Brand Patin, Indonesian Pangasius-The Better Choice

Senin, 03 Desember 2018, 15:08 WIB

Pangasius atau ikan patin. | Sumber Foto: Balai Riset Pemuliaan Ikan-KKP

AGRONET -- Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan brand ikan patin, "Indonesian Pangasius-The Better Choice." Brand atau pemerekan itu merepresentasikan bahwa produk pangasius Indonesia lebih baik dari para pesaingnya.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Rifky Effendi Hardijanto, mengatakan salah satu alasan utama patin Indonesia lebih baik karena dikembangkan dengan probiotik, bukan dengan antibiotik, sehingga menjadi pilihan yang sehat. Selain itu, pangasius Indonesia dibudidayakan di kolam dengan air tanah yang bersih dengan kepadatan yang lebih rendah.

Industri ikan patin lokal saat ini lebih banyak bermain di pasar dalam negeri. Produk patin filet menduduki posisi sebagai ikan yang paling populer di pasar domestik, mencapai hingga 50 persen dari keseluruhan konsumsi ikan filet dalam negeri. Patin filet populer di retail modern untuk konsumen rumah tangga, industri jasa makanan hotel, restoran, katering, dan penerbangan.

Produksi industri pangasius Indonesia terus mengalami pertumbuhan dalam sepuluh tahun terakhir. Dari 33.000 ton di tahun 2006 menjadi 437.000 ton di 2016. Indonesia menjadi salah satu produsen pangasius terbesar di dunia.

Memang, adanya impor filet legal yang mengandung sodium tri polyphosphate (STPP) melebihi ambang batas dan maraknya penggunaan misslabeling brand dory (patin Vietnam) yang saat ini telah dilarang di beberapa negara importir, sedikit banyaknya mengganggu tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk pangasius nasional. Dengan identitas brand nasional ini, diharapkan para pelaku industri terus berkomitmen untuk memberikan jaminan kualitas produk pangasius Indonesia.

Peluncura brand turut didukung Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia (APCI), SMART-Fish, serta program dari UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) pada pekan lalu (22/11) di JI Expo Kemayoran, Jakarta.  Hal ini  dilakukan untuk memperkenalkan brand patin di pasar dalam negeri dan ASEAN, setelah sebelumnya diluncurkan pada pameran SEAFEX, di Dubai akhir Oktober 2018. (kkp/591)