Pemuda Tani HKTI dan Batalyon Mandala Yudha Hijaukan Lahan Tidur TNI

Senin, 10 Desember 2018, 10:56 WIB

Penanaman perdana program penghijauan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan HUT-1 Batalyon Mandala Yudha di Sajira, Lebak, Banten, Sabtu (8/12/18). | Sumber Foto:HKTI

AGRONET - Pemuda Tani HKTI bersama Batalyon Mandala Yudha Kostrad bekerja sama melakukan program penghijauan dan penataan lahan milik Batalyon di Lebak Banten.

Penanaman program perdana penghijauan dilaksanakan bertepatan dengan petunjuk HUT-1 Batalyon Mandala Yudha di Sajira, Lebak, Banten, Sabtu (8/12/18).

Untuk tahap awal, ditanam durian di atas lahan sekitar 10 hektar. Bibit durian yang diperluas adalah jenis Musang King. "Durian yang menanam di sini kami beri nama Mandala King," ujar M Azmi Balik tepuk tangan hadirin. Nama Mandala Raja yang diambil dari nama Batalyon Mandala Yudha.

Komandan Batalyon Mandala Yudha, Kol Inf M Azmi, memaparkan batalyon yang dipimpinnya adalah batalyon komposit Yang memiliki kekuatan terintegrasi. Markas dan infrastruktur batalyon berada di atas lahan 700 ha. Sekitar 40 persen lahan tersebut akan digunakan sebagai fasilitas dan infrastruktur, dan dapat dihidupkan kembali dengan menanam tanaman keras atau tanaman.

Ketua Umum Pemuda Tani HKTI Rina Saadah, memaparkan, organisasi yang dipimpinnya bersama batalyon melakukan penghijauan dan penataan lahan dengan tanaman keras dan tanaman produktif lainnya. Komoditasnya, antara lain durian, mangga, lengkeng, manggis, jagung, dan lainnya.

Program ini untuk melestarikan lingkungan dan juga mengembangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat dan kemanusiaan.

Pemuda Tani HKTI memiliki program membangun dan mengembangkan petani-petani muda dan mencetak agropreneur, wirausaha muda sektor pertanian.

Pemilikan tanaman penghijauan di daerah tersebut terutama untuk menjaga kelestarian lingkungan, bekerja sebagai resapan udara, dan juga dapat memberikan manfaat ekonomi.

Dalam penananaman perusahaan tersebut hadir para pejabat Pemprov Banten, Pemkab Lebak, Danrem Maulana Yusuf, Kapolda Banten, kyai, dan ulama serta lainnya.
(mc)