendalian stir, gas, gear, rem dan kopling. Sedangkan untuk aplikasi pengolahan lahan digunakan pengendalian implemen dan PTO (power take off).

Kebaharuan autonomous traktor empat roda (traktor empat roda otonom) hasil rekayasa BBP Mektan ini dapat dilihat dari adanya pengembangan sistem navigasi RTK base rover berbasiskan modular (bukan brand alat telemtri seperti Leica ataupun Trimble), sehingga dapat diproduksi sendiri dengan biaya rendah.

Selain itu, ada juga sistem komunikasi antara traktor dan base station dengan Protokol TCP/IP dengan media wireless 2.4 atau 5 GHz. Serta tersedianya suatu command control untuk pengendalian traktor dalam bentuk parameter dalam format text melalui interface serial.

Keunggulan dan kebaharuan lainnya adalah tersedianya design controller yang modular dan dapat dipindah ke traktor lain, adanya standar komunikasi antar modular sensor dan aktuator berbasis protokol i2c yang sederhana. Tersedia aplikasi mapping yang dapat digunakan untuk pengolahan lahan di lokasi yang berbeda, dan tersedianya aktuator untuk pengendalian dengan sistem yang lebih sederhana.

Dengan adanya pembaruan teknologi ini, Balitbangtan berharap Autonomous Tractor ini dapat diproduksi massal oleh para perusahaan alsintan. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertanian. (Balitbangtan/222)

BERITA TERKAIT

Agro Pilihan